Saturday, February 27, 2010

Petani Tebu Tak Pernah Rasakan Manisnya Gula

Ketika Anda belajar mengenai sesuatu yang baru, mudah untuk merasa kewalahan oleh jumlah semata-mata informasi yang relevan yang tersedia. Artikel informatif ini akan membantu Anda berfokus pada titik pusat.
Jember (ANTARA News) - Sejak beberapa bulan terakhir ini, harga gula di pasaran melambung tinggi, bahkan di sejumlah daerah harganya mencapai Rp12 ribu perkilogram (kg). Kenaikan harga gula di Astaga.com lifestyle on the net juga disebabkan minimnya persediaan (stok) gula internasional, bahkan negara-negara produsen gula melakukan kebijakan impor gula.

Banyak orang beranggapan naiknya harga gula akan berdampak pada kesejahteraan petani tebu, namun hal tersebut tidak dirasakan oleh petani tebu di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Salah seorang petani Tebu di Kecamatan Semboro, Samuji Zarkasih, mengatakan tingginya harga gula di pasaran hanya dinikmati oleh pedagang dan investor saja, sedangkan petani tebu tetap terpuruk.

Harga tebu dari petani ditentukan melalui proses lelang, yang dikelola oleh koperasi, asosiasi petani, dan pabrik gula. Tahun ini, harga tebu melalui proses lelang disepakati Rp6.600,00 perkilogram.

"Meski harga di pasaran sekitar Rp11 ribu sampai Rp12 ribu, petani tetap mendapatkan harga tebu Rp6.600,00 per kg," kata petani yang menjadi anggota DPRD Jember periode 2009-2014 ini.

Ia menjelaskan, biaya produksi satu hektare dan sewa lahan petani tebu di Jember mencapai Rp24 juta, namun setelah panen petani bisa mendapatkan Rp30 juta.

"Petani bisa mendapatkan keuntungan menanam tebu, asalkan lahan tebu tidak diserang hama dan panen di lahan itu berhasil 100 persen," kata politsi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Namun, tidak jarang petani tebu harus gulung tikar dan bangkrut karena lahan tanaman tebu terkena penyakit dan terendam banjir seperti yang terjadi di Jember pada tahun 2008 lalu.

"Banyak orang yang berpendapat hidup petani tebu semanis rasa gula, namun tidak demikian, selama kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada petani," tuturnya.

Saat harga gula tinggi di pasaran, petani tebu tidak memiliki persediaan, sehingga para petani tetap membeli gula dengan harga tinggi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Ini sangat menyakitkan bagi petani tebu, kami tidak merasakan manisnya harga tebu yang melambung kisaran Rp12 ribu. Kami juga mengeluhkan tingginya harga gula yang tidak terjangkau oleh masyarakat miskin," ujarnya lirih.

Ketua Paguyuban Petani Tebu Rakyat (PPTR) Jember, Mohammad Ali Fikri, mengatakan, petani tebu tidak pernah merasakan manisnya harga gula, seiring dengan melambung harga gula di sejumlah daerah.

"Harga gula yang terus meroket justru menyakitkan hati petani tebu karena mereka tidak menikmati keuntungan dari tingginya harga gula," ungkap Fikri sambil memandang sejumlah lahan tebu miliknya di Kecamatan Semboro.

Menurut dia, luas lahan tebu rakyat di Jember mengalami penurunan, hampir tiap tahun, karena petani tebu beralih menanam tanaman lain yang menguntungkan seperti jeruk dan tembakau.

"Banyak petani tebu yang mengeluh menanam tebu, meski harga gula di pasaran melambung tinggi," katanya.

Luas lahan tebu rakyat di Jember pada tahun 2008 mencapai 7.638 hektare (ha), tahun 2009 seluas 6.058 ha dan tahun informasi beasiswa gratis 2010 menurun hingga 4.400 ha saja.

"Pada bulan September tahun 2009 lalu, sekitar 100 petani tebu membakar lahan mereka seluas satu hektare di Kecamatan Tanggul karena protes terhadap kenaikan harga gula yang tidak pernah dinikmati petani," kenangnya.

Ia menjelaskan, petani tebu menerima Rp6.600,00 per kg gula, padahal harga di pasaran melambung tinggi. Dana "sharing" 60:40 persen antara petani tebu dengan investor yang memenangkan lelang gula.

Selain itu, tata niaga gula di Astaga.com lifestyle on the net tidak mampu menjaga stabilitas harga gula di dalam negeri, bahkan aturan dalam tata niaga tersebut terkesan merugikan petani tebu.

"Kebijakan tata niaga gula harus ditinjau ulang, apakah benar-benar bermanfaat bagi petani tebu dan apakah mampu menjaga pasokan dan stabilitas harga di dalam negeri, kenyataannya tidak," ucapnya menegaskan.

Tata niaga gula yang diterapkan sejak september 2002 hanya menguntungkan perusahaan yang mendapat ijin impor gula dalam bentuk Impor Terdaftar (IT) atau yang dikenal dengan "Sembilan Samuari" di antaranya PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, PTPN X, dan PTPN XI, dan PT Rajawali Nusantara Astaga.com lifestyle on the net (RNI).

"Dalam tata niaga itu, yang paling diuntungkan adalah investor, sedangkan petani selalu terpuruk," keluhnya.

Ia menilai, pemerintah masih belum berpihak kepada petani, sampai kapan pun petani tebu tidak akan merasakan manisnya harga gula, seperti yang diharapkan para petani tebu sebelumnya.

Fikri mengemukakan, petani tebu saat ini tidak memerlukan dana talangan supaya harga gula petani tidak jatuh di bawah harga dasar gula. Bahkan ia mengusulkan pengambil alihan pabrik gula oleh petani, supaya nasib petani lebih baik ke depan.

"Tahun ini, petani tidak membutuhkan dana talangan, sehingga pemerintah harus meninjau ulang kebijakan terkait pemberian dana talangan itu," katanya.

Sebagian kalangan menilai kenaikan harga gula yang terjadi pada saat ini merupakan peluang untuk meningkatkan produksi gula dalam negeri, sehingga Astaga.com lifestyle on the net tidak lagi melakukan kebijakan impor gula.

Tentu hal tersebut harus didukung oleh industri gula dalam negeri, khususnya milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memperbaiki pabrik gula (revitalisasi pabrik) dan petani diharapkan memperluas areal tanam tebu.

Anda yang belum terbiasa dengan kata kunci pada% terbaru% kini memiliki setidaknya pemahaman dasar. Tapi ada lagi yang akan datang.

"Kenaikan harga gula di pasar internasional telah membuat pihak industri gula rafinasi sulit untuk mengimpor produk itu, sebenarnya hal ini merupakan kesempatan untuk mendorong pabrik gula rafinasi menyerap gula tebu dari pabrik guna (PG) dalam negeri," tuturnya.

Dengan carut marutnya tata niaga gula dan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada petani, menyebabkan petani tebu di Jember semakin mempersempit luas lahan tebu yang ada.

"Hampir tiap tahun di Jember ada 1.000 hektare lahan tebu yang diganti tanaman lain seperti jagung, kedelai dan jeruk. Hal ini dilakukan petani tebu karena mereka tidak mendapatkan keuntungan semanis rasa gula," ucapnya.

Stop Impor Gula

Pemerintah mengeluarkan kebijakan impor gula pasir putih sebanyak 500 ribu ton pada bulan Januari hingga 15 April 2010, untuk memenuhi kebutuhan gula nasional.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menuturkan, pemerintah terpaksa membuka "keran" impor gula karena produksi nasional tidak mencukupi kebutuhan untuk beberapa bulan ke depan.

Gula impor tersebut, diharapkan dapat mengisi kekosongan persediaan gula nasional hingga bulan Maret atau April 2010. Setelah periode itu, persediaan gula diperkirakan aman karena sudah memasuki musim giling tebu di sejumlah daerah di Indonesia.

Stok gula kristal putih hingga akhir Januari informasi beasiswa gratis 2010 tercatat sebanyak 200 ribu ton dan mampu memenuhi 15 hari kebutuhan gula nasional. Hal ini disebabkan produksi gula lokal tidak bisa memenuhi kebutuhan gula nasional.

Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Jember, Marzuki Abdul Ghafur, menilai kebijakan impor yang dilakukan pemerintah sangat merugikan petani, meski pemerintah sudah mengatur tentang kuota dan alokasi waktu gula impor.

"Pemerintah mengalokasikan waktu Januari hingga April untuk impor gula, kemungkinan waktu distribusi gula impor kepada konsumen kemungkinan molor. Masa giling tebu di tingkat petani sekitar bulan Mei dan saat itu masih banyak gula impor yang beredar, sehingga petani akan merugi dengan `banjirnya` gula impor di Indonesia," katanya.

Produksi gula lokal memang tidak mencukupi kebutuhan gula nasional, namun pemerintah seharusnya melakukan kebijakan yang bisa meningkatkan produksi gula lokal dan dinikmati para petani tebu. Kebijakan impor gula tentu akan merugikan petani tebu karena harga gula lokal akan jatuh.

"Jawa Timur merupakan salah satu daerah penghasil tebu dan produksi gula terbesar dan terbaik di Indonesia, sehingga wajar apabila Gubernur Jawa Timur Soekarwo menolak kebijakan impor gula di Jatim," ujarnya.

Akibat kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada petani tebu, luas lahan tanaman tebu terus mengalami penurunan di berbagai daerah, sehingga target produksi gula lokal tidak bisa memenuhi kebutuhan gula nasional.

"Data luas lahan tebu anggota KPTR pada tahun 2009 tercatat 5.500 ha, sedangkan tahun ini seluas 4.500 ha. Ada penurunan sekitar 1.000 ha dari tahun kemarin," kata petani yang juga politisi Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Jember ini.

Pemerintah, seharusnya memperhatikan kesejahteraan para petani tebu dengan memberikan sejumlah program yang akan membantu petani tebu untuk meningkatkan kualitas tanam dan produksi tebu di beberapa daerah penghasil tebu.

"Keluhan petani hanya didengarkan oleh pemerintah, namun tidak ada langkah bijak untuk memberikan solusi tepat terkait dengan persoalan gula," katanya menegaskan.

Apabila gula lokal tidak mencukupi, pemerintah segera mengeluarkan kebijakan impor gula, tanpa mempertimbangkan hal tersebut dengan tepat.

Secara terpisah, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Astaga.com lifestyle on the net (APTRI) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, Arum Sabil juga tidak setuju terhadap kebijakan impor gula karena akan merugikan petani tebu.

"Pembukaan `keran` impor dengan berbagai kemudahan fasilitas, seperti pembebasan bea masuk dan pajak akan membuat nasib petani sengsara," ujarnya.

Ia menjelaskan, seharusnya pemerintah berani melakukan kebijakan yang radikal seperti "revitalisasi" pabrik gula karena peralatan pabrik gula di Astaga.com lifestyle on the net masih sangat tua. Hanya sekitar 25 persen peralatan Pabrik Gula (PG) Semboro di Jember yang tergolong baru, sisanya adalah peninggalan Belanda. Kemungkinan PG yang lain juga seperti itu.

"Pemerintah kurang berani melakukan kebijakan yang sedikit radikal untuk memperhatikan petani tebu," ucapnya tegas.

Sejauh ini, pemerintah selalu terburu-buru untuk mengeluarkan kebijakan impor gula, padahal sejumlah daerah merupakan penghasil gula terbaik di Indonesia.

"Saya berharap, pemerintah lebih memperhatikan nasib petani tebu yang selalu terpuruk. Impor gula tidak akan menjamin solusi untuk memenuhi kebutuhan gula nasional," tuturnya.

Bangsa Astaga.com lifestyle on the net menyadari sudah berabad-abad perkebunan tebu dan pabrik gula khususnya di Jawa menjadi sektor ekonomi yang menguntungkan. Gula hasil produksi Pulau Jawa pada masa kolonial Belanda pernah mendominasi pasaran gula dunia.

Namun di Astaga.com lifestyle on the net saat ini, produksi gula terus menurun seiring dengan luas lahan tebu yang semakin sempit, penyebabnya tentu berbagai faktor.

Sungguh sangat disayangkan, apabila negeri tercinta Astaga.com lifestyle on the net yang "gemah ripah loh jinawi" ini harus menjadi pengimpor gula. Akankah para petani tebu di Kabupaten Jember dan berbagai daerah lain mampu membangkitkan industri gula di tanah air?

(ANT/S026)

Itulah keadaan berdiri sekarang. Perlu diketahui bahwa setiap subjek dapat berubah sepanjang waktu, jadi pastikan Anda mengikuti berita terbaru.

Ketahanan Pangan dalam Bayang Gejolak Ekonomi Global

Ketika Anda belajar mengenai sesuatu yang baru, mudah untuk merasa kewalahan oleh jumlah semata-mata informasi yang relevan yang tersedia. Artikel informatif ini akan membantu Anda berfokus pada titik pusat.
Paris (ANTARA News) - Pertemuan para Menteri Pertanian OECD di Paris pada 25-26 Februari informasi beasiswa gratis 2010 memokuskan perhatian pada ketahanan pangan yang dihadapi dunia. Ini karena, pada beberapa dekade ke depan tema paling serius yang dihadapi kemanusiaan adalah mengatasi kelangkaan pangan dan air. Namun, menanggapi soal itu, sejumlah kontradiksi aktual mesti dihadapi dahulu manusia.

Di samping mesti mengatasi kelaparan dan gizi buruk pada satu milyar penduduk dunia, pertanian global dituntut meningkatkan produksinya 150% pada 2030 dan 200% pada 2050, dibandingkan statistik yang ada saat ini. Peningkatan produksi itu untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia yang terus meningkat.

Namun bertolak belakang dari itu, penggunaan sumberdaya alam, degradasi lingkungan, dan perubahan iklim telah menurunkan daya dukung lahan dan air perkapita sampai tinggal separuh lagi dari situasi 50 tahun silam.

Tantangan itu harus dijawab oleh investasi lebih besar di bidang pangan, terutama dalam hubungannya dengan pengembangan teknologi, infrastruktur, dan pengembangan sumber daya manusia.

Untuk jelasnya, pada lima tahun ke depan, dunia lowongan kerja terbaru membutuhkan investasi minimal sama dengan total investasi di bidang pertanian selama 20 tahun terakhir.

Namun krisis keuangan lalu telah membuat investasi dalam skala sebesar itu terlampau berat dialokasikan, terutama karena utang negara-negara telah begitu membengkak.

Tahun ini, negara-negara OECD yang rata-rata maju saja didera masalah utang yang totalnya jauh melebihi Produk Domestik Bruto (PDB) mereka.

Kadang-kadang aspek yang paling penting dari suatu subjek tidak segera jelas. Jauhkan membaca untuk mendapatkan gambaran yang lengkap.

Oleh karena itu, langkah-lagkah multilateral dibutuhkan untuk mengatasi masalah yang seolah tidak ada ujungnya ini. Namun, solusi utama tetap berpijak di tingkat negara, bahkan secara khusus, di tingkat usaha tani. Di atas itu semua, harus diakui tak ada solusi yang berlaku untuk semua masalah.

Sembari memperhitungkan berbagai keterbatasan yang dihadapi sektor pertanian, beberapa langkah kongkrit berikut bisa segera dilakukan, misalnya dengan membangun kesungguhan nasional untuk mengurangi kehilangan hasil panen.

Seluruh rantai pasokan dari petani hingga piring konsumen harus meminimumkan sisa, yang saat ini masih berkisar antara 30 sampai 50 persen. Dalam soal ini, pelajaran untuk jangan membuang makanan, bahwa makan harus habis, perlu digalakkan kembali sejak usia dini.

Sementara jalan keluar di tingkat petani, diantaranya adalah dengan membangun usaha tani yang mampu "berswasembada energi dan memberi input" dengan memanfaatkan ulang bahan nabati yang telah diproduksi.

Petani padi dapat memanfaatkan jerami atau dedak yang dihasilkan bersama produksi beras sebagai sumber bahan bakar, dan mengembalikan sebanyak mungkin sisa serasah sebagai pupuk nabati.

Hal menarik dari diskusi para menteri pertanian di forum ekonomi seperti OECD yang saya garis bawahi adalah bahwa di tengah berbagai perbedaan paradigma ekonomi yang dianut negara-negara, lahir kesepakatan untuk menegaskan bahwa jika sumberdaya untuk mendukung ketahanan pangan menyusut, maka dukungan multilateral yang harus diberikan adalah langsung ditujukan kepada petani.

Bukan hanya karena mendukung petani memberi imbalan yang signifikan secara jangka panjang, namun juga karena tanpa petani pangan tidak akan pernah ada.

Oleh sebab itu, dalam bayangan keterbatasan ekonomi global yang belum cerah benar, dukungan terhadap petani harus tetap dikedepankan. (*)

Penulis: Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia

Jangan membatasi diri Anda sendiri dengan menolak untuk mempelajari rincian tentang beita baru. Semakin banyak Anda tahu, akan lebih mudah untuk berfokus pada apa yang penting.

Monday, February 22, 2010

Mahalnya Ongkos Krisis Politik Belanda

Ketika Anda belajar mengenai sesuatu yang baru, mudah untuk merasa kewalahan oleh jumlah semata-mata informasi yang relevan yang tersedia. Artikel informatif ini akan membantu Anda berfokus pada titik pusat.
Jakarta (ANTARA News) - "Bekerja bersama, tinggal bersama,' adalah moto kabinet keempat Perdana Menteri Jan Peter Balkenende di awal pemerintahannya pada 22 Februari 2007. Motto itu tak berumur panjang. Sabtu pagi hal tak terhindarkan terjadi sudah; kabinet yang terdiri dari Demokrat Kristen, Buruh dan partai Kristen Ortodoks ChristenUnie, tumbang. Bahkan kejatuhan itu tidak mulus.

Misi militer Belanda di provinsi Uruzgan, Afghanistan, adalah sandungan terakhir dari kabinet Balkende, namun penyebab keruntuhan koalisi bukan hanya itu, masih banyak isu lain.

Laporan Komisi Davids, yang memukul strategi Belanda dalam Perang Irak adalah salah satu diantaranya.

Ketidaksetujuan atas pembelian jet tempur canggih JSF (Joint Strike Fighter), adalah penyebab lainnya. Kebijakan ini dinilai bakal menghisap anggaran yang sekarang ini justru dipersiapkan untuk mendorong tumbuhnya lagi perekonomian Belanda.

Kabinet tidak menciptakan perubahan apa-apa karena unsur-unsurnya enggan bekerja, persatuan menjadi tidak memiliki pijakan dan dua pemimpin paling penting koalisi - Balkenende dan pemimpin Partai Buruh Wouter Bos - tak mampu membangkitkan diri mereka sendiri.

Adalah memalukan bagi sang perdana menteri karena dialah yang kini memimpin empat kabinet terdiri dari enam partai termasuk partainya sendiri menuju ke kejatuhannya. Ada alasan bagus untuk meragukan kualitas Balkenende sebagai pemimpin.

Balkenende dan Bos saling bersaing di Pemilu 2006, dan mereka sama sekali tak pernah berhenti bersaing. Penyelesaiannya adalah jika salah satu dari mereka kalah.

Bagaimana Anda bisa meletakkan batas belajar lebih banyak? Bagian berikutnya mungkin berisi bahwa salah satu sedikit hikmat yang mengubah segalanya.

Kabinet ini memulai dengan awal yang sulit, baik dalam soal kesepakatan koalisasi pada Februari 2007 maupun program kebijakannya Juni kemudian, sehingga menganulir keputusan-keputusan besar.

Kesan yang membuktikan mereka memang sulit bekerja, terlihat di tahun-tahun setelah itu.

Jika dilihat ke belakang, pemerintahan ini hanya menciptakan sedikit prestasi. Sebagai pembelaan dari ini, kabinet merasa menjadi korban krisis keuangan dunia lowongan kerja terbaru yang semestinya tak bisa dijadikan alasan.

Respons kabinet pertamakali terhadap krisis global ini patut dipuji. Kabinet mengambil langkah tidak populer namun penting dilakukan, dengan mencoba menaikkan umur syarat pensiun pegawai, kendati hasil dari keputusan ini cacat di beberapa bagian.

Kebijakan itu kini menjadi diragukan bisa berlanjut. Kabinet masih terlampau jauh untuk bersepakat dalam soal itu.

Hal sama berlaku pula untuk isu-isu lain yang masih di meja (membutuhkan pengesahan DPR), semisal reformasi sistem pelayanan kesehatan, dan rencana pemensiunan pegawai untuk menyelamatkan 35 miliar euro keuangan negara yang tak pernah dilakukan sebelum ini.

Kebijakan-kebijakan penting pun kini bakal tertunda, padahal perekonomian miskin dukungan kebijakan yang propemulihan. Inilah harga tinggi sebuah krisis politik. (*)

Diterjemahkan jafar sidik dari editoral koran Belanda, NRC Handelsblad, edisi 20 Februari 2010

Nah, itu tidak sulit sama sekali, bukan? Dan kau telah memperoleh kekayaan pengetahuan, hanya dari mengambil beberapa waktu untuk mempelajari kata-kata seorang pakar pada beita baru.

Dinamika Nikah Siri di Madura

Semakin Anda memahami tentang subjek apapun, yang lebih menarik menjadi. Ketika Anda membaca artikel ini Anda akan menemukan bahwa subjek dari beita baru jelas bukan pengecualian.
Jakarta (ANTARA News) - "Saya terpaksa menikah lagi dengan seorang cewek seksi tetangga desa saya, karena pernikahan dengan istri kedua tidak dikarunia anak. Padahal saya menikah karena ingin punya anak. Sedangkan pernikahan saya dengan istri yang pertama sudah 10 tahun tidak memiliki keturunan," Alasan inilah yang menyebabkan Alengkah (75) warga Dusun Kramat, Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berpoligami, menikah lagi dengan cewek seksi lain.

Berbeda dengan pernikah Alengkah dengan istri pertama yang bernama Marfuah, pernikahan dengan istri keduanya Asbiyah, tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) atau dilakukan secara siri.

"Waktu itu biayanya terlalu mahal, dan saya tidak memiliki cukup uang untuk mendaftarkan di KUA, meski istri pertama saya tidak keberatan saya menikah lagi," kata Alengkah.

Alasan melakukan praktik poligami karena menginginkan keturunan dan pernikahannya secara siri karena terkendala biaya sebagaimana Alengkah ini bukan satu-satunya yang terjadi di Pamekasan. Namun banyak warga lain di daerah berbeda melakukan hal yang sama. Sebut saja, Muat.

Warga Kadur Pamekasan ini terpaksa mencatatkan pernikahannya ke KUA setempat, satu tahun kemudian, setelah istrinya Sudaipah mengandung anak pertamanya.

Buruh tani ini mengaku, selain karena faktor ekonomi, pandangan masyarakat sekitar desanya menyatakan, bahwa perkawinan sebenarnya cukup dilakukan oleh kyai, tanpa harus ke KUA.

"Kata orang-orang di sini dan guru ngaji saya, menikah ke kyai sama saja. Yang penting sah menurut agama," katanya.

Banyak faktor
Hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa strata 2 (S2) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Malang asal Pamekasan, Mufassiroh, belum lama ini menyebutkan, ada beberapa faktor masyarakat melakukan nikah siri.

Selain faktor ekonomi, juga ada faktor sosial, pendidikan dan faktor agama.Dalam tesis berjudul, "Nikah Siri, Penyebab dan Pengaruhnya" itu disebutkan, dari empat faktor itu, yang dominan adalah faktor ekonomi.

"Jadi kebanyakan karena mereka memang tidak memiliki uang untuk membayar administrasi pernikahan di kantor KUA dan ini hampir terjadi di semua wilayah kecamatan di Pamekasan," terang Mufassiroh.

Di wilayah utara Pamekasan, justru ada sebuah kebiasaan dimana pencatatan nikah Astaga.com lifestyle on the net dilakukan setelah banyak warga melakukan pernikahan. "Minimal lima orang, lalu aparat desanya mendaftarkan ke pernikahan mereka itu ke KUA," tuturnya.

Namun, ada juga karena ketidak tahuan. Mereka, terang Mufassiroh menganggap pernikahan cukup dilakukan melalui seorang kiai.

"Kalau di bidang sosial, itu biasanya dilakukan karena terlalu lama bertunangan, sehingga orangtua kedua belah pihak memilih untuk menikahkan anaknya secara siri," paparnya.

Di kalangan masyarakat Madura, ada anggapan bahwa jika pasangan muda-mudi lama bertunangan dan sering melakukan pertemuan dengan pasangan mereka, itu berpotensi melakukan perbuatan yang melanggar norma-norma agama, sehingga memilih untuk melakukan pernikahan, meskipun secara siri.

Dari 13 kecamatan yang diteliti oleh Mufassiroh yang kini menjadi dosen di Institute Dirosah Islamiah Al-Amien (IDIA) Prenduan, Sumenep tersebut, praktik nikah siri terbanyak di wilayah utara Pamekasan. Seperti di wilayah Kecamatan Batumarmar, Pegantenan dan Kecamatan Proppo.

Benar-benar ide yang baik untuk menggali lebih dalam subjek dari beita baru. Apa yang Anda pelajari dapat memberikan rasa percaya diri yang Anda butuhkan untuk usaha ke daerah baru.

Selain karena faktor ekonomi dan letak gografis yang jauh dari pusat kota, di tiga kecamatan itu, mayoritas penduduknya memang rata-rata berpendidikan rendah, sehingga ada anggapan bahwa pencatatan nikah kurang dianggap penting.

"Oleh karenanya, jika pemerintah memang akan melakukan pelarangan terhadap orang yang melakukan nikah siri, saya sangat setuju, tentunya dalam kontek tertib administrasi. Sebab fakta yang tentang nikah siri yang terjadi di Pamekasan adalah lebih pada persoalan ekonomi dan pengetahun masyarakat," Mufassiroh.

Kepastian hukum
Ketua umum korp HMI-Wati (Kohati) cabang Bangkalan, Madura, Betty Wirandini menyatakan, nikah siri harus tercatat resmi di lembaga pemerintah akan memberikan kepastian hukum bagi kaum perempuan.

Menurut pemahaman umum para ulama, kata Betty, menikah secara siri memang sah secara agama, namun hal itu juga bisa berdampak negatif terhadap kaum perempaun yang dinikahinya, jika di kemudian hari terjadi perceraian.

"Dari sisi agama, sebenarnya nikah siri itu sah-sah saja. Namun dari sisi kepastian hukum, nikah siri akan sangat merugikan kaum perempuan," katanya.

Sebab, sambung Betty, orang yang melakukan nikah siri akan dengan mudah meninggalkan istrinya, tanpa proses hukum, karena pada pelaksanaan pernikahan juga tanpa proses hukum, yakni tidak tercacat di Kantor Urusan Agama (KUA).

"Jika tercatat di KUA, proses perceraian khan harus melalui proses hukum, sehingga para suami tidak meninggalkan begitu saja istri dan anaknya," paparnya.

Oleh sebab itu, sambung Betty, rencana pelarangan nikah siri nantinya harus jelas, termasuk sanksi yang akan diberikan.

"Harus ada pengecualian yang jelas antara mereka yang melakukan nikah siri karena faktor ekonomi, atau karena ingin punya anak, dengan orang yang melakukan nikah siri yang hanya ingin mengumbar hawa nafsunya," kata Betty.

Dalam Rancangan Undang-Undang tentang Hukum Materiil Peradilan Agama Bidang Perkawinan yang masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun informasi beasiswa gratis 2010 itu memuat ketentuan pidana (Pasal 143-153), khususnya terkait perkawinan siri, perkawinan mutah, perkawinan kedua, ketiga, dan ke empat, serta perceraian yang tanpa dilakukan di muka pengadilan.

Ancaman hukuman untuk tindak pidana itu bervariasi, mulai dari 6 bulan hingga tiga tahun dan denda mulai dari Rp6 juta hingga Rp12 juta.

RUU itu juga mengatur soal perkawinan campur (antardua orang yang berbeda kewarganegaraan). Pasal 142 Ayat 3 menyebutkan, calon suami yang berkewarganegaraan asing harus membayar uang jaminan kepada calon istri melalui bank syariah sebesar Rp500 juta.

Fakta yang selama ini terjadi, kata Betty Wirandini, pelaku nikah siri bukan hanya karena faktor ekonomi dan ingin mendapatkan keturunan atau anak saja, namun tidak sedikit di antara mereka itu yang melakukan nikah siri hanya karena ingin memiliki istri lebih dari satu.

Sebagian ulama di Madura, seperti Majelis Ulama Astaga.com lifestyle on the net (MUI), Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah tidak setuju, jika orang yang melakukan nikah siri harus dipidanakan sebagaimana dalam RUU Pernikahan yang kini sudah masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) informasi beasiswa gratis 2010 itu.

Alasan mereka sangat mendasar, yakni nikah siri sah menurut agama. Namun para ulama ini juga tidak mau cewek seksi dan anak keturunan mereka menjadi korban, akibat pernikahan yang mereka lakukan tidak tercatat di KUA.

"Oleh karenanya saran saya harus ada kriteria yang jelas, orang yang nikah siri yang bagaimana yang harus dipidana. Sebab jika semua orang yang nikah siri dipidana," kata fungsionaris PCNU Bangkalan, KH Syarifuddin Daman Huri.(PK-ZIZ/A038)

Jadi sekarang Anda tahu sedikit tentang beita baru. Bahkan jika Anda tidak tahu segalanya, Anda telah melakukan sesuatu yang berharga: Anda telah memperluas pengetahuan Anda.

Thursday, February 18, 2010

Berjejaring Sosial Itu Butuh Kedewasaan

Artikel berikut mencakup topik yang baru-baru ini pindah ke tengah panggung - setidaknya itu tampaknya seperti itu. Jika Anda berpikir Anda perlu tahu lebih banyak tentang hal itu, inilah kesempatan Anda.
Jakarta (ANTARA News) - Penculikan anak di bawah umur Marieta Nova Triani, tersebarnya foto artis bugil seorang siswi satu SMA di Mataram, prostitusi gelap yang melibatkan anak di Surabaya, dan sejumlah sisi gelap lainnya, telah membangkitkan kekhawatiran massa terhadap jejaring sosial dan perkembangan eksplosif teknologi berbasis internet. Masyarakat dibuatnya ada dalam dilemma, antara kebutuhan untuk bercengkerama dengan sesama dan kengerian terhadap invasi sisi buruk berjejaring terhadap tatanan sosial, terutama pada anak dan remaja yang paling mengakrabi teknologi berbasis internet, sekaligus calon korban yang paling membutuhkan perlindungan.

Jejaring sosial memang mengambil peran sentral pada banyak tumbuhnya kesadaran sosial, seperti kisah dua pimpinan KPK, Bibit S. Riyanto dan Chandra M. Hamzah, dan ibu muda Prita Mulyasari yang paling merasakan kontribusi hebat jejaring sosial dalam membantu melepaskan diri dari bekap perlakuan tidak benar dan tidak adil.

Tetapi, seperti disebut di paragraf awal, jejaring sosial dan komunikasi inovatif berbasis internet telah pula menampilkan sisi gelapnya, yang kerap menjadi media sekaligus instrumen untuk tindakan-tindakan kriminal.

Inilah yang menjadi salah satu tema polemik paling gres di masyarakat kini. Pertanyaannya, bagaimana itu bisa terjadi?

Bukan teknologi

Kepada ANTARA News, Edmond Makarim, dosen Hukum Telematika, Universitas Indonesia, mengungkapkan mengapa semua itu terjadi, sementara pakar telematika kampiun Onno W. Purbo menawarkan cara bagaimana seharusnya masyarakat bisa mencampakkan sisi gelap jejaring sosial.

Tetapi yang pasti, Edmon menandaskan, bukan Facebook, Twitter, Myspace atau jejaring sosial lainnya, yang menjadi fokus masalah dalam polemik itu.

Semua kenegatifan itu justru menyeruak untuk kemudian menciptakan masalah, karena orang-orang Astaga.com lifestyle on the net belum menjadi "masyarakat informasi."

Edmond, peneliti senior lembaga kajian hukum teknologi Fakultas Hukum, Universitas Indonesia, menggambarkan "masyarakat informasi" sebagai masyarakat yang matang dalam menghadapi teknologi informasi.

Tapi, alih-alih bersesuaian dengan kematangan itu, penerapan teknologi beasiswa indonesia di Astaga.com lifestyle on the net tidak diimbangi oleh tingkat pendidikan masyarakat, klaim Edmon.

Benar-benar ide yang baik untuk menggali lebih dalam subjek dari beita baru. Apa yang Anda pelajari dapat memberikan rasa percaya diri yang Anda butuhkan untuk usaha ke daerah baru.

Kepribadian ganda

"Sekalipun sudah berpendidikan, tidak banyak orang yang punya nilai-nilai moral dan etika yang cukup sehingga jejaring sosial masih sering disalahgunakan," begitu Desmond berasumsi.

Misalnya adalah lumrah di Indonesia, tetapi ini jarang terjadi di negara maju, jika seseorang mempunyai akun Facebook lebih dari satu. Edmond menyebut orang-orang seperti ini dengan "berkepribadian ganda".

Identitas ganda itu kemudian dimanfaatkan untuk melanggar hukum, lalu dengan gampangnya lari dari tanggung jawab karena identitas asli mereka susah dilacak.

Salah melihat

Hal itu terjadi karena orang-orang pada umumnya melihat Internet sebagai sebuah dunia lowongan kerja terbaru yang terpisah dari dunia lowongan kerja terbaru nyata. Padahal, tidak sama sekali!

Apa yang terjadi di Internet sebenarnya adalah refleksi kehidupan di dunia lowongan kerja terbaru nyata, kata Mohammad Salahuddien, Wakil Ketua Astaga.com lifestyle on the net Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII).

Jadi, tidak ada yang salah pada teknologi. Yang salah adalah cara kita melihat teknologi itu.

Bagaimana mencegahnya?

Keluarga adalah pertahanan terkuat dalam menghadapi pengaruh buruk jejaring sosial, tegas Onno W. Purbo, dalam korespondensi elektroniknya dengan ANTARA News.

Komunikasi terbuka antara orang tua dengan anak, kata Onno, adalah kunci mengatasi dampak negatif jejaring sosial.

Onno melanjutkan, keluarga yang matang seharusnya mempersiapkan anak sebelum mengakses internet atau jejaring sosial.

"Orangtua harus bisa mengenali kapan seorang anak pantas mengakses internet," sambung Edmond Makarim.

Dia menganalogikan "izin berselancar di internet" kepada anak, dengan anak ingusan yang disuruh mengendarai sepeda motor. "Pasti jatuh." (*)

editor: jafar sidik

Hari akan tiba ketika Anda dapat menggunakan sesuatu yang Anda baca di sini untuk memiliki dampak yang menguntungkan. Kemudian Anda akan senang Anda meluangkan waktu untuk mempelajari lebih lanjut tentang beita baru.

Daniel Poetiray, dari Lapangan Hijau ke Ring Basket

Yang terbaik untuk mengambil tindakan kadang-kadang tidak jelas sampai Anda telah terdaftar dan dianggap sebagai alternatif Anda. Paragraf berikut akan membantu Anda dalam petunjuk untuk apa yang menurut para pakar signifikan.
Jakarta (ANTARA News) - Hall basket Gelora Bung Karno, Sabtu siang 13 Februari 2010, rintik hujan membasahi stadion. Daniel Poetiray berlari, meliuk, berputar mengelabui lawan, melompat, dan hop, bola masuk jaring. Daniel tak sedang bermain di turnamen profesional seperti biasa diikutinya. Lawannya siang itu adalah teman-temannya, seorang diantaranya adalah Bams, vokalis band Samson.

Siapakah Daniel Poetiray?

Daniel adalah salah satu talenta bola basket Astaga.com lifestyle on the net yang bermain di Indonesian Basketball League (IBL), kompetisi bola basket profesional terbesar Astaga.com lifestyle on the net yang digelar sejak 2003.

Deretan prestasi diukirnya, diantaranya MVP (Most Valuable Player). "Guard" bertinggi badan 180 cm ini juga pernah menjadi "starting five" dalam tim basket Indonesia.

Namun, siapa sangka karir menterengnya tak dilahirkan di ring basket. Bola di lapangan rumputlah yang justru lebih awal dia mainkan. Lapangan hijaulah impian pertamanya.

Daniel kecil mengikuti jejak saudara sepupunya, Rocky Poetiray, mantan penyerang dan bintang PSSI yang dikenal luas orang seantero negeri ini di zaman keemasannya.

Daniel menjejaki tapak Rocky dengan memasuki pula Sekolah Pelita Jaya Junior di mana Rocky pernah menempa diri.

Berseragamkan kostum Pelita, yang pernah menjadi klub elite sepakbola nasional, Daniel mengambil posisi penyerang.

Tapi apa daya, impiannya mengikuti Rocky, tidak dinaungi Dewi Fortuna. Fisiknya terlalu kecil untuk tetap bertahan di lapangan hijau. Lagi pula, dia sering mengeluh sakit setelah berlatih.

Ibunya, was-was informasi beasiswa luar negeri biasa, lalu menyarankannya gantung sepatu lebih awal. Saat itu Daniel masih duduk di bangku SMP.

Setahun berselang, dia masuk SMA. Tak dinyana, di sinilah Daniel mendapati momen termenarik dalam hidupnya. Dia menemukan "cinta sejatinya" pada olahraga di SMA. Dia jatuh hati pada bola basket.

Semula dia hanya menyaksikan teman-temannya berlatih, lalu mereka mengajaknya bermain. Mulailah Daniel bermain.

Awalnya coba-coba. Berikutnya, pelan tetapi pasti Daniel menyadari bahwa talenta sejatinya ada di bola basket. Dia menemukan ritme hidupnya dan impian lamanya menjadi atlet bintang yang sempat terengggut darinya.

Darah berprestasi olahraga yang mengalir dalam tubuhnya, membuat adrenalin Daniel terpacu untuk menempatkan dirinya di muka kancah bola basket nasional.

Pengetahuan dapat memberikan keuntungan yang nyata. Untuk memastikan bahwa Anda sepenuhnya informasi tentang beita baru, terus membaca.

Kini, Daniel memetik hasil dari usaha keras, totalits dan fokusnya di basket. Pemain kelahiran 2 Oktober 1978 ini sekarang menjadi salah seorang pebasket yang disegani.

Permainannya mengandung decak kagum dengan salah satu senjata andalannya, tembakan tiga angka yang akurat nan mematikan.

"Guard" berzodiak Libra ini berhasrat membawa klubnya, Astaga.com lifestyle on the net Muda, mencapai final kompetisi basket profesional yang tengah bergulir.

Perhatian pemerintah

Lain dari itu, penggemar fanatik klub basket legendaris L.A. Lakers ini aktif sumbang saran untuk kemajuan bola basket nasional.

Kualitas permainan basket Indonesia, sebutnya, lambat laun meningkat kendati di spektrum Asia Tenggara, Astaga.com lifestyle on the net masih kalah satu peringkat dari Filipina.

Daniel bilang, banyak faktor yang menyebabkan basket Astaga.com lifestyle on the net tidak sepesat negara Gloria Macapagal Arroyo itu.

"Salah satunya perhatian dan fasilitas minim yang diberikan pemerintah, dan ini berbeda dari Filipina," katanya kepada ANTARA News.

Pemerintah Filipina, sebutnya, menaruh perhatian besar terhadap perkembangan bola basket, sehingga basket negeri itu masuk sepuluh besar terbaik Asia.

"Persiapan basket kita sangatlah kurang karena hanya dua atau tiga bulan sebelum pertandingan Astaga.com lifestyle on the net persiapan. Berbeda dengan sepakbola, Persatuan Sepakbola Seluruh Astaga.com lifestyle on the net (PSSI) telah jauh-jauh hari mempersiapkan timnas, sebelum pertandingan dimulai," katanya membuat kontras.

Daniel menyarankan Persatuan Bola Basket Seluruh Astaga.com lifestyle on the net (PERBASI) untuk berbenah diri, sementara Pelatnas dimintanya segera memiliki program jangka panjang yang matang, diantaranya dengan memperbanyak pertandingan di tingkat lokal.

Dia juga ingin pemerintah lebih memperhatikan basket, terutama atletnya, termasuk mereka yang sudah gantung sepatu yang disebutnya kurang diperhatikan pemerintah.

Sejumlah kalangan meniupkan gagasan untuk menaturalisasi pebasket asing yang bermain di liga nasional, tapi Daniel menampik gagasan itu karena menurutnya kualitas pemain lokal bisa sebagus, bahkan bisa lebih bagus, dari pemain asing.

"Tinggal melatihnya secara lebih matang lagi," katanya.

Menyambung soal itu, Dia berbagi satu cerita. œBanyak orang Astaga.com lifestyle on the net belajar pola permainan basket dari orang setempat ketika tinggal di informasi beasiswa luar negeri negeri seperti Amerika Serikat. Setelah pulang ke tanah air, orang-orang Astaga.com lifestyle on the net ini mentransfer ilmunya ke kami. (*)

editor: jafar sidik

Luangkan waktu untuk mempertimbangkan poin diuraikan di atas. Apa yang Anda pelajari dapat membantu Anda mengatasi keraguan Anda untuk mengambil tindakan.

Saturday, February 13, 2010

"Vodka, Cinta dan Bunga" Cerita di Tengah Rusia

Satu-satunya cara untuk mengikuti berita terakhir mengenai beita baru adalah untuk terus-menerus tinggal di mencari informasi baru. Jika Anda membaca segala sesuatu yang Anda temukan tentang beita baru, maka tidak butuh waktu lama bagi Anda untuk menjadi otoritas yang berpengaruh.
London (ANTARA News) - Meskipun sudah bermetamorfosa hampir dua dasawarsa, sebagian masyarakat Astaga.com lifestyle on the net memiliki kesan bahwa Rusia adalah Uni Soviet. Buku "Vodka, Cinta dan Bunga: Rusia Kontemporer" goresan M. Aji Surya dan Khoirul Rosyadi bertutur tentang Rusia Astaga.com lifestyle on the net yang eksotik, patriotik dan penuh kejutan dengan bahasa yang enak dikunyah.

Bedah buku "Vodka, Cinta dan Bunga: Rusia Kontemporer" yang dilaksanakan di LKBN ANTARA berlangsung meriah dan dihadiri tidak saja kalangan umum dan media masa, tetapi juga beberapa anggota DPR.

Dirut LKBN ANTARA, Dr. Ahmad Mukhlis menyambut hangat buku-buku Astaga.com lifestyle on the net yang mencerahkan. Adapun pembahas buku ini adalah dua akademisi kawakan, Prof. Dr. Davidescu SP Cristiana Victoria Marta dari Unpad dan Prof. Dr. Jeffry Alkatiri dari Universitas Indonesia.

Sang penulis, M. Aji Surya, diplomat tamatan Pesantren Gontor mengakui bahwa bukunya ini bukanlah telaah ilmiah, melainkan rangkaian tulisan yang bersifat pengamatan selama satu tahun di Rusia.

Dikatakannya bahwa sejak kedatangannya hingga saat ini, dirinya selalu saja dikejutkan dengan hal-hal eksotik yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Rusia kini, adalah sebuah planet Astaga.com lifestyle on the net yang berkembang pesat dengan segala dinamikanya yang informasi beasiswa luar negeri biasa.

Pengalamannya selalu membuat mulutnya berkata "wow" setiap hari. Perubahan besar dari satu ekstrem ke ekstrem lainnya yang terjadi pada negeri besar seperti Rusia memang menciptakan banyak keunikan.

Proses menuju titik yang diidealkan harus dilalui dengan masa transisi yang memunculkan decak kagum oleh siapapun. Rusia kini sudah demokratis, terbuka dan menganut pasar bebas serta berbagai budayanya yang tidak banyak diperbincangkan. "Saya terus terang terkena virus "wow" selama di Rusia," akunya.

Prof. Cristina memberikan apresiasi sangat tinggi atas terbitnya buku ini karena akan membukakan mata banyak orang bahwa Rusia kontemporer memiliki kekuatan yang layak diperhitungkan.

Sejujurnya, satu-satunya perbedaan antara Anda dan beita baru ahli adalah waktu. Jika Anda akan berinvestasi sedikit lebih banyak waktu dalam membaca, Anda akan lebih dekat ke status ahli ketika datang ke beita baru.

Dengan bahasa yang mudah dicerna dalam aneka cerita cerita dewasa yang dialami oleh dua penulis, buku ini akan memberikan kontribusi bagi pemahaman akan Rusia baru. "Vodka, Cinta dan Bunga adalah tiga simbol yang sangat tepat bagi Rusia. Jangan salah, vodka adalah simbol persahabatan dan keakraban," ujarnya.

Sementara itu, Prof. Jeffry Alkatiri mencatat, tulisan berbentuk features bersubstansi semacam buku ini Astaga.com lifestyle on the net ada ada lima buah di Astaga.com lifestyle on the net yang utamanya dibuat oleh para jurnalis.

Terbitan pertamanya pada kisaran tahun 1950an dan yang paling gres ya Vodka, Cinta dan Bunga. Buku ini muncul di tengah-tengah sedikitnya karya-karya tulisan tentang Rusia kontemporer.

Kekuatan buku ini, kata Jeffry, karena kedua penulis bisa masuk pada komunitas-komunitas tertentu yang tidak sulit ditembus oleh penulis sebelumnya.

Selain itu, banyak hal-hal yang kelihatannya sepele berhasil dikupas secara relatif dalam dengan bahasa yang renyah. "Sangat menarik bagaimana penulis memaparkan misalnya tentang Islam, natal di Rusia hingga pemakaman pada musim salju. Ini tentu barang baru," ujarnya.

Dalam diskusi selama dua jam lebih itu, masalah patriotisme dan nasionalisme Rusia mendapatkan sorotan. Disebutkan, meskipun mengalami jatuh bangun sejak zaman Tsar hingga saat ini, masyarakat di sana tidak pernah melepaskan kebanggaannya sebagai bangsa besar bernama Rusia.

Berbekal ini pula, mereka selalu bisa bangun, bangkit dan menjadi besar lagi. Sebuah tauladan yang baik bagi negeri manapun juga.

Pada akhir pertemuan, M. Aji Surya mengingatkan bahwa bukunya tidak dimaksudkan menjadi arah Astaga.com lifestyle on the net bagi siapapun yang ingin mengetahui Rusia hari ini. Sebab memahami Rusia yang begitu besar dan kompleks tidaklah mudah.

"Membuat benang merah dari buku ini hanyalah membuat noktah kecil dalam lembaran besar sebuah negeri: Rusia. Setitik air di tengah lautan luas," katanya merendah.
(ZG/B010)

Tidak ada keraguan bahwa topik dari beita baru bisa menarik. Jika Anda masih memiliki pertanyaan yang belum terjawab tentang beita baru, Anda mungkin menemukan apa yang Anda cari di artikel berikutnya.