Thursday, June 10, 2010

Bila Sang Guru Jadi "Robot"

Artikel berikut mencakup informasi terkait yang mungkin menyebabkan Anda untuk mempertimbangkan kembali apa yang Anda pikir Anda mengerti. Yang paling penting adalah untuk belajar dengan pikiran yang terbuka dan bersedia untuk merevisi pemahaman Anda jika perlu.
Suara azan Subuh membangunkan tidur yang baru saja dinikmatinya. Jam dinding menunjukkan pukul 04.35 waktu Indonesia tengah (WITA), namun ia selalu ingin lebih dulu terjaga dari matahari untuk memulai aktivitasnya setiap hari. Bukannya tak ingin tidur lebih lama, namun jalan berbatu besar dan menanjak sepanjang tiga kilometer telah menunggu untuk ditapaki kaki-kakinya yang kokoh itu.

"Setiap hari saya harus jalan kaki ke sekolah. Saya cukup beruntung kalau ada sopir bentor yang mau mengantar saya ke sekolah, namun tentu saja itu jarang terjadi," kata perempuan itu. Bentor adalah singkatan dari becak bermotor, kendaraan khas kota Gorontalo.

Ia memang selalu memompa semangatnya di pagi hari dengan beribadah, memasak hingga bersiap menuju sekolah dari rumah dinasnya yang sudah dimakan usia tersebut.

Atap rumah yang nyaris ambruk dan dinding yang tak lagi kokoh, sungguh sangat berbanding terbalik dengan penghuninya yang selalu tampak ceria dan lincah itu.

Agaknya tak ada yang menyangka bahwa di pundak sang perempuan, Astin Abas (45) itu terdapat beban berat yang mau tak mau harus dipikulnya. Masa depan 50 orang anak didiknya di SMP II Satu Atap Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, ada di tangan Astin.

Ia merupakan satu-satunya guru yang bertahan dari beberapa guru yang pernah ditempatkan di pedalaman Gorontalo tersebut. Hal itu menjadikan dirinya sebagai guru tunggal di sekolah yang baru didirikan tahun 2007 tersebut.

Menurut Astin, satu per satu guru yang ditempatkan di sekolah itu `tumbang` dan minta dipindahkan ke sekolah lain.

Alasannya, jarak yang harus ditempuh dari Ibukota Kabupaten Pohuwato ke sekolah tersebut sepanjang 97 kilometer. Sementara jarak dari Ibukota Provinsi Gorontalo ke Popayato Timur bisa mencapai enam jam perjalanan menggunakan mobil. Belum lagi, mess yang disediakan pemerintah sudah reot.

"Wajarlah mereka tak tahan. Tapi kalau saya juga ikut-ikutan tidak tahan, siapa yang bertanggung jawab dengan nasib anak-anak di sini. Apalagi masyarakat di pedalaman ini sangat jauh dari sentuhan pendidikan," ujarnya sambil mengusap keringat setelah seharian mengajar.

Kondisi geografi dan minimnya sarana pendidikan di Popayato Timur, memaksa Astin untuk melakoni tiga pekerjaan sekaligus tanpa sekali pun keluhan terlontar dari bibirnya.

Selain sebagai kepala sekolah, sesuai dengan Surat Keputusan Diknas yang diterimanya, ia juga menjadi pengajar tunggal, sekaligus sebagai pegawai tata usaha dan administrasi di SMP II Popayato Timur, sejak tiga tahun lalu.

Padahal, di sekolah tersebut ia harus mengajar tiga kelas dengan sebelas mata pelajaran untuk masing-masing kelas. Hal yang nyaris tak mungkin dan tak mau dilakoni oleh guru mana pun.

Dengan hanya bermodalkan ijazah Diploma II dan ilmu yang diperolehnya saat belajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Gorontalo tahun 1986, ia mampu menyajikan pendidikan agama, Bahasa Indonesia, Matematika dan sederet bidang studi lainnya dengan baik.

Karena ativitasnya yang mengajar dan terus mengajar itulah, ia dijuluki "ibu guru robot" oleh anak didiknya.

Namun, Astin tak pernah marah, dan justru senang mendapat julukan itu. Baginya itu merupakan julukan yang lucu dan bisa mengobarkan semangatnya untuk tetap menjadi `robot` yang baik buat kelima puluh anak didiknya.

Jika Anda beita baru fakta adalah out-of-date, bagaimana itu mempengaruhi tindakan dan keputusan Anda? Pastikan Anda tidak membiarkan penting beita baru informasi slip oleh Anda.

"Tak apalah jadi robot, yang penting anak-anak nanti bisa menuntut ilmu dan bisa buat robot yang asli, kelak," katanya, setiap kali dipanggil dengan julukan itu.

Rangkap jabatan tak berarti pula rangkap gaji. Meski `sang robot` mengajar, mengurus tata usaha dan menjadi kepala sekolah, bukan berarti hidup Astin berkecukupan dengan gaji yang diterimanya.

Ia hanya menerima gaji layaknya seorang pegawai negeri sipil (PNS), dan tak ada embel-embel uang tambahan untuk jasa lain yang ia kerjakan. Bahkan, tunjangan untuk guru terpencil pun tak kunjung menghampirinya.

Ia pernah mengusulkan kepada pendidikan nasional (Diknas) Provinsi Gorontalo dan Diknas Pohuwato agar bisa mendapatkan tunjangan tersebut. Namun, usahanya sia-sia.

"Pihak Diknas Provinsi mengatakan, saya bisa menerima tunjangan guru terpencil, namun Diknas Pohuwato tidak bisa memberikannya dengan alasan Popayato Timur sudah terjangkau jaringan listrik, sehingga tak masuk kategori daerah terpencil lagi," ujarnya.

Namun, kondisi itu tak lantas menyurutkan semangatnya menjadi pendidik, karena ia yakin di luar sana masih banyak guru yang kondisinya jauh lebih memprihatinkan dibanding dirinya.

Berbuat baik tak selalu dinilai baik. Hal itu juga dialami perempuan yang hingga kini belum menikah tersebut. Ia pernah mengalami masa-masa kelam selama tinggal dan mengajar di Popayato Timur.

Tak hanya jalan bebatuan, rumah yang hampir rubuh dan tugas yang menumpuk, Astin juga kerap mendapat cobaan luar biasa di tengah perjuangannya.

Di awal pengabdiannya, ia nyaris diusir oleh warga setempat, karena dinilai telah mencampuri urusan siswanya.

Kala itu, Astin menyita salah satu telepon genggam milik salah seorang siswa yang berisi 17 film porno. Astin mencopot memori telepon tersebut, dan menghapus file yang ada di dalamnya. Aksinya itu mendapat kecaman dari masyarakat setempat, yang menuduhnya telah bertindak sewenang-wenang.

"Padahal, saya hanya ingin menjauhkan anak-anak dari pengaruh film porno itu. Apalagi para remaja di daerah ini masih sangat polos, sehingga segala hal yang bisa mengontaminasi mereka, harus dicegah," katanya.

Beruntung masalah tersebut bisa diatasinya, dengan menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya kepada orang tua siswa. Ia juga memberi pemahaman kepada mereka mengenai dampak buruk film porno terhadap anak-anak, bila tak disertai dengan bimbingan orang tua.

"Alhamdulillah, setelah kejadian itu, saya lebih dekat dengan masyarakat, dan bahkan mereka selalu menolong saya saat kesulitan," ujarnya, dengan raut bahagia.

Perjuangan seorang Astin Abas tak kunjung padam. Dedikasinya yang luar biasa membuatnya terpilih sebagai satu dari tujuh pemenang, dalam ajang Suharso Monoarfa (SUMO) Award Tahun 2010 untuk kategori guru pejuang.

Sepenggal tropi SUMO AWARD diterimanya, mengobati segala perih dan kerja kerasnya selama ini. Menjadi guru di daerah terpencil memang bukan cita-citanya sejak kecil. Tapi, profesi itu kini bak jantung dalam hidupnya.

Mengabdi. Setidaknya kata itu yang selalu menjadi jurus jitu baginya, mengusir setiap godaan untuk meninggalkan sekolah di tempat terpencil itu.

"Saya tak punya apa-apa untuk bangsa ini, selain pengabdian. Meskipun saya harus mengorbankan keinginan saya untuk segera menikah," ujarnya sambil tersenyum.
(T.D015/H-KWR/P003)

Jangan membatasi diri Anda sendiri dengan menolak untuk mempelajari rincian tentang beita baru. Semakin banyak Anda tahu, akan lebih mudah untuk berfokus pada apa yang penting.

Pesta Juara Yang Ternoda

Artikel berikut mencakup topik yang baru-baru ini pindah ke tengah panggung - setidaknya itu tampaknya seperti itu. Jika Anda berpikir Anda perlu tahu lebih banyak tentang hal itu, inilah kesempatan Anda.
Malang (ANTARA News) - Ingar bingar pesta juara yang dilampiaskan melalui berbagai atraksi, hiburan, dan konvoi jalanan selama tujuh hari penuh itu berakhir. Pesta itu meninggalkan kenangan manis buat banyak orang dan pengalaman pahit bagi sebagian lainnya.

Pesta konvoi berbagai jenis kendaraan diiringi bermacam tetabuhan itu bahkan sudah dimulai sejak Arema Indonesia bermain imbang 1-1 di kandang PSPS Pekanbaru, Rabu (26/5).

Begitu pertandingan itu usai, ribuan Aremania dan Aremanita (suporter Arema) di Malang Raya langsung menggelar pesta hingga dini hari.

Mereka tak menghiraukan perasaan dan kepentingan pengguna jalan lain, termasuk sopir angkot yang menggantungkan hidupnya dari jalanan.

Puncak ingar bingar dan pesta konvoi itu terjadi Rabu 2 Juni lalu.

Ratusan ribu Aremania dan Aremanita, difasilitasi berbagai pihak, mengekspresikan kebanggaannya kepada tim asuhan pelatih asal Belanda Robert Rene Alberts.

Pesta juara itu sama sekali tidak menyentuh keuangan manajemen Arema Indonesia, karena seluruhnya didanai oleh Aremania dan Aremanita di Malang, mulai konsumsi hingga trailer untuk menggelar hiburan.

"Bahkan ada sumbangan yang langsung diantar oleh Aremania dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Kalimantan, Sumatera serta kota-kota di sekitar Malang," kata koordinator pesta Ade Herawanto.

Sumbangan itu berupa ribuan kardus air mineral, jeruk puluhan ton, ikan tuna puluhan ton dari Sendangbiru, trailer untuk panggung hiburan, musik rock dan tradisional serta ratusan ribu nasi bungkus dari berbagai rumah makan dan pedagang kaki lima di wilayah Malang Raya.

Tidak hanya panggung hiburan, seluruh manajemen, pemain dan pelatih Arema Indonesia juga diarak keliling Malang Raya sambil membawa replika piala LSI 2009/2010.

Hari itu wilayah Malang Raya mulai dari Kabupaten Malang, Kota Malang hingga Kota Batu, "dibirukan" oleh Aremania.

Namun, puncak pesta itu ternoda oleh ulah Aremania yang terlalu bangga dan menyimpan dendam pada rival "abadinya" Bonekmania, suporter Persebaya.

Mereka menghajar semua kendaraan bernomor polisi L, tak peduli siapa yang di dalam mobil, bahkan mobil Gubernur Jatim Soekarwo dan kendaraan plat merah bernomor L ikut dirusak.

Sebelum pesta konvoi itu, Kapolresta Malang AKBP Daniel TM Silitonga sudah mengintruksikan agar untuk sementara kendaraan plat L tidak memasuki wilayah Malang Raya.

"Kalau pun terpaksa harus menggunakan kendaraan bernomor plat L sebaiknya ditutup dengan syal atau atribut Arema agar lepas dari sasaran," kata Kapolresta.

Rupanya tidak semua pemilik kendaraan plat L mendengar instruksi tersebut.

Noda setitik yang diteteskan oknum Aremania itu akhirnya menjadi sasaran kritik orang-orang yang sejak awal tidak menyukai tradisi konvoi berlebihan yang dibarengi ekspresi yang tanpa batas pula.

Waktu terbaik untuk belajar tentang beita baru adalah sebelum Anda berada di tengah-tengah hal. Bijaksana pembaca akan terus membaca untuk mendapatkan yang berharga beita baru pengalaman selagi masih gratis.

Koordinator wilayah di Malang Raya mengakui konvoi ratusan ribu massa mungkinjuga "disusupi" orang-orang yang tidak suka dengan prestasi yang direngkuh Arema Indonesia, atau gelar yang disandang Aremania sebagai suporter terbaik dan terkreatif.

"Kita memang tidak bisa mengambinghitamkan orang lain atau oknum lain yang tidak suka dengan Arema, tapi kemungkinan itu ada, kata korwil Aremania Oyonid, Ardiansyah.

Dia melanjutkan, "Kalau pun memang tidak ada dan itu dilakukan murni oleh oknum Aremania, berarti mereka tidak paham dengan sepakbola yang bisa mengokohkan suatu persahabatan, kebersamaan dan kedamaian."

Dia berjanji akan membina Aremania sehingga di masa mendatang mereka tidak melakukan tindakan anarkis dan berbuat agresif terhadap kelompok lain meski Aremania disakiti oleh kelompok itu.

Ditilang

Pesta telah berakhir dan ditutup dengan pertandingan "Perang Bintang" di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (6/6). Tropi juara juga telah diserahkan oleh Menegpora Andi Mallarangeng.

Namun konvoi Aremania tetap berlanjut keesokam harinya.

Kapolresta Daniel Silitonga telah mengeluarkan instruksi bahwa 2 Juni adalah puncak pesta juara, sehingga setelah tanggal itu tidak ada perayaan apa pun.

"Jika ada konvoi, maka konvoi itu adalah ilegal dan harus ditindak tegas, tanpa kecuali," kata Daniel tegas.

Faktan di lapangan, tetap saja konvoi itu digelar, dan memacetkan arus lalu lintas terutama daerah perbatasan Karanglo, Singosari, dan Lawang.

Konvoi kendaraan roda dua dan roda empat yang memadati setiap ruas jalan itu lalu dibubarkan polisi.

Mereka yang mengenakan atribut Arema, tidak mengenakan helm SNI, dan surat-surat kendaraannya tidak lengkap, ditilang polisi. Mereka yang berusaha lari dikejar.

Polisi menilang sekitar 800 unit kendaraan roda dua dan beberapa roda empat. Mereka yang mengenakan pakaian dan atribut Arema juga diminta mencopot pakaian mereka.

Setelah ditelusuri, ternyata konvoi hari itu dipicu oleh sms yang beredar ke telepon seluler Aremania.

SMS itu memberi tahu akan adanya arak-arakan tropi asli Juara LSI 2009/2010.

"Karena kecintaan kami pada tim Arema Indonesia sejak bermain di Galatama, setelah ada SMS ya langsung berangkat dengan anak-anak," kata Aremania korwil Dau, Wagiran.

Setelah polisi menilangnya, dan mendapat penjelasan via telepon dari ketua korwil dan Aremania lainnya, Wagiran sadar dia tertipu oleh sms tersebut.

E009/s018/AR09

Jangan membatasi diri Anda sendiri dengan menolak untuk mempelajari rincian tentang beita baru. Semakin banyak Anda tahu, akan lebih mudah untuk berfokus pada apa yang penting.

Saturday, June 5, 2010

Detik-detik Meninggalnya Hasan Tiro

Artikel berikut daftar beberapa sederhana, informatif tips yang akan membantu Anda memiliki pengalaman yang lebih baik dengan beita baru.
Banda Aceh (ANTARA News) - Seorang lelaki berperawakan kecil bergegas keluar dari ruang perawatan intensif Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Kamis siang. Dengan mengenakan masker, sang lelaki itu mengetuk pintu ruangan lainnya. Saat pintu terbuka, lelaki itu melambaikan tangan, tanda memanggil orang-orang yang ada di ruangan tersebut.

Peristiwa itu terekam lima menit sebelum Tgk Hasan Muhammad Di Tiro, pendiri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menghembuskan nafas terakhirnya.

"Apa yang terjadi," tanya seorang lelaki yang dari tadi berada di tempat itu.

Dari ruangan terlihat Malek Mahmud, mantan Perdana Menteri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) keluar, yang diikuti mantan petinggi GAM lainnya, Zaini Abdullah.

Di ruangan tersebut juga masuk Farid Husain dan Juha Christensen, dua tokoh di balik damainya Aceh.

Hanya beberapa detik, mereka keluar kembali dengan wajah terlihat tegang. Mereka pun bergegas menuju ruang perawatan Tgk Hasan Tiro.

Ketegangan juga diperlihatkan belasan orang yang ada di luar ruangan perawatan Tgk Hasan Tiro. Mereka hanya berdiri di dinding menanti sesuatu kabar dari dalam ruangan.

Keheningan hanya berlangsung beberapa menit. Tiba-tiba keluar Malek Mahmud sambil berkata, "Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Orang yang kita cintai sudah menghembuskan nafas terakhir."

Malek Mahmud tidak dapat menyembunyikan kesedihannya saat mengucapkan kata-kata tersebut. Dari dua bola matanya terlihat linangan air mata. Kendati begitu ia tampak tegar.

"Sekarang tolong kalian buat panitia pemakaman beliau," kata Malek saat menginstruksikan kepada orang-orang yang dari tadi mendengar kabar duka tersebut.

Usai berbicara dengan orang-orang di luar ruang, ia pun kembali masuk ke ruangan tempat Tgk Hasan Tiro terbaring. Dari ruangan itu suasana duka begitu kentara, namun tanpa raungan tangisan.

Semakin banyak informasi otentik tentang beita baru Anda tahu, semakin besar kemungkinan orang untuk mempertimbangkan Anda a beita baru ahli. Baca terus untuk bahkan lebih beita baru fakta bahwa Anda dapat berbagi.

Tgk Hasan Tiro menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit milik Pemerintah Aceh itu pukul 12:15 WIB, karena menderita infeksi paru-paru dan jantung. Sebelum meninggal, ia dirawat sejak 12 hari lalu.

Lelaki kelahiran Pidie, Aceh, 25 September 1925 itu sempat mengasingkan diri di Stockholm, Swedia sejak 1976 setelah mendeklarasikan Aceh Merdeka.

Muhammad Hasan Di Tiro baru kembali ke Aceh setelah dilakukan penandatanganan kesepakatan damai antara Pemerintah RI-GAM di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005.

Tgk Hasan Tiro sempat pulang pada Oktober 2008 dan sejak akhir Oktober 2009 tinggal di rumah kawasan Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.

Setengah jam kemudian Malek Mahmud diikuti Zaini Abdullah, Farid Husain dan Juha Christensen, kembali ke ruangan semula. Di ruang itu juga ada sejumlah dokter yang menangani almarhum selama di rumah sakit.

Kepada wartawan, Malek kembali menegaskan kabar meninggalnya sosok lelaki yang dekat dengannya selama ini. "Beliau menghembuskan nafas terakhir pukul 12.15 WIB," katanya.

Malek Mahmud mengatakan, prosesi pemakaman sudah dipersiapkan. Ia juga memerintahkan kerabat maupun jajaran Komite Peralihan Aceh (KPA) membentuk panitia pemakaman.

Ia menambahkan jenazah Tgk Hasan Muhammad Di Tiro akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Meureu, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.

Di Desa Meureu yang berjarak sekitar 20 Km arah timur Banda Aceh juga terdapat makam pahlawan nasional Tgk Chik Di Tiro, yang juga kakek almarhum Tgk Hasan Muhammad Di Tiro.

"Jadi ini saja yang sampaikan. Saya kembali ke ruangan lagi ya," kata Malek Mahmud kepada wartawan seraya berujar kepada Farid Husain, "Nanti kita berhubungan terus ya."

Kabar duka tersebut cepat berhembus. Orang-orang berdatangan ke rumah sakit tersebut. Tak terkecuali Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Kapolda Irjen Pol Fajar Prihantoro tiba di rumah sakit setengah jam kemudian.(*)

KR-HSA/T010

Sekarang Anda dapat mengerti mengapa ada bunga yang tumbuh dalam beita baru. Ketika orang mulai mencari informasi lebih lanjut tentang beita baru, Anda akan berada dalam posisi untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Biarkan Air Bengawan Solo Mengalir Sampai Jauh

Artikel menarik ini alamat beberapa isu kunci mengenai beita baru. Yang cermat membaca bahan ini bisa membuat perbedaan besar dalam bagaimana Anda berpikir tentang beita baru.
Solo (ANTARA News) - Lagu Bengawan Solo, siapa tak kenal? Tembang keroncong yang nampaknya memuat kental nuansa lingkungan hidup ciptaan sang maestro berasal dari Kota Solo, Jawa Tengah, almarhum Gesang Martohartono itu telah melegenda. "Bengawan Solo riwayatmu kini/ sedari dulu jadi perhatian insani// Musim kemarau tak sebrapa airmu/ di musim hujan air, meluap sampai jauh// Mata airmu dari Solo/ terkurung Gunung Seribu/ air mengalir sampai jauh/ akhirnya ke laut// Itu perahu, riwayatmu dulu/ kaum pedagang selalu naik itu perahu," demikian syair tembang karya sang maestro pada tahun 1940 itu.

Inspirasi atas lagu itu secara jelas berasal dari gambaran lingkungan aliran sungai itu.

Setelah Perang Dunia II, pasukan Jepang membawa pulang lagu itu ke negaranya. Lagu itu seakan terus menggelinding, berkumandang, sehingga dikenal masyarakat mancanegara. Dan Sungai Bengawan Solo pun dikenal dunia lantaran lagu ciptaan Gesang yang berpulang pada 20 Mei 2010 dalam usia 93 tahun.

Menurut informasi Badan Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSB) di Surakarta, sungai tersebut mengalir sepanjang 540 kilometer, melewati sejumlah daerah di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Wilayah Sungai Bengawan Solo luasnya sekitar 20.125 kilometer persegi, meliputi Pegunungan Sewu Bengawan Solo, alirannya melalui 20 kabupaten dan kota di Jateng dan Jatim.

Wilayah Jateng yang dilewati aliran sungai itu Wonogiri, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Sragen, Blora, Rembang, dan Surakarta, sedangkan wilayah Jatim yakni Ngawi, Magetan, Ponorogo, Madiun, Pacitan, Bojonegara, Tuban, Lamongan, Gresik, dan Surabaya.

Kepala Seksi Operasional dan Pemeliharaan, BBWSB Surakarta, Ruhban Ruzziyatno, mengatakan, sejak banjir besar akibat luapan air Sungai Bengawan Solo, pada tahun 1966, pemerintah membentuk BBWSB guna penanggulangan bencana alam itu.

Banjir pada tahun 1966 merendam 90 persen wilayah Kota Solo. Pemerintah membangun waduk Serba Guna Wonogiri yang selesai pada tahun 1982. Waduk itu mengurangi elevasi air dari 4.000 menjadi 400 meter kubik per detik.

Fungsi waduk itu, katanya, sudah terlihat pada tahun 2007. Wilayah Solo yang terendam banjir tinggal sekitar 10 persen.

Ia menyatakan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar aliran sungai itu. Tanaman keras yang mereka tanam di sepanjang tanggul sungai itu bisa mengakibatkan arus air terhambat.

"Akar-akar pohon yang tumbuh di pinggiran tanggul akan mengganggu arus air sehingga akan meningkatkan tingginya permukaan air," katanya.

Tanaman keras juga akan merusak tekstur tanah di bantaran sehingga mudah terkikis arus air yang dapat mengakibatkan rusaknya tanggul.

Bahkan, banyak masyarakat mendirikan bangunan untuk permukiman di bantaran sehingga air sungai yang meluap akan membahayakan mereka.

Ia menjelaskan, sesuai dengan peraturan pemerintah, bangunan permukiman hanya diperbolehkan berdiri sekitar tiga meter dari sisi luar kaki tanggul sungai.

Pemerintah Kota Surakarta berupaya menyelamatkan warganya dari bencana banjir akibat luapan sungai itu antara lain melalui sosialisasi tentang relokasi warga bantaran ke tempat yang relatif lebih aman.

Pemerintah juga berupaya melakukan konservasi di kawasan hulu Bengawan Solo dengan membuatkan daerah resapan. Jika terjadi hujan deras turun di kawasan hulu, air langsung dapat terserap dan tertampung di waduk tersebut.

Selain itu, pemerintah juga membangun tanggul sepanjang daerah aliran sungai dari Kecamatan Nguter Sukoharjo hingga Jurug Solo yang berjarak sekitar 30 kilometer.

Tanggul ditinggikan satu meter dengan lebar lima meter dan jalan dibuat beraspal sebagai sarana petugas mengontrol kondisi sungai setiap saat.

Ia mengakui, air Bengawan Solo yang terlihat keruh saat ini karena terjadi erosi di kawasan hulu dan tengah aliran sungai itu. Sungai itu juga sering kali menjadi tempat warga membuang sampah dan sejumlah industri membuang limbah produksinya.

"Kami sudah ada laporan titik-titik terjadinya pencemaran air Bengawan Solo, sehingga kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk sosialisasi agar masyarakat ikut menjaga kualitas air sungai," katanya.

Pada kesempatan itu ia juga mengatakan bahwa pada masa lampau masyarakat menggunakan perahu sebagai sarana transportasi. Tetapi kini mereka telah meninggalkan perahu itu seiring dengan kemajuan zaman.

Sekretaris Badan Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Surakarta, Sulistyowati, mengemukakan, fungsi Sungai Bengawan Solo harus dikembalikan melalui rehabilitasi total dari hulu hingga ke hilir.

Anda mungkin tidak mempertimbangkan segala sesuatu yang baru saja Anda baca untuk menjadi informasi penting tentang beita baru. Tapi jangan kaget jika Anda menemukan diri Anda sendiri mengingat dan menggunakan informasi ini dalam beberapa hari mendatang.

Konservasi atas kawasan hulu Bengawan Solo di Wonogiri perlu dilakukan karena kawasan itu sebagai resapan air hujan sehingga air tidak langsung mengalir ke hilir dan mencegah banjir.

"Sesuai UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Lingkungan Hidup, bahwa di daerah hulu harus bisa menyerap air hujan sekitar 75 hingga 95 persen. Di daerah tengah air dapat diserap sekitar 50 hingga 70 persen. Kalau hal itu dilakukan, banjir Bengawan Solo tidak akan terjadi," katanya.

Sepanjang daerah aliran Sungai Bengawan Solo yang telah menjadi permukiman, katanya, berdampak terjadinya banjir dan tanah longsor.

Ia menjelaskan, masyarakat yang bermukim di daerah aliran sungai sering dilanda banjir. Mereka direlokasi ke daerah yang lebih aman.

Pemerintah daerah setempat menata kembali kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo di wilayah Solo yang telah ditinggalkan warga karena menyadari pentingnya mengikuti program relokasi.

Pemerintah membangun kawasan itu sebagai taman dan hutan kota.

"Proyek penataan kembali kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo sebagai taman dan hutan kota dilakukan di Pucang Sawit, Kecamatan Jebres yang untuk tahap pertama menghabiskan dana sekitar Rp296 juta," katanya.

Kawasan tersebut oleh pemerintah daerah rencananya dibangun fasilitas olahraga dan bersantai masyarakat.

Relokasi

Sejak banjir besar Bengawan Solo pada tahun 1966, pemeritah pusat dan daerah terus melakukan penanggulangan banjir, termasuk relokasi warga dari sepanjang bantaran.

Pemerintah Kota Surakarta telah merelokasi warga di enam kelurahan di bantaran Sungai Bengawan Solo. Hingga awal Juni 2010, realisasinya mencapai 966 rumah.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pemkot Surakarta, Widdi Srihanto, mengatakan, sasaran relokasi itu sebanyak 1.571 unit rumah warga tetapi realisasnya hingga saat ini sebanyak 966 rumah dan hingga saat ini masih tersisa 605 rumah.

"Dari 605 rumah warga di bantaran yang belum terealisasi, 525 unit yang merupakan tanah hak milik, 16 unit masih dalam proses administrasi mencairan bantuan relokasi, dan 64 unit dinyatakan gugur karena tidak dapat memenuhi persyaratan," katanya.

Ia menjelaskan, pemilik 966 rumah yang telah direlokasi ke daerah aman mendapatkan bantuan berupa dana senilai Rp8,5 juta setiap rumah untuk pembangunan. Pemkot setempat juga memberikan bantuan senilai Rp12 juta per rumah untuk pengadaan tanah.

"Dana bantuan pembangunan rumah bagi warga bantaran dari APBN dan pembelian tanah relokasi dari APBD. Jadi totalnya mereka dapat Rp20,5 juta per rumah," katanya.

Realisasi program relokasi rumah bantaran di enam kelurahan di Kota Surakarta yakni Pucang Sawit sebanyak 268 unit, Sewu 213 unit, Sangkrah 108 unit, Semanggi 159 unit, Joyosuran 47 unit, dan Jebres 171 unit.

Enam kelurahan tersebut, kata dia, merupakan daerah banjir akibat luapan Bengawan Solo. Pemkot berupaya melindungi warganya di daerah bataran dengan merelokasi mereka ke wilayah yang lebih aman.

Ia mengatakan, program hibah pemkot pascabanjir Bengawan Solo tahun 2007 untuk relokasi rumah warga bantaran dengan prioritas pembangunan permukiman.

Seorang warga RT3/RW7 Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, Wawan, mengatakan, pemkot telah merelokasi 213 rumah di kampung itu dan hingga saat ini masih tersisa tujuh rumah karena pemiliknya belum bersedia pindah.

Banjir Bengawan Solo tahun 2007, katanya, mengakibatkan sebanyak 363 rumah terendam air dan 30 unit di antaranya berada di daerah paling rendah.

Warga setempat, katanya, masih berharap realisasi pembangunan rumah pompa agar luapan Bengawan Solo yang mungkin terjadi sewaktu-waktu bisa dipompa dan dialirkan ke anak sungai itu.

"Jika rumah pompa sudah dibangun, banjir akibat luapan Bengawan Solo di kampung dapat diatasi," katanya.

Berbagai upaya ditempuh agar air Bengawan Solo mengalir sampai jauh, seakan seiring dengan alunan tembang keroncong karya sang maestro itu.***3***

B018/J006

Saya harap membaca informasi di atas adalah menyenangkan dan pendidikan baik untuk Anda. Proses belajar Anda harus terus-menerus - semakin Anda mengerti tentang subjek apapun, semakin Anda akan dapat berbagi dengan orang lain.

Tuesday, June 1, 2010

Berburu Mafia Atau Narkoba?

Bayangkan waktu berikutnya Anda bergabung dengan diskusi mengenai beita baru. Ketika Anda mulai berbagi kata kunci% menarik% fakta di bawah ini, teman-teman Anda akan benar-benar takjub.
Dumai (ANTARA News) - Pihak kepolisian terus berusaha memburu para manusia berwatak jahat yang menjadi otak dan pelaku peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di Riau khususnya di kota mutiara pantai sumatera, Dumai. Kepala polisi Resort Kota (Kapolresta) Dumai, AKBP Hersadwi Hendarso, beserta instansi lokal dan vertikal seperti Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan laut (AL) turut mengajak peran serta warga dari berbagai lapisan untuk aktif memberantas narkoba. Namun hal itu masih sangat minim. Sebab bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Dumai yang mencapat 350 ribu jiwa, hanya segelintir yang mau memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

Hal itu seperti yang diungkapkan Kapolresta melalui data berita acara pengaduan (BAP). Dalam setahun belakang, hanya ada sekitar 2-5 kasus pengaduan barang haram tersebut.

"Untuk memberantas narkoba tidak hanya bisa diserahkan kepada polisi saja. Sebab semua elemen harus ikut peduli dalam menekan peredaran narkoba. Apalagi dampak negatif narkoba sangat besar bagi penggunanya," ujar Kapolresta Dumai, AKBP Hersadwi Hendarso, Minggu.

Dikatakan Hersadwi, narkoba akan menyebabkan penggunanya idiot. Mereka akan selalu berhalusinasi, mengerjakan hal-hal negatif hingga berujung dengan kematian.

"Apabila kecanduan, para pengguna narkoba akan melakukan apa saja agar dapat mengonsumsi narkoba. Termasuk mencuri, merampok, bahkan melakukan kekejian seperti pembunuhan," ungkapnya.

Maraknya pengguna narkoba, menurut Hersadwi karena warga senang mencoba kepada hal-hal negatif. Sehingga dijadikan trend bagi warga khususnya kaula muda.

"Selain itu, akses ke Kota Dumai yang dapat dilalui dengan jalur apa saja, baik udara, laut, dan darat, dapat memudahkan Narkoba menjadikan Dumai sebagai kota transit sebelum diedarkan keberbagai daerah lainnya, seperti Pekanbaru, Rokan Hilir, Bengkalis, bahkan hingga keluar Provinsi Riau seperti palembang, Medan, dan jambi," jelasnya.

Ia menerangkan, dilarangnya Narkoba dikonsumsi secara bebas adalah karena akan menghancurkan sistem normal dalam tubuh manusia, dan menimbulkan kecanduan hingga berujung kematian.

"Penggunannya harus sesuai petunjuk dokter dan pada kasus tertentu saja," tutur Hersadwi.


Hukuman mati

Pemerintah sudah mengesahkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 (UU 35/2009) tentang Narkotika disahkan sejak 12 Oktober 2009. Munculnya UU 35/2009, menggantikan dua UU sekaligus, UU 5/2007 tentang Psikotropika dan UU 22/1997 tentang Narkotika.

Akan tetapi pihak kejaksaan di Indonesia pada umumnya sampai saat ini belum seksama menggunakan UU itu, berdalih masih tahap sosialisasi. Pun demikian sejak 1 Januari 2010 sesuai data Kejaksaan Agung, sudah mulai menerapkannya. Narkoba, merupakan singkatan dari kata narkotika dan obat-obat terlarang.

Pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mulai memberlakukan UU 35/2009 tentang Narkotika mulai 1 Januari 2010. Mengutip siaran resmi Polri, UU Narkoba yang baru ini sudah disahkan sejak 12 Oktober 2009 lampau.

Di UU Narkotika yang baru ini, paling penting adalah menghilangkan kategori "pemakai" dan "pengedar" narkoba. Siapa saja yang kedapatan membawa narkoba di atas 5 gram, dapat terancam hukuman mati!

Terkait diberlakukannya UU Narkotika yang baru itu, sejumlah pengguna dan pengedar narkoba di atas 5 gram yang berada di tahanan di lingkungan Polda Kalbar, berarti terancam hukuman mati.

Di UU Narkotika yang baru juga menerangkan, tertangkap tangan membawa narkotika di bawah 5 gram, terancam hukuman 4 hingga 5 tahun penjara. Paling penting lagi di UU Narkotika yang baru, sudah diberlakukan hukuman minimal 4 tahun disertai denda yang cukup tinggi.

Denda itu berupa uang Rp 500 juta, kalau tidak mampu membayar, maka diganti dengan hukuman penjara 2 tahun. Berarti kalau orang miskin bin melarat (maksudnya tak punya duit Rp 500 juta ke atas) tertangkap tangan membawa narkotika di bawah 5 gram, harus ikhlas dipenjara minimal 6 tahun!

Memang galak bin ganas UU Narkotika yang baru ini kawan! Mau tau keganasan beberapa pasalnya lagi? Di UU Narkotika yang baru tidak ada lagi perbedaan hukuman antara Pengguna Narkotika dan Psikotropika!

Psikotropika dan narkotika semuanya menjadi golongan l. Maka jangan main-main lagi dengan yang namanya sabu-sabu, heroin, morfin dan kawan-kawannya kawan.

Perbedaan juga terdapat pada penyisihan barang bukti (BB), kalau sebelumnya hanya boleh untuk pembuktian dan pengembangan ilmu dan pengetahuan, saat ini bertambah untuk pendidikan dan latihan. Buat Fakultas Kedokteran Untan, ya anggap saja aman kalau untuk penelitian.

UU ini juga mengatur tentang penguatan lembaga Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai lembaga pemerintah non-departemen yang memiliki kewenangan menyelidik, menyidik, mempercepat pemusnahan barang bukti, dan menyadap pihak yang terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.


Para Pelaku Pengedar Narkoba

Dilain kesempatan, Kasat Reskrim Polresta Dumai, AKP Heriwiyawan menguraikan, dalam kurun waktu enam bulan terakhir, pihaknya bersama instansi vertikal Bea dan Cukai Dumai berhasil mengamankan kiloan Narkoba jenis sabu-sabu.

Penangkapan pertama ditahun 2010 dilakukan pada hari Sabtu tertanggal 30 Januari. Pihak Polresta bersama Bea dan Cukai Dumai berhasil menggalkan penyelundupan sabu-sabu sebesar 174 gram senilai Rp348 juta yang dibawa MR warga Pekanbaru.

Selang waktu 24 jam setahnya, Minggu, 31 januari 2010, tepat sekitar pukul 14.30 WIB Bea dan Cukai Dumai kembali menggagalkan penyeludupan ekstasi sebanyak 1000 butir dan 107 gram ketamine senilai Rp3,2 miliar lebih.



Berdasarkan pengakuan tersangka yang disampaikan Heriwiyawan, barang haram itu dibawa seorang pria berinisial ES (32) warga Bagansiapi-api dari Port Klang, Malaysia dengan menggunakan Kapal Indomal 3.

Uraian jaringan peredaran Narkoba di Dumai tidak terputus disitu, berjarak sekitar dua pekan klemudian, tepatnya pada 12 Februari 2010, kembali petugas Bea dan Cukai mengagalkan penyeludupan sabu-sabu seberat 3,252 kilogram yang juga berasal dari negeri Jiran, Malaysia, dengan nilai yang mencapai Rp 6 Miliar lebih.

Penangkapan itu terjadi saat tim Bea dan Cukai Dumai melakukan pengawasan terhadap sejumlah penumpang yang turun dari kapal ferry Expres 1 dari Portlang Malaysia. Petugas mencurigai salah seorang penumpang pria warga negara Indonesia bernama Razali Puteh (45) dengan nomor paspor B483628.

Setelah dilakukan pengamatan melalui mesin sinar X, ditemukan indikasi barang lain di dalam tas pakaian Razali. Untuk mengetahui secara pasti barang tersebut, Razali kemudian diamankan dan di dalam tas tersangka ditemukan 30 paket yang berisi sekitar 3,252 Kg serbuk kristal yang diyakini sebagai Narkoba jenis sabu-sabu.

Dari rentetan tiga kasus serupa tersebut, selama empat bulan kedepan polisi Dumai terus melakukan upaya pengawasan intensif diseputaran pelabuhan Dumai serta ruang lingkup masyarakat.

Sikap perang Polisi Dumai tersebut membuahkan hasil dengan menangkap sejumlah tersangka pemakai dan pengedar Narkoba kelas teri dengan barang bukti yang bernilai kecil disejumlah titik kota dan pedesaan setempat sebelum kemudian disusul dengan penangkapan seorang tersangka pembawa 3,25 kilogram opium bahan dasar sabu-sabu senilai 6,5 Miliar pada 30 Mei 2010 yang menggemparkan publik Indonesia.

Humas Bea dan Cukai Evy Suhartantyo dalam keterangannya di Jakarta, mengatakan, bahan berbahaya tersebut sebelumnya juga dibawa dari Malaysia oleh seorang wanita bernama Ernawati berusia 32 tahun.

Ia menambahkan tersangka tiba dari Malaysia pukul 12.30 WIB menggunakan kapal ferry Indomal Express 8, dengan rute Malaka menuju Dumai.

Modus operandi yang digunakan tersangka dalam melancarkan aksinya adalah opium tersebut disimpan di dinding tas koper guna mengelabuhi petugas Bea dan Cukai serta pihak aparat kepolisian yang sedang melakukan pengawasan tertib.


Segitiga Emas

Pihak berwenan antara dua negara itu tidak mampu mengontrol kendali atas kawasan Segitiga Emas, karena diduga para petinggi militer maupun kepolisian mendapat jatah dari keuntungan perdagangan opium dunia. Beberapa jenderal maupun politisi yang mencoba mengusik tempat itu, kebanyakan berujung dengan kematian misterius.

Berdasarkan penelursuran, segitiga emas merupakan salah satu dari dua bidang utama Asia memproduksi opium gelap dari wilayah sekitar 950.000 kilometer persegi (km2) yang tumpang tindih pegunungan empat negara Asia Tenggara (Myanmar, Vietnam, Laos, dan Thailand), lebih tua dari kawasan Bulan Sabit Emas (Afghanistan-Pakistan). Tanah Segitiga Emas menjadi daerah penghasil opium paling luas di Asia dan dunia sejak tahun 1920-an.

Sebagian besar heroin dunia datang dari Segitiga Emas sampai beberapa tahun ini ketika Afghanistan menjadi produsen terbesar di dunia. Segitiga Emas juga menunjuk pertemuan Sungai Ruak dan sungai Mekong, karena istilah tersebut telah disesuaikan oleh industri pariwisata Thailand untuk menggambarkan persimpangan terdekat Thailand, Laos, dan Myanmar.

Sebuah penyelidikan empat tahunan, menyimpulkan Perusahaan Nasional Minyak dan Gas Enterprise Myanmar (MOGE), saluran utama untuk pencucian uang pendapatan heroin diproduksi dan diekspor di bawah kendali tentara Myanmar.

Heroin dari Asia Tenggara paling sering dibawa ke Amerika Serikat oleh kurir, biasanya orang Thailand, AS, dan Hong Kong yang bepergian via penerbangan komersial. California dan Hawaii merupakan titik masuk utama AS untuk heroin Segitiga Emas.

Sementara kelompok Asia Tenggara telah berhasil dalam perdagangan heroin ke Amerika Serikat, awalnya mereka mengalami kesulitan mengatur jalan tingkat distribusi. Namun, dengan penahanan penyelundup Asia di penjara Amerika selama tahun 1940, kontak antara tahanan Asia dan Amerika dikembangkan. Kontak ini telah mengizinkan trafficker Asia Tenggara mengakses ke geng dan organisasi mafia untuk mendistribusikan heroin di tingkat ritel.

Sedangkan di Indonesia, kurir Segitiga Emas yang sebelumnya dinyatakan kurang mampu untuk melalui jalur Sumatera karena pesisir dikuasai geng ganja asal Aceh yang sukar dibasmi, namun kini, sejak tahun 1990-an, sudah mulai beraksi karena kian menyempitnya ruang mafia Narkoba jenis ganja di wilayah tersebut.

Hal itu dipermudah lagi dengan jarak antara dua negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang dekat hingga dalam tempuh perjalanan jalur laut, hanya memakan waktu sekitar 6 jam serta persaingan maskapai penerbangan Asia, menjadikannya harga murah untuk ulang-alik antara Indonesia-Malaysia Timur ke negara-negara Segitiga Emas.

Ditambah lagi Kota Dumai dengan jalur pelabuhan tikus yang tidak terpantau dengan rutin oleh petugas pemerintahan sehingga hilir mudik kapal dengan barang bawaan yang tidak jelas kerap luput dari pemeriksaan intensif.


Masakan opium

Narkotika awalnya berasal getah bahan baku narkotika yang diperoleh dari buah candu. Opium merupakan tanaman semusim yang hanya bisa dibudidayakan di pegunungan kawasan subtropics, kalau di Indonesia harus di pegunungan (karena kondisi kawasan Indonesia tropis) supaya dapat hawa dingin tapi jangan sampai daerah bersalju.

Cara memproduksinya, buah opium dilukai dengan pisau akan mengeluarkan getah kental berwarna putih. Setelah kering dan berubah warna menjadi cokelat, getah ini dipungut dan dipasarkan sebagai opium mentah.

Opium mentah ini bisa diproses secara sederhana hingga menjadi candu siap konsumsi. Kalau getah ini diekstrak lagi, akan dihasilkan morfin, kalau diekstrak lebih lanjut akan menghasilkan heroin. Limbah ekstrasi ini kalau diolah lagi akan menjadi narkotik murah seperti sabu-sabu.

Tanaman opium yang berasal dari kawasan pegunungan Eropa Tenggara ini sekarang telah menyebar sampai ke kawasan Bulan Sabit (perbatasan Afganistan-Pakistan) dan Segitiga Emas.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, Afganistan saat ini merupakan penghasil opium terbesar di dunia yang mencapai 87 persen, karena perang saudara, dan makin parah usai pendudukan tentara asing pimpinan Amerika Serikat. Urutan produsen kedua dipegang kawasan Segitiga Emas.

Di Indonesia, bunga opium yang banyak ditanam di kawasan pegunungan seperti Cipanas (Jabar), Bandungan (Jateng), Batu (Jatim) tidak menghasilkan narkotika karena kondisi suhu yang berbeda hingga mempengaruhi hasil tanam yang dapat menetralisir zat berbahaya tersebut.

Dari uraian tulisan di atas, dua unsur antara Mafia dan Narkoba, manakah yang sedang kita buru? (Ant/K004)

Mengetahui cukup tentang beita baru untuk membuat padat, pilihan informasi pemotongan di atas faktor ketakutan. Jika Anda menerapkan apa yang baru saja Anda pelajari tentang beita baru, Anda seharusnya tidak perlu khawatir.

Siapa Sajakah Penumpang Mavi Marmara?

Apakah Anda pernah merasa seperti Anda tahu hanya cukup tentang beita baru menjadi berbahaya? Mari kita lihat apakah kita dapat mengisi sebagian dari celah dengan info terbaru dari beita baru ahli.
Jakarta (ANTARA News) - Kampanye kemanusiaan terbesar menembus blokade Israel ke Palestina di Gaza, "Flotilla Perdamaian Gaza", dilancarkan sekitar 600 aktivis pro Palestina seluruh dunia, yang 27 diantaranya adalah orang-orang terkemuka dari Inggris. Beberapa diantaranya adalah nama terkenal di dunia. Mereka itu sastrawan, sutradara film, politisi, dan wartawan dari Eropa, Timur Tengah, Amerika Serikat dan Kanada.

Di antara yang paling beken adalah Henning Mankell, pengarang serial novel kriminal laris, Wallander.

Mankell berencana berbicara pada Festival Hay, Sabtu malam lalu, dan akan disiarkan langsung, tetapi tidak jadi karena koneksi satelit tiba-tiba hilang.

Orang terkenal lainnya yang turut dalam flotilla itu adalah Huwaida Arraf, warga AS beribu Palestina dan berbapak Arab Israel.

Arraf adalah pendiri International Solidarity Movement pada 2001, yang mengampanyekan penentangan terhadap aksi Israel di Tepi Barat dan Gaza. Dia ada di kapal flotilla perdamaian lainnya, "Challenger."

Orang kesohor lainnya yang serta dalam kampanye perdamaian itu adalah peraih Hadiah Nobel Perdamaian bidang sastra Maired Corrigan-Maguire.

Maired adalah pendiri LSM Peace People di Irlandia Utara dan veteran dari kampanye-kampanye flotilla ke Gaza sebelumnya.

Tahun lalu dia dipenjarakan oleh Israel setelah sebuah flotilla (armada damai) dihentikan dan diseret Israel.

Wartawan asal Glasgow, Skotlandia, yang juga pembuat film dokumenter Hassan Ghani (24), ikut menumpangi Mavi Marmara, kapal laut Turki yang diserang tentara Israel itu.

Dialah yang menyiarkan penyerangan pasukan komando Israel ke kapal itu, untuk PressTV.

Dalam satu cuplikan tayangan video di YouTube, Ghani melaporkan:

"Ini MC Marmara, Hassan Ghani melaporkan untuk PressTV. Di depan kami sejumlah orang terluka, salah seorang diantaranya kritis. Dia terluka di kepalanya dan kami perkirakan dia bakal meninggal jika tidak secepatnya mendapatkan perawatan. Korban lain di depan saya berdiri ini terluka parah. Kami dilempari gas air mata dan granat kejut. Kami dikelilingi kapal-kapal perang (Israel). Kami diserang dari segala penjuru. Ini (tempat kami berada) perairan internasional, bukan perairan Israel, tidak masuk zona terlarang 68 mil. Kami telah diserang dengan amat ilegal di perairan internasional."

Ayahnya, Haq Ghani, adalah pengusaha yang menjalankan bisnis jasa informasi yang islami bernama Noah's Ark (Bahtera Nuh)

Kepada BBC, dia mengaku telah menanyai Departemen Luar Negeri Inggris mengenai nasib anaknya, tapi Deplu Inggris itu tidak menjawab sepatah pun kata.

Sandra Law, ibu dari Alex Harrison, perempuan Inggris berusia 31 tahun yang menumpang Challenger, mengatakan bahwa Departemen Luar Negeri Inggris telah menolak mentah-mentah untuk memberikan informasi atau bantuan untuk anaknya itu.

"Mereka mempersulit kami. Kami menelepon mereka malam lalu untuk mengatakan bahwa flotilla telah diancam oleh Angkatan Laut Israel. Mereka benar-benar menolak membantu kami. Saya sungguh mencemaskan nasib Alex. Kami tidak tahu apa yang telah menimpanya. Namun Alex memang pembela hak asasi manusia berpengalaman dan sangat tepa salira."

Orang-orang Inggris lainnya yang diyakini ikut Marmara adalah wartawan Jamal Elshayyal, produser televisi berusia 25 tahun dari Al-Jazeera seksi Bahasa Inggris.

Dengan berani dia menyiarkan momen dramatis saat kapal perang Israel mengepung Marmara.

Selain itu ada Kevin Ovenden, anggota Yayasan Viva Palestina yang juga menumpang Mavi Marmara.

Jika Anda tidak memiliki rincian yang akurat mengenai beita baru, maka Anda mungkin bisa membuat pilihan yang buruk pada subjek. Jangan biarkan hal itu terjadi: terus membaca.

Kemudian Denis Healey, yang menakhodai armada-armada flotila sebelumnya, lalu Theresa McDermot dari Edinburgh dan Sarah Colborne, Direktur Kampanye pada "Palestine Solidarity Campaign."

International Solidarity London mengirimkan Fatima Mohammed. Dia juga menumpang Mavi Marmara. Masih ada lagi Alexander Evangelou, Hasan Nowarah, dan Gehad Sukker " manajer restoran cepat saji pizza dari Altrincham di Cheshire yang asli orang Gaza.

Kemudian masih ada Peter Venner dari Ryde di Pulau Wight, yang melaut bersama kekasihnya, Rachel Bridgeland.

Juru bicara Deplu Inggris menolak mengonfirmasi keberadaan mereka, bahkan untuk sekedar memastikan berapa warga Inggris yang ikut flottila perdamaian ke Gaza itu.

Caoimhe Butterly, aktivis perdamaian dari Irlandia yang pernah tertembak dan terluka di Tepi Barat pada 2002 setelah nekad menghalangi laju tank-tank Israel, juga menaiki Marmara.

Dari Jerman, tiga orang pemimpin parlemen, masing-masing Annette Groth, kepala kebijakan HAM, Inge Höger yang adalah anggota komisi pertahanan dan kesehatan, dan Norman Paech yang juga profesor hukum pidana di Hamburg, juga ada di Mavi Marmara.

Mereka kabarnya, menumpang kapal itu bersama dua anggota parlemen Israel Knesset dari Arab Israel, yang salah satunya adalah Haneen Zoubi, warga negara Israel.

Laman Free Gaza Movement mengeluarkan daftar para aktivis yang ikut flotilla. Mereka berasal dari Belanda, Belgia, AS, Irlandia, Inggris, Yunani, Polandia, Palestina dan Jerman.

Sebagian besar mereka berada di kapal Turki Mavi Marmara, termasuk aktivis Raed Salah yang dibebaskan bulan ini setelah dinyatakan terlibat dalam kerusuhan Yerusalem pada 2007.

Penumpang tertua di armada damai itu adalah David Schermerhorn (80), produser film dari Amerika yang karyanya diantaranya adalah "City of Ghosts."

Korban selamat Genosida Yahudi pada Perang Dunia Kedua, yang kini berusia 85 tahun, Hedy Epstein, di saat-saat terakhir memutuskan tidak turut dalam pelayaran kemanusiaan itu.

Epstein, yang kini tinggal di AS setelah meninggalkan negara kelahirannya Jerman pada 1939, sebelum kemudian orangtua dan keluarganya meninggal di kamp konsentrasi Nazi di Auschwitz, aktif membela Palestina.

Dia kini berkantor di Siprus, di salah satu markas Free Gaza Movement. Dia berusaha mencari tahu apa yang telah menimpa para penumpang flotilla yang diserang Israel itu.

Penumpang kapal perdamaian lainnya adalah Giorgos Klontzas, pelaut profesional asal Yunani, dan aktivis Palestina Lubna Masarwa.

Ewa Jasiewicz, aktivis Polandia dan wartawan lepas, yang tahun lalu ikut menyumbang koran The Guardian untuk testimoni grafikal mengenai pengalamannya di Gaza saat dibombardemen Israel, juga ada di Marmara.

Media asing lainnya yang turut dalam kapal itu adalah termasuk wartawan terkenal Pakistan, Syed Talat Hussain dari Televisi Aaj, yang pergi bersama wartawan Pakistan lainnya, Raza Mahmood Agha.

Indonesia sendiri ikut dalam kampanye damai yang dituduh Israel hendak mendelegitimasi sanksi terhadap Gaza itu. Mereka adalah para aktivis kemanusiaan dari MER-C dan sejumlah wartawan.

Dengan latar belakang penumpang kapal seperti itu, masuk akal tidak mereka menyerang pasukan khusus Israel? Sangat wajar kan dunia marah besar pada negara yang paling sering membuat ulah itu?
(*)

Guardian/Jafar Sidik

Jangan membatasi diri Anda sendiri dengan menolak untuk mempelajari rincian tentang beita baru. Semakin banyak Anda tahu, akan lebih mudah untuk berfokus pada apa yang penting.

Friday, May 28, 2010

Oligarki dan Politik Elitis Membelah Thailand

Satu-satunya cara untuk mengikuti berita terakhir mengenai beita baru adalah untuk terus-menerus tinggal di mencari informasi baru. Jika Anda membaca segala sesuatu yang Anda temukan tentang beita baru, maka tidak butuh waktu lama bagi Anda untuk menjadi otoritas yang berpengaruh.
Jakarta (ANTARA News) - Kaus Merah mulanya hanya sebagai ungkap protes kaum miskin Thailand, namun kemudian berubah menjadi gerakan massa dari mereka yang menolak budaya politik elitis di negeri itu. Pembersihan perkemahan kelompok oposisi pekan lalu tidak menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat bangsa yang sudah terbelah itu.

Gerakan itu tidak lagi terdiri dari kaum tani dan buruh dari utara negeri tersebut, tetapi juga melibatkan pengusaha, mahasiswa dan kelas menengah Thai.

Mereka menentang budaya politik yang sedang berlaku di Thailand, sekaligus melawan pengaruh militer dan kaum elite perkotaan.

Kaus Merah sendiri tidak mempunyai struktur komando yang jelas.

Gerakan perlawanan itu menjadi magnet bagi kaum tersisih yang kebanyakan mendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra dan mereka yang merasa disisihkan oleh jaringan kekuasaan di Bangkok, yaitu sebuah sistem di mana lulusan sekolah swasta dan akademi militer mendominasi semua posisi penting di negeri tersebut.

Mereka dipersatukan oleh kemarahan terhadap pemerintahan pimpinan Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva yang tidak dipilih rakyat, namun hanya oleh parlemen menyusul intrik mencurigakan dari militer.

Mereka dipersatukan oleh satu musuh bersama: kelompok prostatus quo Kaus Kuning yang merupakan aliansi kaum birokrat dengan kelas atas perkotaan yang menempatkan diri sebagai pembela setia monarki.

Militer terbelah

Thailand tidak hanya berjuang demi terselenggaranya sebuah pemilu baru, namun juga berjuang untuk mempertahankan kelangsungan bangsa itu sendiri.

Penduduk, tentara, bahkan monarki telah terbelah sikapnya.

Raja Bhumibol, yang berkuasa sejak 1946, tetap bungkam, sedangkan sang istri condong memihak Kaus Kuning, sebaliknya Putera Mahkota cenderung bersimpati kepada Kaus Merah.

Waktu terbaik untuk belajar tentang beita baru adalah sebelum Anda berada di tengah-tengah hal. Bijaksana pembaca akan terus membaca untuk mendapatkan yang berharga beita baru pengalaman selagi masih gratis.

Perpecahan akut di tubuh militer terlihat jelas manakala Mayjen Khattiya Sawasdipol dibebastugaskan karena berpihak pada kelompok antipemerintah.

Kematiannya oleh peluru dari penembak gelap, membuatnya menjadi martir bagi para pengikut Kaus Merah.

Bahkan Kepala Staf AD Thailand Jenderal Anupong Paochinda melangkah ragu. Awalnya dia mendukung pemilu baru seperti dituntut demonstran, namun berbalik mendukung PM Abhisit lewat pernyataan yang disiarkannya di sebuah saluran televisi.

Negeri itu juga terbelah karena parpol-parpol Thailand didominasi orang-orang berpengaruh yang fondasi kekuasaannya dibangun di atas perkoncoan (kronisme). Dan Thaksin termasuk di antara itu.

Pers gagal

Adalah soal kemiskinan struktural yang membuat masa depan Thailand terlihat begitu suram.

Itu dicirikan oleh tentara yang selalu menginterveni urusan politik (Thailand dilanda 18 kali kudeta sejak 1932), mahkamah konstitusi yang semestinya netral tetapi malah membiarkan diri dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan politik, dan penduduk yang dituntut loyak kepada raja, bukan kepada konstitusi.

Pers juga gagal mengemban perannya untuk menyampaikan keadaan bangsanya kepada publik.

Menghina kerajaan bisa berakibat dipenjara, dan ini tidak mendapat perhatian media.

Alih-alih teratasi, krisis Thailand malah menyebar ke mana-mana.

Jika pemilu baru benar-benar diwujudkan tahun ini, maka Kaus Merah akan berkuasa kembali, sementara Kaus Kuning kalah untuk kemudian giliran melancarkan protes jalanan. Begitu seterusnya. Itulah kalau bangsa sudah terbelah. (*)

sumber: der spigel/jafar sidik

Tentu saja, tidak mungkin untuk meletakkan segala sesuatu tentang beita baru menjadi hanya satu artikel. Tetapi Anda tidak dapat menyangkal bahwa Anda baru saja menambahkan pemahaman Anda tentang beita baru, dan itu menghabiskan waktu dengan baik.