Monday, November 30, 2009

Severn Suzuki, si Pengguncang KTT Bumi

Anda harus dapat menemukan beberapa fakta yang sangat diperlukan sekitar beita baru dalam paragraf berikut. Jika ada sedikitnya satu fakta yang tidak Anda ketahui sebelumnya, bayangkan perbedaan itu bisa membuat.
Jakarta (ANTARA News) - Pernahkah anda membayangkan, seorang anak berumur 12 tahun diberi kesempatan untuk berbicara di sebuah forum internasional? Bahkan pidatonya membungkam seluruh peserta konferensi tingkat tinggi? Ya, itulah yang terjadi di KTT Bumi (Earth Summit) di Rio De Jeneiro pada tahun 1992.

Seorang bocah perempuan bernama Severn Suzuki, dengan pidatonya selama lima menit yang tegas dan lugas, memberikan pengaruh yang kuat dan bahkan membuat para pemimpin dunia terdiam terpekur mendengarkan pidatonya.

Inilah pidato Severn Suzuki tersebut :

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O Enviromental Children Organization.

Kami Adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri.

Kami menggalang dana untuk bisa datang ke sini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada di sini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada di sini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada di sini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. Kami tidak boleh tidak didengar.

Saya merasa takut untuk berada di bawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON.

Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya, hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya,hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.

Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.

Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir.

Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya.

TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Di sini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi ? tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi ? dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama,perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama, dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.

Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Waktu terbaik untuk belajar tentang beita baru adalah sebelum Anda berada di tengah-tengah hal. Bijaksana pembaca akan terus membaca untuk mendapatkan yang berharga beita baru pengalaman selagi masih gratis.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan ...kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: "Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang."

Jika seorang anak yang berada di jalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. Bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain.

Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.

Tidak menyakiti makhluk hidup lain, berbagi dan tidak tamak.

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini. Mengapa anda melakukan hal ini ? kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan ?Semuanya akan baik-baik saja?, ?Kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan? dan ?Ini bukanlah akhir dari segalanya?.

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?

Ayah saya selalu berkata: Kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata-kata mu?

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.

Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.

Malu
Setelah pidato nya selesai serempak seluruh orang yang hadir di ruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.

Kemudian Sekretaris Jenderal PBB berpidato menanggapi pidato dari Severn Suzuki.

"Hari ini Saya merasa sangatlah malu terhadap Diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isi nya disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun Naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin. Saya,tidak... kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun".ujarnya

Keturunan
Severn yang bernama lengkap Severn Cullis-Suzuki lahir dari seorang ayah yang juga aktivis lingkungan dan ahli genetika yaitu David Suzuki dan ibu seorang penulis yaitu Tara Elizabeth Cullis.

Severn lahir pada 30 November 1979 di Vancouver, Canada), ketika bersekolah di Lord Tennyson Elementary School, mendirikan Environmental Children's Organization (ECO), sebuah organisasi yang didedikasikan untuk belajar dan mengajar Anak-anak tentang masalah lingkungan Hidup.

Pada tahun 1992, dia bersama teman-teman ECO mengumpulkan dana untuk bisa menghadiri KTT Bumi di Rio De Jeneiro.

Dia berangkat bersama dengan anggota ECO lainnya yaitu Michelle Quigg, Vanessa Suttie, dan Morgan Geisler.

Karena pidatonya tersebut, pada tahun 1993, Severn mendapatkan penghargaan dari Badan dunia untuk program lingkungan (United Nations Environment Programme/UNEP) yaitu Global 500 Roll of Honour.

Bukunya yang berjudul "Tell The World" dengan tebal 30 halaman yang berisi panduan lingkungan untuk keluarga berhasil diterbitkan oleh Penerbit Doubleday.

Suzuki berhasil meraih gelar kesarjanaannya bidang ekologi dan biologi revolusioner di Universitas Yale tahun 2002.

Tahun 2002 juga ia menjadi pemandu Acara Suzuki's Nature Quest, sebuah acara anak-anak yang disiarkan oleh Discovery Channel.

Severn masih aktif terlibat dan mengembangkan proyek-proyek lingkungan Hidup, seperti The Skyfish Project walaupun dibubarkan tahun 2004 karena Severn Suzuki melanjutkan sekolahnya.

Ia juga sempat berbicara di forum lingkungan hidup seperti World Summit on Sustainable Development di Johannesburg pada bulan Agustus 2002.

Alangkah indahnya apabila terdapat Severn Suzuki lain untuk menyelamatkan dunia yang makin berubah karena perubahan iklim.(*)

Jika Anda sudah memilih beberapa petunjuk tentang beita baru bahwa Anda dapat dimasukkan ke dalam tindakan, maka dengan segala cara, melakukan hal itu. Anda tidak akan benar-benar dapat memperoleh manfaat dari pengetahuan baru Anda jika Anda tidak menggunakannya.

Sunday, November 29, 2009

Mengintip Strategi Indonesia Hadapi Ekonomi China-India

Pernahkah Anda bertanya-tanya apa sebenarnya dengan beita baru? Laporan informatif ini dapat memberikan wawasan tentang segala sesuatu yang Anda pernah ingin tahu tentang beita baru.
Jakarta (ANTARA News) - China dan India menjadi dua negara berkembang yang memiliki pertumbuhan ekonomi paling pesat di dunia dan makin berperan penting dalam ekonomi global. Kemampuan modal dan tenaga kerja yang besar memungkinkan China membangun industri manufaktur dan infrastruktur yang besar pula.

Akibatnya, negeri Tirai Bambu itu menguasai dunia dengan ekspor barang-barang manufaktur ke seluruh dunia.

Sementara itu, India menyita perhatian karena mampu mengembangkan bisnis berbasis ilmu pengetahuan berkelas dunia, seperti piranti lunak, jasa teknologi informatika, dan farmasi serta memasok sumber daya manusia terampil.

Di tengah krisis global, kedua negara itu mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia sementara negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Asia mengalami pertumbuhan negatif.

Ekonomi China makin meraksasa dengan cadangan devisa negeri menembus 2,27 triliun dolar AS pada akhir September 2009. Bahkan negeri itu menyalip kekuatan ekonomi negara-negara maju, seperti Inggris, Prancis, dan Italia.

India, sebagai negara industri baru yang giat melakukan transformasi ekonomi, kini memiliki cadangan devisa sekitar 200 miliar dolar AS. Bandingkan dengan cadangan ekonomi Amerika Serikat yang 72,5 miliar dolar AS, dan Inggris sebesar 71,1 miliar dolar AS.

Peneliti Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Indonesia Nugroho Purwantoro mengatakan, China dan India menjelma sebagai magnet terkuat dalam menarik investasi, menciptakan perusahaan-perusahaan lokal terkemuka, sekaligus menjadi pemain di pasar internasional.

Menurut Nugroho, meskipun sama-sama terus melakukan transformasi ekonomi, namun pendekatan yang digunakan China dan India cenderung berbeda.

Campur tangan pemerintah China lebih besar dalam kegiatan ekonomi dibanding India. China melakukan investasi besar-besaran pada infrastruktur fisik, sebaliknya sejak pertengahan 1980 pemerintah India mengurangi intervensi pada dunia bisnis.

"Dari sisi penanaman modal, China antusias menerima investasi asing sementara India cenderung curiga terhadap investasi asing sehingga pertumbuhan ekonomi lebih didorong tingginya permintaan domestik," kata Nugroho.

Jika China berhasil mendominasi ekspor barang manufaktur dunia, dan produksi mesin, India --dengan revolusi teknologi informasi yang digulirkan sejak 1999-- kini menjadi basis produksi piranti lunak dan produk teknologi informasi untuk pasar Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.

Muncul perdebatan, apakah suatu perusahaan harus fokus ke pasar China atau India terlebih setelah kedua negara itu bermitra dagang (bilateral) dengan nilai perdagangan mencapai 225 miliar dolar, atau setara dengan nilai perdagangan antara China dengan AS pada tahun 2006.

"Saat keduanya semakin menyatu, akan sulit bagi orang lain untuk dapat dengan mudah masuk ke dalamnya," kata Nugroho.

Lantas apa dampak dari menguatnya ekonomi kedua negara tersebut terhadap perekonomian Indonesia? Bagaimana strategi pemerintah dan pengusaha Indonesia menghadapi China dan India?

Dengan China, neraca perdagangan ekspor nonmigas Indonesia defisit, artinya Indonesia mengimpor lebih banyak ketimbang ekspor ke China.

Total perdagangan Indonesia dengan China periode Mei 2009, mencapai 9,2 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke China 4,3 miliar dolar sementara impor dari China mencapai 4,9 miliar dolar AS.

Setelah Anda mulai bergerak di luar dasar informasi latar belakang, Anda mulai menyadari bahwa ada lebih ke beita baru daripada yang mungkin Anda pikiran pertama.

Sementara itu, perdagangan Indonesia dengan India saat ini tercatat surplus dengan total perdagangan 6,5 miliar dolar AS.

Manfaatkan potensi
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, Indonesia harus memanfaatkan potensi pasar China dan India yang sangat besar dengan memasok produk berbasis manufaktur.

"Memanfaatkan pasar domestik China dan India dengan ekspor produk berbasis manufaktur, diharapkan dapat mendorong neraca perdagangan Indonesia dengan dua negara itu," kata Mari.

Selama ini ekspor Indonesia ke China dan India masih berbasis pada sumber alam, seperti gas, batubara, produk baja, karet, aluminium, dan bahan baku penolong lainnya.

Dengan potensi pasar yang besar di kedua negara itu, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan peluang dengan memasok produk-produk barang setengah jadi, selain juga tetap mempertahankan ekspor berbasis sumber daya alam.

Selain memiliki penduduk yang besar atau masuk dalam tiga besar di dunia, China, India, dan Indonesia juga menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia saat krisis global masih berlangsung.

Menurut catatan, pertumbuhan ekonomi China pada tahun 2009 diperkirakan mencapai delapan persen, India pada tahun ini diperkirakan mencapai 6,5 persen, sedangkan ekonomi Indonesia diperkirakan akan melewati enam persen pada 2011 dan 2012.

Mari berpendapat, Indonesia setidaknya menetapkan tiga strategi menghadapi China dan India, yaitu menjadikan kedua negara itu sebagai pasar dan peluang investasi, kedua bersaing dalam perekonomian, dan ke tiga melakukan sinergi.

Keuntungan strategis yang bisa diperoleh Indonesia dari eksistensi bisnis China dan India, yaitu pada skala bisnis, kekuatan yang saling menunjang, alih pengetahuan, dan mengurangi risiko.

Mari meyakini, Indonesia sangat mungkin bersaing dengan China dan India karena Indonesia memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang potensial untuk dikembangkan.

Menurut catatan Laporan Standard Chartered Bank berjudul "Indonesia, Bangkitnya Sumber Pertumbuhan Ekonomi Asia", tiga kategori negara yang mampu memenangkan transformasi bisnis, yaitu memiliki sumber-sumber keuangan, memiliki sumber daya energi dan komoditas, dan mampu beradaptasi dan berubah.

Ekonom Senior StanChart Indonesia Fauzi Ichsan mengakui, Indonesia belum memiliki sumber-sumber keuangan yang memadai, sehingga menjadi tantangan bagaimana menarik investasi asing untuk mengolah potensi ekonomi.

Bisa jadi, banyak kalangan ragu bahwa Indonesia dapat menjaring investor dan mengolah potensi ekonomi. Akan tetapi, stabilitas politik, perbaikan iklim usaha, dan keseriusan memberantas korupsi diharapkan dapat meningkatkan persepsi investor terhadap Indonesia.

Perbaikan iklim usaha di dalam negeri mutlak diperlukan, sejalan dengan perkembangan kawasan Asia Tenggara yang mendorong perdagangan antar regional dan menarik arus investasi masuk.

Dari sisi skala ekonomi, Indonesia cukup besar karena memiliki jumlah penduduk 228 juta orang atau negara dengan populasi terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat.

Untuk itu Indonesia harus memanfaatkan sektor yang tidak dimiliki kedua negara itu, yaitu sumber daya alam melimpah dan di ekonomi bidang kreatif, selain juga keunggulan sektor pariwisata Indonesia.

Setidaknya, wisatawan China yang berkunjung ke luar negeri setiap tahun bisa mencapai 25 juta orang. ini menjadi potensi yang dapat digarap untuk berkunjung ke Indonesia.(*)

Artikel ini cakupan informasi selengkap dapat hari ini. Tetapi Anda harus selalu masih terbuka kemungkinan bahwa penelitian masa depan dapat mengungkap fakta-fakta baru.

Mobil-mobil "James Bond" yang "Made in" Kamboja

Yang terbaik untuk mengambil tindakan kadang-kadang tidak jelas sampai Anda telah terdaftar dan dianggap sebagai alternatif Anda. Paragraf berikut akan membantu Anda dalam petunjuk untuk apa yang menurut para pakar signifikan.
Jakarta (ANTARA News) - Satu mobil convertible (tanpa atap) warna emas di jalanan Kamboja seolah memaksa orang untuk berpaling menegokkan kepala. Tapi tidak itu saja, penciptanya, Nhean Phaloek memberi klaim "luar biasa" yaitu mobil tersebut dapat "beroperasi secara telepati". "Saya hanya menjentikkan jari dan pintu mobil tersebut terbuka. Atau saya hanya memikirkan membuka pintu mobil, dan pintu itu serta-merta terbuka," kata pria yang berusia 51 tahun itu, saat dengan bangga memperlihatkan mobil rakitannya, yang diberi nama Angkor 333-2010.

Orang-orang yang melihatnya menahan nafas saat ia memperlihatkan praktek tersebut. Phaloek harus mengeluarkan 5.000 dolar AS dan memerlukan waktu 19 bulan untuk membuat kendaraan dari serat-kaca itu. Namun Phaloek benar-benar tak mau mengungkapkan sistem pengendali jarak jauh di balik tindakannya, demikian laporan kantor berita Prancis, AFP.

Hanya sedikit orang Kamboja yang membuat mobil mereka sendiri, tapi Phaloek bermimpin mobil dengan dua tempat duduk tersebut akan membantu menempa industri otomotif di negeri itu, yang tetap miskin setelah beberapa dasawarsa konflik.

"Saya sangat bergairah dan bangga dengan mobil ini karena banyak orang mengagumi saya dan terus bertanya kepada saya mengenai bagaimana saya dapat membuatnya," katanya. Ia menambahkan, mobil tersebut dapat mencapai kecepatan sampai lebih dari 100 kilometer per jam.

Kong Pharith, mantan guru fisika dan matematik yang berusia 48 tahun dan juga telah membuat mobil sendiri, mengatakan industri otomotif akan mekar di Kamboja.

"Pekerjaan kami akan menjadi bagian dari kekuatan penggerak bagi generasi mendatang untuk memasuki temuan baru dan memperlihatkan kepada dunia bahwa Kamboja memiliki kemampuan untuk melakukan apa yang anda kira tak dapat kami kerjakan," katanya.

Penemunya, yang pertama kali menarik perhatian nasional pada 2005 karena membuat sepeda yang bertenaga Matahari, berpendapat ia sekarang benar-benar telah membuat hasil yang sungguh unik, kendaraan mirip jeep dengan warna oranye dan memiliki panel surya di atapnya.

Sementara itu Kong Pharith mengatakan ia memerlukan waktu empat bulan untuk merancang dan memberi sentuhan akhir pada mobil "tribrid"-nya, yang beroperasi dengan memanfaatkan energi surya, listrik dan bensin, sehingga dapat mencapai kecepatan 40 kilometer per jam dengan mesin 2.000 watt.

"Saya benar-benar bahagia dengan prestasi saya, tapi belum puas," kata Pharith. Ia menambahkan kekurangan bahan dan teknologi modern di Kamboja adalah penghalang utama bagi produksi yang memadai.

Impian untuk membuat mobil di Kamboja mungkin tak jauh lagi untuk terwujud. Para pejabat telah mengumumkan rencana perusahaan pembuat mobil Korea Selatan, Hyundai, akan membuka pabrik di Kamboja barat-daya, sehingga dapat merakit sebanyak 3.000 kendaraan per tahun.

Kamboja sebenarnya telah merakit mobil di satu pabrik selama 1960-an, sebelum negeri tersebut terjerumus di dalam kancah Perang Vietnam.

Semakin banyak informasi otentik tentang beita baru Anda tahu, semakin besar kemungkinan orang untuk mempertimbangkan Anda a beita baru ahli. Baca terus untuk bahkan lebih beita baru fakta bahwa Anda dapat berbagi.

Selama masa produksi yang singkat, mobil yang dikenal dengan nama "Angkor" itu dibuat dari suku-cadang import dan ban buatan dalam negeri.

Kendaraan yang pada dasarnya dirakit di Kamboja juga masih digunakan di daerah pedesaan, tempat tinggal sebanyak 80 persen dari 14 juta warga di negeri tersebut.

Para petani seringkali tergantung atas "sapi robot", truk besar dengan bak terbuka buatan toko dengan menggunakan mesin China atau Vietnam, yang digunakan untuk membawa orang dan beras.

Mesin itu, yang biasanya berharga dua ribu dolar AS, juga berfungsi sebagai generator atau pompa air ketika benda tersebut tak berada di jalan pedesaan yang panjang dan berlubang.

Namun di Phnom Penh, kaum elit dan masyarakat kelas menengah seringkali terlihat mengendarai mobil impor, yang dipandang sebagai lambang prestise dan status.

"(Rakyat Kamboja) memberi lebih banyak perhatian mereka kepada mobil mereka ketimbang pakaian yang mereka beli," kata Jean Boris Roux --yang mengimpor kendaraan Ford ke Kamboja sebagai manager RM Asia di negeri itu.

"Saya kira sangat penting bagi rakyat Kamboja untuk memperlihatkan keberhasilan di dalam kehidupan profesional mereka melalui kendaraan yang mereka kemudikan," katanya.

Meskipun rakyat Kamboja mencintai mobil, Roux dan beberapa pengulas lain mengatakan industri domestik yang diragukan akan segera muncul --terutama sejak tetangganya, Thailand, tetap menjadi raksasa perakitan otomotif di Asia.

"Ini bukan hanya sekedar memiliki empat tembok (buat satu pabrik). Anda memerlukan ratusan perusahaan yang memasok kursi, roda kemudi, atap ... Ini takkan terjadi di Kamboja selama bertahun-tahun," kata Roux.

Sampai saat itu, Nhean Phaloek mengatakan ia terus membuat mobil.

Angkor 333-2010 adalah mobil ketiga yang telah ia buat, dan yang pertama yang berbicara. Ketika ia membanting, terdengar suara erangan di dasbor, "Mengapa engkau menutup aku dengan sangat keras?"

"Puluhan tamu lokal dan asing telah datang dan melihat mobil saya," kata Nhean Phaloek sambil tersenyum. "Seorang pria Inggris memberitahu saya bahwa itu adalah mobil James Bond-nya Kamboja."(*)

Itu terbaru dari beita baru berwenang. Setelah Anda terbiasa dengan ide-ide ini, Anda akan siap untuk pindah ke tingkat berikutnya.

KTT Perubahan Iklim, dari Rio ke Kopenhagen

Artikel ini menjelaskan beberapa hal tentang beita baru, dan jika Anda tertarik, maka ini patut dibaca, karena Anda tidak pernah tahu apa yang Anda tidak tahu.
Jakarta (ANTARA News) - Pada 7 - 18 Desember 2009 mendatang, akan digelar konferensi tahunan dari Para Pihak Konvensi Kerangka Kerja untuk Perubahan Iklim (Conference of Parties The United Nations Framework Convention on Climate Change /COP UNFCCC) atau KTT Perubahan Iklim. Konferensi tahunan yang ke-15 kalinya tersebut digelar sejak konferensi yang diawali pada KTT Bumi di Rio De Jeneiro pada 1992.

The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC or FCCC) merupakan perjanjian internasional di bidang lingkungan hidup yang dihasilkan pada KTT Bumi di Rio De Jeneiro pada Juni 1992. UNFCCC didirikan dengan tujuan untuk mestabilkan konsentrasi gas rumah akca di atmosfer pada level yang dapat mencegah membahayakan kehidupan manusia karena pengaruh dari sistem iklim.

UNFCCC mengatur pembatasan emisi gas rumah kaca secara individual maupun negara tanpa mekanisme penegakan hukum, oleh karena itu perjanjian ini berdasarkan kesepakatan tidak mengikat.

UNFCCC mengeluarkan prinsip-prinsip kewajiban pembatasan emisi yang diberi nama Kyoto Protokol.

Protokol Kyoto sendiri dibuka untuk ditandatangani pada 9 Mei 1992 setelah Komite Negosiasi antar Pemerintah menghasilkan teks Konvensi Kerangka Kerja sebagai laporan dari pertemuan di New York pada 30 April hingga 9 Mei 1992. Dan sampai Oktober 2009, telah 192 negara yang meratifikasinya.

Salah satu tugasnya yaitu untuk menerbitkan inventarisasi gas rumah kaca masing-masing negara untuk emisi dan penghilangan GRK dengan dasar acuan level GRK pada tahun 1990 sebagai tambahan untuk negara Annex-1 Protokol Kyoto dan komitmen dari negara-negara tersebut untuk mengurangi GRK.

Sekretariat UNFCCC yang berkedudukan di Haus Carstanjen, Bonn, Germany dengan kepala sekretariat sejak 2006 dipegang oleh Yvo de Boer. Sekretariat UNFCCC bersama dengan Panel antar Pemerintah pada Perubahan Iklim (the Intergovernmental Panel on Climate Change/IPCC) , berusaha memperoleh konsensus melalui pertemuan dan diskusi tetang berbagai hal-hal strategis.

Para pihak dari konvensi mengadakan pertemuan tahunan dari 1995 untuk menilai kemajuan-kemajuan dalam menghadapi perubahan iklim. Pada 1997, Protokol Kyoto berhasil menyimpulkan dan menerbitkan kewajiban yang mengikat secara hukum untuk negara-negara maju mengurangi emisi GRK mereka.

Para pihak dalam UNFCCC terbagi menjadi tiga yaitu negara-negara Annex-I yaitu negara-negara industri dan negara maju, negara-negara Annex-II serta khusus negara berkembang.

Negara-negara Annex-I yang telah meratifikasi Protokol Kyoto berkomitmen untuk mengurangi level emisi GRK dengan target dibawah level emisi GRK tahun 1990. Pelaksanannya bisa diperluas dengan embli emisi yang diperkenankan atau menukar level emisi GRK mreka melalui mekanisme yang disetujui oleh semua pihak pada UNFCCC.

Annex-II merupakan sub group dari negara Annex-I terdiri dari anggota OECD (Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi ), termasuk negara-negara yang kondisi ekonominya berada pada masa transisi pada 1992.

Sedangkan negara berkembang tidak berkewajiban untuk mengurangi level emisinya kecuali negara Annex-I mendukung pendanaan dan teknologi, tetapi negara berkembang bisa masuk dalam negara Annex-I secara sukarela bila kondisi negaranya memang telah maju.

Kewajiban penurunan emisi GRK itu diatur dengan tiga tujuan yaitu menghindari pembatasan pada perkembangannya karena emisi sangat terkait dengan kapasitas industrial masing-masing negara, negara Annex-I juga dapat menjual kredit emisinya kepada negara yang mempunyai operator untuk emisi GRK bagi negara yang sulit memenuhi penurunan target emisi GRK dan negara berkembang bisa mendapatkan pendanaan dan transfer teknologi untuk investasi rendah karbon.

Informasi tentang beita baru disajikan di sini akan melakukan salah satu dari dua hal: baik itu akan memperkuat apa yang anda ketahui tentang beita baru atau akan mengajari Anda sesuatu yang baru. Keduanya hasil yang baik.

Beberapa pihak dari anggota UNFCCC berpendapat bahwa pemisahan antara Annex-I dan non Annex-I tidka adil, dan setiap negara harus mengurangi secara bersama-sama level emisi GRK.

Beberapa negara juga mengklaim bahwa penerapan target penurunan emisi GRK akan menekan pertumbuhan ekonomi negaranya, bahkan Presiden Amerika George W Bush meminta kepada Senat Amerika ntuk tidak meratifikasi Protokol Kyoto.

Ada 40 negara yang masuk dalam Annex I atau negara-negara industri yaitu Australia, Austria, Belarus, Belgia, Bulgaria, Kanada, Kroatia, Cekoslovakia, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, , Irlandia, Italia Jepang, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Monako, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Rusia, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Turki, Ukraine, Inggris, Amerika

Sedangkan negara-negara Annex-II yaitu Australia , Austria , Belgium , Canada , Denmark , Finland , France , Germany , Greece , Iceland , Ireland , Italy , Japan , Luxembourg , Netherlands , New Zealand , Norway , Portugal , Spain , Sweden , Switzerland , United Kingdom , United States of America Australia, Austria, Belgia, Kanada, denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Islandia, Irlandia, Italia, Jepang, Luxembourg, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Portugal, Spanyol, Swedia, Swiss, Inggris Raya, Amerika Serikat.

Rio ke Kopenhagen
Setelah KTT Bumi di Rio De Jeneiro, maka secara rutin setiap tahun digelar KTT Perubahan Iklim, dimulai pada 1995 COP 1 di Berlin, Jerman,

Pertama Konferensi Para Pihak UNFCCC terjadi pada musim semi tahun 1995 di Berlin, Jerman. Pada konferensi tersebut menyuarakan keprihatinan mengenai kemampuan negara `kemampuan untuk memenuhi komitmen di bawah Konvensi yang termaktub dalam "Mandat Berlin".

KTT Perubahan Iklim kedua digela di Jenewa, Swiss pada Juli 1996, dengan hasil penting yaitu Amerika menerima temuan-temuan ilmiah mengenai perubahan iklim dari IPCC dalam penilaian kedua (1995), dan menolak penyeragaman penyelarasan kebijakan dan menyerukan pengikatan secara hukum target jangka menengah.

Pada KTT Perubahan Iklim ketiga di Kyoto, Jepang, ditetapkan Protokol Kyoto mengenai Perubahan Iklim setelah negosiasi yang intensif . Sebagian besar negara-negara industri dan sebagian Eropa sebagai negara transisi ekonomi (negara Annex II) sepakat untuk mengikat secara hukum pengurangan emisi gas rumah kaca rata-rata 6 sampai 8% di bawah tingkat 1990 antara tahun 2008-2012, yang didefinisikan sebagai emisi pertama periode anggaran.

Sedangkan KTT Perubahan Iklim keempat pada 1988 di Buenos Aires, Meksiko dengan agenda menyelesaikn isu-isu yang tersisa di Kyoto, sedangkan KTT Perubahan Iklim kelima digelar di Bonn, Jerman pada November 1999.

KTT Perubahan Iklim kelima diadakan di Hague, Belanda pada November 2000, sedangkan KTT Perubahan Iklim keenam digelar di Bonn, Jerman pada Juli 2001 yang menghasilkan perjanjian antara lain mengenai mekanisme yang fleksibel untuk pelaksanaan bersama dari perdagangan emisi dan mekanisme pembangunan bersih (CDM).

KTT Perubahan Iklim ketujuh digelar di Maroko pada Oktober-November 2001, dengan keputusan antar lain adanya aturan operasional tentang perdagangan karbon diantara pihdak dalam protokol.

Selanjutnya dilangsungkan KTT Perubahan Iklim kedelapan di New Delhi, India pada Oktober - November 2002, dan KTT Perubahan Iklim kesembilan di Milan, Italia pada Desember 2003, kemudian dilanjutkan KTT Perubahan Iklim kesepuluh di Buenos Aires, Argentina 6-17 December 2004, serta KTT Perubahan Iklim kesebelas di Montreal, Kanada pada November- Desember 2005.

KTT Perubahan Iklim keduabelas digelar di Nairobi, Kenya pada 6 - 17 November 2006, sedangkan KTT Perubahan Iklim ketigabelas digelar di Bali, Indonesia pada 3 - 15 Desember 2007 dengan hasil Rencana Aksi bali yang berisi mengenai waktu dan terstruktur negosiasi kerangka pasca 2012 (pengganti Protokol Kyoto).

Sedangkan KTT Perubahan Iklim keempat belas di gelar di Poznaƅ„, Polandia dimana para delegasi setuju pada prinsip-prinsip pembiayaan untuk dana untuk membantu negara-negara miskin mengatasi dampak perubahan iklim, sementara KTT Perubahan Iklim ke-15 akan digelar di Kopenhagen Denmark pada Desember 2009.

KTT Perubahan Iklim ke-15 dengan agenda utama untuk membentuk sebuah kesepakatan iklim global ambisius untuk periode dari 2012 ketika periode komitmen pertama di bawah Protokol Kyoto berakhir. (*)

Apakah benar-benar ada informasi tentang beita baru yang nonesensial? Kita semua melihat segala sesuatu dari sudut yang berbeda, sehingga sesuatu yang relatif tidak signifikan untuk satu mungkin penting untuk yang lain.

Jamsostek, Antara Iuran dan Cakupan Kepesertaan

Pernahkah Anda bertanya-tanya apa sebenarnya dengan beita baru? Laporan informatif ini dapat memberikan wawasan tentang segala sesuatu yang Anda pernah ingin tahu tentang beita baru.
Jakarta (ANTARA News) - Berapakah sumbangsih pengusaha untuk memenuhi kebutuhan normatif pekerja, khususnya perlindungan dari risiko kerja?. Jawabannya sangat mengejutkan, kecil sekali, bahkan lebih kecil dibanding perlindungan yang diberikan perusahaan-perusahaan di negara ASEAN, bahkan di wilayah Afrika sekalipun. Di Indonesia, iuran pengusaha hanya 3,7 persen, sedangkan iuran dari pekerja 2 persen (total 5,7 persen dari upah). Jika dibandingkan dengan iuran di Malaysia yang mencapai 20-22 persen dan di Singapura yang sebesar 36 persen maka iuran jaminan sosial di Indonesia sangat kecil.

Dengan kondisi demikian, tidak heran jika manfaat yang bisa diberikan PT Jamsostek belum maksimal, jika dibandingkan dengan manfaat yang diberikan jaminan sosial di Malaysia dan Singapura.

Di kedua negara tersebut, dana jaminan sosial bisa menjadi sudah penyangga dan jaring pengaman perekonomian negara, maka di Indonesia baru sekadar pemberian pinjaman uang muka perumahan, beasiswa dan pengobatan gratis.

Mengapa kondisi demikian?. Jawabannya, ada pada pemerintah dan DPR karena kedua pilar negara inilah yang menentukan peraturan perundangan yang menjadi dasar dari penyelenggaraan jaminan sosial.

Seperti diketahui, jaminan sosial (social security) adalah hak asasi pekerja yang dijamin UU, serta tercantum dalam salah satu konvensi ILO. Dari segi peraturan perundangan, hak tersebut sangat kuat. Pengusaha yang melanggar aturan tersebut dikenakan sanksi denda dan atau kurungan badan (penjara).

Namun, lihatlah data terakhir yang dikeluarkan PT Jamsostek. Hanya, sekitar 8 juta pekerja yang menjadi peserta aktif, sisanya sekitar 17 juta pekerja menjadi peserta pasif (tidak membayar atau tersendat-sendat dalam pembayaran iuran).

Itu artinya perusahaan, hanya mendaftarkan, lalu membayar iuran di bulan-bulan pertama lalu nunggak. Kondisi itu diperparah lagi dengan masih maraknya praktik pendaftaran sebagai tenaga kerja (PDS TK) dan PDS upah.

Dalam praktik PDS TK, perusahaan hanya mendaftarkan sebagian pekerjanya, sisanya tidak didaftarkan, sedangkan pada praktik PDS upah, perusahaan hanya membayar iuran berdasarkan upah pokok, sedangkan tunjangan dan pendapatan lainnya tidak.

Kondisi ini, belum seberapa. Bagaimana dengan ketaatan badan usaha milik negara (BUMN) dalam kepesertaan Jamsostek?. Jawabannya, belum semua dari mereka yang taat. Praktik PDS TK dan PDS upah masih terjadi atas mereka.


Ketaatan BUMN

Lebih parah lagi, ada perusahaan negara (diantaranya PLN) yang tidak mendaftarkan perusahaannya dalam program Jamsostek. Artinya, perusahaan milik negara sendiri tidak taat pada peraturan perburuhan yang dibuat pemerintah dan DPR.

Jika menimbang kondisi demikian, di mana kewibawaan pemerintah dalam menjalankan program yang dirancangnya sendiri?. Bukankah pemerintah yang berkewajiban memberi pekerjaan dan melindungi pekerjanya?.

Sekarang kita telah membahas aspek-aspek dari beita baru, mari kita berpaling pada beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan.

Bukankah pemerintah yang harus menegakkan aturannya sebelum aturan itu ditegakkan (dikenakan) kepada pihak lain (swasta)? dan, masih banyak pertanyaan besar lain yang harus dijawab.

Dalam konteks, penyelenggaraan Jamsostek, maka Depnakertrans yang menjadi pintu utama penegakan hukum. Instansi ini memiliki pegawai pengawas dan juga pegawai penyidik.

PNS dengan kualifikasi tersebut dapat membuat berita acara pemeriksaan (BAP) dan menyeret pengusaha nakal ke pengadilan. Lalu, lihatlah, seberapa banyak pengusaha nakal, termasuk direksi BUMN yang tidak memenuhi hak pekerjanya yang diseret ke pengadilan?.

Jawabannya, kecil sekali (kata lain untuk tidak ada) dan tidak memberi efek jera. Jika, penegakan hukum (law enforcement) dilaksanakan maka praktik PDS TK, PDS upah, bahkan pengabaian kepesertaan tidak akan terjadi, termasuk di badan usaha negara milik negara.

Kondisi yang terjadi pada upaya pemenuhan hak pekerja PLN, misalnya, direksi menyatakan sudah memberikan perlindungan yang lebih baik pada pekerja, kebijakan itu didukung oleh elit serikat pekerja BUMN tersebut.

Permasalahan, bukan pada perlindungan yang lebih baik (meskipun itu kebenarannya bisa dipertanyakan), tetapi pada kepatuhan BUMN pada UU yang dibuat oleh pemiliknya (pemerintah).

Pemberian perlindungan yang lebih baik, tidak menggugurkan kewajiban BUMN atau swasta untuk mengikutsertakan pekerjanya dalam program jaminan sosial. Sudah terlalu banyak kasus, perusahaan asuransi (dalam dan luar negeri) abai pada kewajibannya.

Lalu, apa jadinya jika suatu perusahaan asuransi swasta abai pada kewajiban jangka panjang (jaminan hari tua, misalnya) dari nasabahnya?.

Karena itu pula, pada semua negara --Amerika Serikat yang liberal sekalipun-- menjadikan pemerintah sebagai penanggungjawab pelaksanaan jaminan sosial melalui badan usaha atau waliamanah yang ditunjuk dan dijamin keberadaannya.

Artinya, pemerintah menjamin semua iuran dan manfaat dari jaminan sosial akan sampai kepada pekerja hingga dia pensiun nantinya. Jaminan hari tua pekerja hanya mungkin tidak terbayar jika pemerintah negara tersebut pailit (bubar).

Jika, di negara-negara maju, bahkan negara dunia ketiga sekalipun, kepesertaan jaminan sosial mencapai 80-95 persen, maka di Indonesia, peserta aktifnya hanya 8 juta dari sekitar 30 juta pekerja formal, dan akan lebih kecil lagi jika dibandingkan dengan 92 juta pekerja formal dan informal.

Inilah penyelanggaraan jaminan sosial ala Indonesia, dimana sejumlah anomali terjadi, seperti anomali penegakan hukum umumnya, dimana penyalur suap menjadi tersangka, sementara penyedia uang suap bebas kemana-mana.

Akankah semua pekerja mendapatkan hak normatifnya?. Jawabannya ada pada pemerintah dan DPR, garda terdepan penyelenggaraan negara.(*)

Nah, itu tidak sulit sama sekali, bukan? Dan kau telah memperoleh kekayaan pengetahuan, hanya dari mengambil beberapa waktu untuk mempelajari kata-kata seorang pakar pada beita baru.

Memahami Kembali Etika

Pernahkah Anda bertanya-tanya apa sebenarnya dengan beita baru? Laporan informatif ini dapat memberikan wawasan tentang segala sesuatu yang Anda pernah ingin tahu tentang beita baru.
Jakarta (ANTARA News) - Dengan mengamati perkembangan pemahaman dan penerapan etika, baik dalam organisasi bisnis, pemerintahan, dan sosial, maka bagi banyak orang terlihat masih cukup banyak muncul sikap ambivalen. Di satu pihak, mereka menyatakan diri seolah pembawa obor peradaban organisasi (organizational civilization), tetapi di pihak lain ada saja yang memamerkan peranan dan perilaku yang membenarkan denyut organisasi amoral.

Etika organisasi, baik itu organisasi pemerintahan, bisnis atau sosial, adalah etika terapan dengan prinsip-prinsip yang dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1) prinsip manfaat ; 2. prinsip hak-hak asasi dan prinsip keadilan. Etika terapan dengan refleksi yang berlandaskan nilai (value-based) yang setiap saat menggugat para eksekutif dari puncak sampai eselon penyelia , secara indivudual maupun kolektif.

Refleksi moral adalah titik sentralnya. Dalam hal ini pada etika memiliki tantangannya œbagaimana perilaku organisasi menjawab pertanyaan yang erat kaitanya dengan nilai-nilai fundamental dalam masyarakat luas, dari pusat sampai daerah-daerah jauh dari pusat organisasi, bisnis, pemerintahan, sosial nirlaba, yang fokusnya terhadap hak, keadilan, persamaan, manfaat, dan kebajikan (rights, justice, equity, utility, and virtue)".

Kalau muncul ambivalensi, karena banyak organisasi dikelola dari atasan ke bawahan (top-down) dan sikap pandang yang berada di puncak adalah selalu benar dan yang dijajaran berikutnya hanya berkewajiban melaksanakan petuah-petuah atasannya.

Dalam organisasi bisnis, maka upaya mencari efisiensi ekonomi dengan motif laba merupakan inti ilmu manajemen, sedangkan upaya mencari keadilan dan perdamaian/harmoni melalui menajemen yang peka dan efektif pada tata-nilai adalah intinya management of values (manajemen bertata-nilai). Jadi, manajemen bukan hanya teknik dengan data statistik matematis semata tetapi ada tata nilainya. Tata nilai ini juga berlaku bagi pelaku birokrasi dan sosial.

Menghadapi gugatan moral, maka bagi setiap manusia agaknya hal itu adalah urusan pribadi di kalangan masyarakat berbudaya, baik dalam bisnis maupun pemerintahan, dan sosial. Sejak kecil manusia Indonesia dididik untuk memiliki kepatuhan moral, perlunya mencari harmoni, mengendalikan diri, bertanggung jawab, berterima kasih kepada orang tua dan sesama yang melayani, termasuk yang berada di kelas menengah sekaligus bawah.

Jadi, bagi masyarakat di negeri ini ada norma-norma yang harus diinternalisasikan dalam setiap pelaku pengambil keputusan. Kepekaan moral etis yang seringkali diabaikan, maka berarti harus menggerakkan kembali menjiwai diri manusia. Dengan demikian, bagi mereka setiap pengambilan keputusan, baik strategis maupun operasional, yang mencerminkan interaksi antara otak rasional dan kepekaan etis wajiblah tertanam secara hakiki (built-in) dalam diri manusia sebagai anggota masyarakat yang senantiasa menjiwai ukuran kebenaran, keadilan dan tata nilai.

Dalam dunia bisnis, maka bagi mereka itu faktor pengaruh moral tidak hanya terbatas pada interaksi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) dan memiliki pemerintahan yang baik dalam kepemimpinan dalam wujud sistem hukum dilekati kebijakan kebijakan yang transparan. Namun, mereka juga wajib pula memahami bahwa untuk mencapai keberhasilan, maka serangkaian kebijakan tersebut harus dalam harmoni dengan hukum alam (the laws of nature), budaya dan hati nurani manusia umumnya.

Pengaruh moral atau faktor politik yang transparan bagi anggota masyarakat, apalagi yang terbilang kelas menengah merasakan secara riil, tanpa tidak nyaman untuk menggugat kesadaran moralitas pihak birokrasi, termasuk para penegak hukum sebagai abdi masyarakat.

Jika Anda dasar apa yang Anda lakukan pada informasi yang tidak akurat, Anda mungkin tidak menyenangkan terkejut oleh konsekuensi. Pastikan Anda mendapatkan seluruh beita baru cerita dari sumber-sumber informasi.

Hal yang acapkali menjadi isu dalam keseharian adalah sedalam mana kita sebagai manusia sadar akan nilai kemanusiaan (humanitas) yang berarti suatu kehidupan di tengah-tengah berbagai kesibukan rasional/praktis, serta menghayati kontemplasi dengan menggugat diri "apakah langkah dan berbagai keputusan dari yang sederhana sampai strategis yang diambil sudah benar?". Introspeksi semacam ini diharapkan berjalan teratur tanpa publisitas diri, atau jangan egoistis memikirkan citra diri sendiri atau bahkan malah menjadi pengecut yang tidak berani memperbaiki diri".

Dengan melakoni niat kesadaran diri (self-awarness), maka kita bakal berani memperbaiki ketimpangan dalam karakter yang pernah ada, dan meningkatkan kemanusiaan. Makin jelas bahwa tanggung jawab moral kita itu tidak melulu dari luar yang dipaksakan, namun harus tumbuh secara mandiri dalam pengertian pribadi ataupun anggota organisasinya sendiri.

Selama ini masih banyak pengamat, birokrat dan politisi di negeri ini terlihat suka menutup-tutupi kelemahan moral diri dengan ungkapan yang indah bunyinya yang dapat dimaknai sebagai hal "mau atau berani" memberi bobot pada etika terapan, namun pada kenyataannya hanya sebatas ucapan sloganistis, bahkan berperilaku tidak humanis.

Dalam era keterbukaan yang penuh dinamika, maka tugas manusia sesuai kesadaran diri dan kapasitasnya adalah mampu mulai kembali mengelola pribadi, membereskan rumah tangga, organisasi, bahkan negara dan bangsanya.

Semua pihak tentunya perlu melengkapi diri dengan pengetahuan yang diperlukan secara berkesinambungan. Sikap pandang yang sederhana ini tanpa tekanan tekanan teori yang serba rumit, yang kalau dilakoni akan membangun kesadaran moral diri.

Sebaliknya, bagi seseorang yang mengutamakan relativisme etik, dimana ukuran dan kriteria baik-buruk, adil-tidak adil, jujur-tidak jujur, maka seringkali menjadi ukuran pribadi berupa pembenaran diri.

Berabjak dari sejumlah hal inilah, maka kita semua merasakan bahwasanya etika adalah tuntutan harkat etis manusia dan tidak layak dipenggal-penggal atau ditunda untuk membenarkan tindakan tidak adil dan tidak bermoral terhadap sesama manusia. Ada norma-norma yang harus berkesinambungan diinternalisasikan dalam setiap proses pengambilan keputusan. Kepekaan moral etis (moral ethical sensitivity) yang perlu tetap menjiwai perilaku manusia.

Di dunia Timur atau Asia, makamasyarakatnya seharusnya memiliki kesadaran humanitas diri yang berarti suatu kehidupan dengan kontemplasi kerendahan hati (humble contemplation), dan senantiasa menguji perasaan dengan menanyai diri apakah serangkaian keputusan yang dibuat tepat atau tidak.

Mawas diri menjadi tantangan untuk "jangan memikirkan diri sendiriœ atau œjangan bersikap pengecut dengan relativisme etik. Menggugat diri adalah satu keharusan pula, karena seseorang dalam hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari mudah kehilangan arah mengenal pribadi yang beretika.

Untuk memberi bobot humanitas, masyarakat Timur atau Asia juga mengenal prasyaratbaku berupa banyak belajar (study and learning), dan bukan pamer kekakuan belajar secara klasikal layaknya hanya menebar wacana, melainkan dengan studi kelompok dan kontemplasi serius secara teratur. (*)

*) Bob Widyahartono M.A. (bobwidya@cbn.net.id) adalah pengamat ekonomi Asia Timur; Lektor Kepala di Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara (FE Untar) Jakarta.

Jika Anda sudah memilih beberapa petunjuk tentang beita baru bahwa Anda dapat dimasukkan ke dalam tindakan, maka dengan segala cara, melakukan hal itu. Anda tidak akan benar-benar dapat memperoleh manfaat dari pengetahuan baru Anda jika Anda tidak menggunakannya.

Dai Tunanetra KH Aan Ingin Jadi Manusia Bermanfaat

Anda harus dapat menemukan beberapa fakta yang sangat diperlukan sekitar beita baru dalam paragraf berikut. Jika ada sedikitnya satu fakta yang tidak Anda ketahui sebelumnya, bayangkan perbedaan itu bisa membuat.
Bandung (ANTARA News) - Kehilangan indera penglihatan tidak mematikan semangat dan rasa percaya diri seorang pria paruh baya ini untuk menjalani hidup dan menjadi seorang manusia yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Itulah KH Aan Zuhana (67), Mantan Ketuan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), yang juga dikenal sebagai seorang da'i serta motivator bagi kaum tunanetra.

"Dalam menjalani hidup, saya selalu memegang prinsip bahwa saya harus menjadi manusia yang bermanfaat, bukan hanya untuk diri sendiri tapi untuk orang di sekitar saya juga," kata pria kelahiran Ciamis, 29 November Mei 1942 silam itu.

Meski tidak dapat melihat, semangatnya yang pantang menyerah membuat dia merasa bersyukur dengan keadaan fisik yang terbatas, namun memiliki cita-cita yang tinggi seperti orang normal yang bisa menggunakan indra penglihatannya.

Semangat serta prinsip hidup KH Aan Zuhana, ditularkannya kepada kaum tunanetra melalui kegiatan pengajian setiap satu minggu sekali.

"Setiap satu minggu sekali, saya selalu mengadakan pengajian rutinan di Jalan Hergamanah khusus untuk tunanetra," katanya.

Selain materi pengajian seperti pembahasan hadist dan AlQuran, dirinya juga menyisipkan materi motivasi hidup bagi kaum tunanetra.

Menurut dia, pengajian yang dilaksanakan oleh dirinya, dinilai sebagai ajang silaturahmi serta berbagi pengalaman hidup diantara sesama kaum tunanetra.

"Bisa berkumpul di pengajian tersebut merupakan kebahagian tersendiri bagi saya dan jamaah saya," ujarnya yang ditemui di kediamannya, di Jalan Trowulan IV Komplek Parmindo, Kota Cimahi.

Ia menilai, salah satu investasi yang tak ternilai di dalam hidupnya ialah jika kita mau berbagi ilmu dengan sesama.

"Saya percaya, bahwa dengan kita mau berbagai ilmu yang kita miliki kepada orang lain, itu merupakan sebuah investasi berharga dalam hidup," ujar bapak lima orang anak ini.

Jika Anda menemukan diri Anda bingung dengan apa yang Anda telah membaca hingga saat ini, jangan putus asa. Semuanya harus jelas pada saat Anda selesai.

Dalam memberikan motivasi hidup kepada kaum tunanetra, KH Aan selalu menyertakan nilai-nilai agama di dalamnya.

"Islam selalu mengajarkan kebaikan kepada semua kaum, termasuk mereka (kaum tunanetra)," katanya.

Disadari oleh kaum tunanetra, kehadiran ITMI telah memberi dukungan yang cukup berarti bagi mereka.

"Kaum tunanetra memang memiliki keterbatasan, namun apakah dengan begitu lantas kami hanya diam saja. Padahal ilmu Islam wajib diketahui oleh setiap Muslim sebagai pedoman hidup," ujarnya.

Dirinya berharap, dengan adanya pembinaan yang diberikan bagi kaum tunanetra, mereka mampu memberi kontribusi dari apa dimiliki dalam kehidupan ini.

Hingga saat ini, dari 400 kaum tunananetra serta yang dibina oleh ITMI Jabar, ada mereka yang sudah terjun untuk berdakwah.

KH Aan mengakui bahwa salah satu kesulitan besar dalam hidup sebagai tunanetra adalah dalam menjemput rejeki dari Allah SWT.

Pada umumnya tunanetra di Indonesia bekerja sebagai pemijat. Namun, berkat pembinaan yang dilakukan oleh dirinya, beberapa orang tunanetra ada juga menjadi pengajar dan pekerjaan lain seperti pemusik, penyanyi, juru dakwah, bahkan pegawai negeri sipil (PNS).

Dirinya percaya bahwa dengan memaksimalkan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang, termasuk kaum tunanetra, maka tantangan hidup bisa dilalui.

"Allah tidak pernah sia-sia dalam menciptakan mahkluknya, termasuk tunanetra. Saya yakin dengan memfaatkan apa yang kita punya dan bisa memaksimalkan potensi diri yang dimiliki, kita bisa melewati rintangan hidup. Itu yang saya tanamkan kepada anak didik saya,"

Dirinya berharap, kaum tunanetra di Indonesia bisa tetap menjaga rasa percaya dirinya meskipun memiliki keterbatasan.

"Saya ingin kaum tunanetra tetap percaya diri dan bukan tidak mungkin ke depannya jika kelak nanti orang 'melek' dituntut oleh kaum tunanetra," kata KH Aan.
(*)

Apakah benar-benar ada informasi tentang beita baru yang nonesensial? Kita semua melihat segala sesuatu dari sudut yang berbeda, sehingga sesuatu yang relatif tidak signifikan untuk satu mungkin penting untuk yang lain.