Sekretaris Kabinet Indonesia Bersatu II, Dipo Alam. (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma)

Sikap politik dan langkah yang diambil Dipo Alam itu, harus dihargai dan dihormati, sebagaimana halnya kita menghargai dan menghormati mereka yang mengeritik, mengecam dan tidak setuju kepemimpinan Presiden SBY
Jakarta (ANTARA News) - Sosiolog Univesitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah  berpendapat sikap dan langkah politik Sekretaris Kabinet Dipo Alam sudah tepat  dengan  tegas membela Presiden Susilo Bambang Yudhoyono "Sikap politik dan langkah yang diambil Dipo Alam itu, harus dihargai dan dihormati, sebagaimana halnya kita menghargai dan menghormati mereka yang mengeritik, mengecam dan tidak setuju kepemimpinan Presiden SBY," kata Dr Musni Umar,  Jum`at di Jakarta.

Menurut Musni, dalam demokrasi perbedaan pendapat dan sikap politik sangat dihargai, bahkan dalam Islam, perbedaan pendapat adalah rahmat (ikhtilafuu ummaty rahmah).

Mengenai reaksi keras terhadap Dipo Alam yang berwacana   memboikot media,  Musni mengemukakan hal itu setidak-tidaknya didasarkan pada tiga hal.

Pertama,  adalah adanya perbedaan kepentingan. "Ini sangat lumrah dalam politik, karena teman yang abadi hanya kepentingan," kata penulis disertasi "Demokrasi dan Islam di Kalangan Orang-Orang Miskin Studi Kasus di Solo" tersebut. 

Kedua, reaksi keras itu  karena ada pihak yang terganggu kepentingannya. "Menjadi oposisi dari sebuah pemerintahan di negara manapun di dunia selalu ada risiko," kata Musni.

The more authentic information about mobil keluarga ideal terbaik indonesia you know, the more likely people are to consider you a mobil keluarga ideal terbaik indonesia expert. Read on for even more mobil keluarga ideal terbaik indonesia facts that you can share.

Dia mengemukakan, pihak yang berkuasa akan membela diri dari berbagai gerakan dan kritikan. "Jika gerakan dan kritik dinilai menganggun, salah satu langkah  adalah melakukan boikot seperti yang dikemukakan Dipo Alam," katanya.

Ketiga, reaksi keras juga datang karena tidak terbiasa menerima kritik."Media dikendalikan pemodal dan dijalankan oleh para wartawan. Mereka itu bukan malaikat, bisa salah dan bisa pula benar.Masing-masing punya kepentingan, maka keduanya bisa bersatu dan bisa pula berseberangan," katanya.

Musni mengemukakan dirinya berpendapat tidak ada yang salah dari sikap dan praktik politik yang dilakukan Dipo Alam. "Sangat tergantung dan dipengaruhi kepentingan masing-masing dalam menilainya," ujar Musni yang juga lulusan Universitas Kebangsaan Malaysia.
(ANT/A038)

Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com