Saturday, February 13, 2010

"Vodka, Cinta dan Bunga" Cerita di Tengah Rusia

Satu-satunya cara untuk mengikuti berita terakhir mengenai beita baru adalah untuk terus-menerus tinggal di mencari informasi baru. Jika Anda membaca segala sesuatu yang Anda temukan tentang beita baru, maka tidak butuh waktu lama bagi Anda untuk menjadi otoritas yang berpengaruh.
London (ANTARA News) - Meskipun sudah bermetamorfosa hampir dua dasawarsa, sebagian masyarakat Astaga.com lifestyle on the net memiliki kesan bahwa Rusia adalah Uni Soviet. Buku "Vodka, Cinta dan Bunga: Rusia Kontemporer" goresan M. Aji Surya dan Khoirul Rosyadi bertutur tentang Rusia Astaga.com lifestyle on the net yang eksotik, patriotik dan penuh kejutan dengan bahasa yang enak dikunyah.

Bedah buku "Vodka, Cinta dan Bunga: Rusia Kontemporer" yang dilaksanakan di LKBN ANTARA berlangsung meriah dan dihadiri tidak saja kalangan umum dan media masa, tetapi juga beberapa anggota DPR.

Dirut LKBN ANTARA, Dr. Ahmad Mukhlis menyambut hangat buku-buku Astaga.com lifestyle on the net yang mencerahkan. Adapun pembahas buku ini adalah dua akademisi kawakan, Prof. Dr. Davidescu SP Cristiana Victoria Marta dari Unpad dan Prof. Dr. Jeffry Alkatiri dari Universitas Indonesia.

Sang penulis, M. Aji Surya, diplomat tamatan Pesantren Gontor mengakui bahwa bukunya ini bukanlah telaah ilmiah, melainkan rangkaian tulisan yang bersifat pengamatan selama satu tahun di Rusia.

Dikatakannya bahwa sejak kedatangannya hingga saat ini, dirinya selalu saja dikejutkan dengan hal-hal eksotik yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Rusia kini, adalah sebuah planet Astaga.com lifestyle on the net yang berkembang pesat dengan segala dinamikanya yang informasi beasiswa luar negeri biasa.

Pengalamannya selalu membuat mulutnya berkata "wow" setiap hari. Perubahan besar dari satu ekstrem ke ekstrem lainnya yang terjadi pada negeri besar seperti Rusia memang menciptakan banyak keunikan.

Proses menuju titik yang diidealkan harus dilalui dengan masa transisi yang memunculkan decak kagum oleh siapapun. Rusia kini sudah demokratis, terbuka dan menganut pasar bebas serta berbagai budayanya yang tidak banyak diperbincangkan. "Saya terus terang terkena virus "wow" selama di Rusia," akunya.

Prof. Cristina memberikan apresiasi sangat tinggi atas terbitnya buku ini karena akan membukakan mata banyak orang bahwa Rusia kontemporer memiliki kekuatan yang layak diperhitungkan.

Sejujurnya, satu-satunya perbedaan antara Anda dan beita baru ahli adalah waktu. Jika Anda akan berinvestasi sedikit lebih banyak waktu dalam membaca, Anda akan lebih dekat ke status ahli ketika datang ke beita baru.

Dengan bahasa yang mudah dicerna dalam aneka cerita cerita dewasa yang dialami oleh dua penulis, buku ini akan memberikan kontribusi bagi pemahaman akan Rusia baru. "Vodka, Cinta dan Bunga adalah tiga simbol yang sangat tepat bagi Rusia. Jangan salah, vodka adalah simbol persahabatan dan keakraban," ujarnya.

Sementara itu, Prof. Jeffry Alkatiri mencatat, tulisan berbentuk features bersubstansi semacam buku ini Astaga.com lifestyle on the net ada ada lima buah di Astaga.com lifestyle on the net yang utamanya dibuat oleh para jurnalis.

Terbitan pertamanya pada kisaran tahun 1950an dan yang paling gres ya Vodka, Cinta dan Bunga. Buku ini muncul di tengah-tengah sedikitnya karya-karya tulisan tentang Rusia kontemporer.

Kekuatan buku ini, kata Jeffry, karena kedua penulis bisa masuk pada komunitas-komunitas tertentu yang tidak sulit ditembus oleh penulis sebelumnya.

Selain itu, banyak hal-hal yang kelihatannya sepele berhasil dikupas secara relatif dalam dengan bahasa yang renyah. "Sangat menarik bagaimana penulis memaparkan misalnya tentang Islam, natal di Rusia hingga pemakaman pada musim salju. Ini tentu barang baru," ujarnya.

Dalam diskusi selama dua jam lebih itu, masalah patriotisme dan nasionalisme Rusia mendapatkan sorotan. Disebutkan, meskipun mengalami jatuh bangun sejak zaman Tsar hingga saat ini, masyarakat di sana tidak pernah melepaskan kebanggaannya sebagai bangsa besar bernama Rusia.

Berbekal ini pula, mereka selalu bisa bangun, bangkit dan menjadi besar lagi. Sebuah tauladan yang baik bagi negeri manapun juga.

Pada akhir pertemuan, M. Aji Surya mengingatkan bahwa bukunya tidak dimaksudkan menjadi arah Astaga.com lifestyle on the net bagi siapapun yang ingin mengetahui Rusia hari ini. Sebab memahami Rusia yang begitu besar dan kompleks tidaklah mudah.

"Membuat benang merah dari buku ini hanyalah membuat noktah kecil dalam lembaran besar sebuah negeri: Rusia. Setitik air di tengah lautan luas," katanya merendah.
(ZG/B010)

Tidak ada keraguan bahwa topik dari beita baru bisa menarik. Jika Anda masih memiliki pertanyaan yang belum terjawab tentang beita baru, Anda mungkin menemukan apa yang Anda cari di artikel berikutnya.

Cordova, Aduhai Mezquita ...

Semakin Anda memahami tentang subjek apapun, yang lebih menarik menjadi. Ketika Anda membaca artikel ini Anda akan menemukan bahwa subjek dari beita baru jelas bukan pengecualian.
Dari Madrid, melewati pegunungan dan kebun-kebun zaitun, sekitar empat jam, saya dan Ahmad Mukhlis Yusuf tiba di Cordova, kota yang menyimpan sejarah kegemilangan peradaban Islam. Selama  781 tahun (711-1492 M) Islam berkuasa di Spanyol. Dan, Cardova, merupakan ibu kota Spanyol pada masa itu. Inilah kota yang sejak lama ingin saya kunjungi, selain Granada dan Toledo: kota peradaban yang semakin dilupakan.

Jose, sopir yang membawa kami dari Madrid,  memarkirkan mobil tidak jauh dari mezquita. Warga Spanyol menyebut bangunan itu dengan nama La Mezquita de Cordoba, yang berarti Masjid Agung Cardova.

Namun kini nama sesungguhnya adalah The Cathedral of Cordoba. Masjid yang awalnya dibangun Khalifah  Abdurrahman I pada tahun 784 kemudian diteruskan khalifah berikutnya, telah berubah fungsi menjadi katederal. Bangunan fisiknya masjid, namun tidak dapat lagi digunakan untuk sholat.

Di gerbang mezquita, petugas menanyakan asal negara dan agama kami. Setelah diberitahu, ia meminta kami tidak sholat di dalam mezquita. Konon menurut staf KBRI, dua tahun lalu seorang anggota DPR-RI secara sembunyi-sembunyi mencoba sholat sunat, dan dihentikan. Sejak itu, pengawasan diperketat.

Bangunan ini di kelilingi tembok tinggi. Di informasi beasiswa luar negeri tembok, berdiri sejumlah restoran, kedai-kedai souvenir yang menjual baju-baju kaos, piring-piring hiasan dengan kaligrafi Allah dan Muhammad, dan rumah-rumah penduduk.

Masuk melalui pintu gerbang, terbentang taman besar, bernama Patio de Los Naranjos. Di taman ini tumbuh pohon-pohon jeruk, yang ketika kami kunjungi sedang berbuah. Di bagian lain, terdapat kolam-kolam buatan, yang dahulu digunakan untuk mengambil air wudhu.

Di salah satu pojok, berdiri menara yang menjulang tinggi. Berbeda dengan menara masjid umumnya, kini  di menara itu terdapat lonceng katederal.

Kami memasuki pintu bangunan utama yang dijaga dua petugas. Setelah karcis yang dibeli disobek dan kami diingatkan untuk tidak sholat di dalam, maka terbentanglah interior mezquita yang menakjubkan.

Tiang-tiang yang konon berjumlah lebih dari 500 berjejer dengan arsitektur yang rumit dan indah. Para ahli menyebut, interior mezquita ini mengikuti tradisi masjid-masjid pada masa Umayyah dan Abbasiyah. Ini mengingatkan saya pada tiang-tiang Raudah di Masjid Nabawi di Madinah. Begitu juga mihrab dengan berbagai kaligrafi. Ada cerukan tempat imam. Mihrab sangat indah ini, sayangnya dipagar besi. Cahaya juga redup. Mihrab ini menghadap Kabah, kiblat umat Islam.

Beberapa wisatawan asal China bergerombol di depan mihrab. Seorang dari mereka, mungkin pemandu wisata, terlihat seperti menjelaskan perihal mihrab dan sejarah mezquita ini. Tentu saya tidak tahu apa yang mereka katakan, apakah dia menjelaskan sejarah seperti isi buklet, yang menyebutkan The Islamic Intervention ""  bahwa mezquita ini adalah monumen sejarah penjajahan Islam?

Setelah mengambil beberapa foto, saya terus menyusuri bagian lain mezquita. Ada bangunan Astaga.com lifestyle on the net yang dibuat pada 1236, setelah masjid berubah fungsi menjadi katederal. Bangunan tambahan yang berada di dalam bangunan induk ini bernama El Santo, yang dibuat semasa Ferdinand III. Ini adalah tempat ibadah, kapel-kapel, seperti halnya gereja-gereja Katolik pada umumnya.

Selain itu, pintu-pintu yang berpilar, seperti masjid umumnya tempat sirkulasi udara dan cahaya dari informasi beasiswa luar negeri masuk, telah ditutup permanen layaknya katederal. Hanya menyisakan pintu masuk dan keluar.

Saya berdiri lama di informasi beasiswa luar negeri mezquita, di taman Los Naranjos yang teduh. Kolam-kolamnya tidak lagi berair. Tidak ada lagi orang-orang mengambil wudhlu dan butir-butir air di wajah dan tangan yang basah. Saya berdiri lama, membayangkan masa lalu bangunan ini, yang tidak pernah saya jumpai.

Setelah mengunjungi mezquita, kami menelusuri kota Cordova.  Tidak jauh dari mezquita, terdapat sinagog yang kesepian. Pada masa kekuasaan Islam, tempat ibadah kaum Yahudi ini dipertahankan.

Kota ini indah. Pohon-pohon kurma, zaitun, dan air mancur menghiasi kota tua ini.  Ada kawasan bernama Madina Azahara, yang teduh oleh pepohonan. Bangunan-bangunan rumah dan pohon-pohon kurma, memberi kesan kota ini mirip Madinah.

Sejarah Kegemilangan

Masjid Cordova ""  yang dinilai kalangan Islam dan Kristen sebagai keajaiban dunia lowongan kerja terbaru abad pertengahan ""  luasnya sekitar 23.400 meter persegi. Dahulu dirancang untuk menampung lebih dari 9.000 jamaah sholat. Dalam buklet The Cathederal of Cordoba, disebutkan  mezquita ini dibangun di atas gereja San Vicente pada tahun 785. Versi lain menyebutkan, masjid ini dibangun di atas situs Visigothic, kuil Romawi.

Pembangunannya dimulai pada pemerintahan Abdurahman I antara tahun 784 dan 786. Kemudian diperluas pada  Abdurahman II (833-852), Al-Hakam II (961-976), dan Al-Mansur (987).

Cordova "" dalam bahasa Arab disebut al-Qurtubah "" sebelumnya adalah ibu kota Spanyol. Negara ini dikuasai Kerajaan Gothia. Situasi ketika itu tidak stabil, termasuk pengusiran orang-orang Yahudi dan terjadinya pemaksaan agama.

Ini diperparah oleh perebutan kekuasaan setelah Raja Witiza meninggal. Putra Witizia merasa berhak menggantikan ayahnya, bukan justru Roderick, panglima perang Gothia. Menghadapi Roderick, Putra Witizia bersekutu dengan Graff Yulian, yang juga menjadi musuh Roderick.

Pada 705, Graff meminta bantuan Musa bin Nushair, gubernur Afrika Utara, yang berada di bawah kekhalifahan Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus, Suriah.

Informasi tentang beita baru disajikan di sini akan melakukan salah satu dari dua hal: baik itu akan memperkuat apa yang anda ketahui tentang beita baru atau akan mengajari Anda sesuatu yang baru. Keduanya hasil yang baik.

Atas persetujuan Khalifah Walid bin Abdul Malik, Musa mengirim tim pendahuluan beranggotakan 500 tentara yang dipimpin Tharif bin Malik. Pasukan ini sukses dan kembali ke Maroko, Afrika Utara.

Pada 711, Musa kembali mengirim 7.000 tentara, yang kali ini dipimpin Thariq bin Ziyad.  Sejarah mencatat, begitu pasukan mendarat di Spanyol, Thariq membakar semua kapal perang yang membawa mereka menyeberang. Dalam pidatonya, Thariq menyatakan kepada pasukannya,Musuh di depanmu, lautan di belakangmu. Silakan pilih mana yang kau kehendaki..

Pertempuran pun terjadi. Thariq yang memimpin sekitar 12 ribu orang, gabungan tentara suku Barbar dan tentara kiriman Khalifah Walid, menghadapi sekitar 100 ribu orang pasukan Raja Roderick. Dalam pertempuran di pinggir sungai Guadalquivir, Guadalete, Raja Roderick tewas.

Spanyol, yang kemudian dikenal dengan nama Andalusia, jatuh dalam kekuasaan Islam. Sukses Thariq itu hingga kini diabadikan sebagai nama selat Gibraltar, yang dalam bahasa Arab disebut Jabal Tariq, gunung Thariq, mengambil nama Thariq bin Ziyad.

Dari sini, Thariq terus melebarkan kekuasaan dengan menaklukan kota-kota penting, di antaranya Cordova, Granda, Sevilla, dan Toledo yang saat itu ibu kota kerajaan Gothik. Tidak sampai di situ, pasukan Thariq juga manguasai Narbonne, Prancis selatan.

Ini mendorong tentara Islam lainnya masuk menguasai Perancis tengah, di antaranya Avirignon, Lyon, bahkan sampai ke Rhoders, Cyprus, dan sebagian Sicilia, Italia, termasuk Sardinia.

Cordova dibangun mulai pada masa Abdurahman I (755 M). Keturunan Bani Umayyah ini membangun Masjid Agung Cordova yang indah dan megah, pengairan, arsitektur bermutu tinggi, dan sekolah-sekolah. Inilah awal munculnya peradaban baru, pusat ilmu pengetahuan yang sangat gemilang. 

Cordova menjadi kota utama di Eropa, di saat Paris dan kota-kota di Eropa lainnya masih belum diterangi lampu, penduduk tinggal berpindah-pindah, dan jalan-jalan dari tanah dan batu.

Pembangunan dilanjutkan Abdurahman II, Abdurahman III, Al-Hakam II, dan Al-Mansur hingga periode keruntuhan 1492. Inilah masa keemasan Islam, yang menyumbangkan peradaban yang tidak terhingga bagi dunia lowongan kerja terbaru modern, hingga hari ini. Pada masa ini, ketika negara-negara Eropa masih sangat redup, perpustakaan Cordova telah dikunjungi ratusan ribu orang.

Pada saat yang sama, perpustakaan Eropa hanya dikunjungi tak lebih seribu orang.
Manuskrip-manuskrip Yunani kuno, karya-karya Aristoteles, diterjemahkan peneliti-peneliti Arab dan diterjemahkan dalam bahasa Arab.

Dalam bidang filsafat, peneliti utama ketika itu, antara lain Ibnu Bajjah, yang dikenal dengan opusnya Tadbir Al-Mutawahhid. Tokoh yang hingga kini dikenal adalah Ibnu Rusyd, yang di dunia lowongan kerja terbaru internasional dikenal dengan nama Averros (1126-1198 M).

Ibnu Rusyd melahirkan buku-buku kedokteran, di antaranya Al-Kulliyah fi Ath-Thaib. Dunia kedokteran sangat berutang padanya.

Sains, fisika, matematika, astronomi, kimia, zoologi, geologi, botani, dan ilmu-ilmu pengobatan bermula dari sini. Beberapa nama besar muncul di berbagai bidang, di antaranya Abbas bin Farnas (astronomi), Ibnu Batutah (pengeliling dunia), Ibnu Khaldun (perumus filsafat sejarah).

Kemajuan ilmu pengetauhan ini mendorong mahasiswa-mahasiswa Eropa, termasuk dari kaum Yahudi dan Kristen, belajar ke Cordova.

Selain Andalusia yang dikuasai Bani Umayyah, di Bagdad yang dipimpin Bani Abbasiyah perkembangan ilmu pengetahuan berjalan pesat. Dari sini lahir Al-Khwarizmi, yang terkenal dengan karyanya Al-Jabr wa al-Muqabala.

Dari sinilah kata Aljabar atau Algebra berasal. Ia mengembangkan sistem bilangan seperti yang kita ketahui saat ini. Buku-bukunya diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Dan, beberapa abad kemudian, kita mengenal chip-chip komputer, yang semua bermula dari sini. Nama yang tidak asing lainnya adalah Ibnu Sina, yang di Barat disebut Avicenna.

Ia menulis lebih 200 karya tentang kedokteran dan filsafat. Bukunya Al-Qanun fil At-Tibh (Kanun Kedokteran), menurut Ensiklopedi Britannica, merupakan buku yang paling terkenal dalam sejarah obat-obatan.  Buku-bukunya dipejalari di universitas-universitas terkemuka dunia,  jauh sebelum munculnya Leonardo da Vinci.

Perkembangan menakjubkan para intlektual Islam itu dan ditransfer mahasiswa-mahasiswa Eropa yang belajar di Andalusia, Bagdad, dan Istambul, itu kemudian menerangi Eropa. Apinya menjalar informasi beasiswa luar negeri biasa, mendorong Eropa bangkit dan lahirlah Renaisans. Utang dunia lowongan kerja terbaru pada Islam yang tidak terbayar hingga kini.

Memasuki periode 1086-1248 M, penguasa-penguasa Islam mulai lemah di Andalusia. Negara ini pecah menjadi 30 bagian. Konflik internal mendera mereka. Satu-satu kekuasaan Islam di Sevilla, Toledo,  dan Cordova jatuh. Granada, yang di sini terletak Istana Alhambra, menjadi satu-satunya wilayah yang bertahan.

Namun, kembali konflik internal muncul. Ini bermula ketika Abu Abdullah, yang kecewa atas penunjukan saudaranya sebagai raja, mengundang Ferdinand dan Isabella membantunya menyingkirkan saudaranya.

Setelah tersingkir, Abu Abdullah naik tahta. Namun, Abdulllah kemudian disingkirkan pasukan Ferdinand dan Isabella. Dengan jatuhnya Abu Abdullah, berakhirlah Granada sebagai benteng terakhir Islam di Spanyol. Berakhirlah kekuasaan Islam selama 781 tahun. Hingga kini.

Kami meninggalkan Cordova menuju Granda. Di sepanjang perjalanan, pikiran melayang ke masa dahulu yang jauh dan tidak terbayangkan, kecuali kebanggan dan ironi. Puncak Gunung Siera Nevada, yang ditutupi salju, mulai hilang tenggelam dalam selimut malam. Waktu Magrib telah  masuk. Kami tidak menemukan  masjid di sini. (*)

Tentu saja, tidak mungkin untuk meletakkan segala sesuatu tentang beita baru menjadi hanya satu artikel. Tetapi Anda tidak dapat menyangkal bahwa Anda baru saja menambahkan pemahaman Anda tentang beita baru, dan itu menghabiskan waktu dengan baik.

Monday, February 8, 2010

Menyoal `Pers` Kelas TK

Jika Anda memiliki minat yang lewat bahkan pada topik dari beita baru, maka anda harus melihat informasi berikut. Artikel mencerahkan ini menyajikan beberapa berita terbaru tentang topik dari beita baru.
Surabaya (ANTARA News) - Adalah almarhum mantan Presiden KH Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang pernah menyamakan anggota DPR dengan anak Taman Kanak-Kanak (TK). "Beda antara DPR dengan TK itu memang tidak jelas," ucap tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang meninggal dunia lowongan kerja terbaru pada 30 Desember 2009 itu.

Tentu saja, kritik "guru bangsa" itu membuat anggota DPR pun geram dan era pemerintahan Gus Dur pun akhirnya berlangsung cukup singkat.

Meminjam ungkapan tokoh kontroversi itu, istilah pers kelas TK agaknya patut dijadikan refleksi dalam merayakan Hari Pers Nasional yang diperingati setiap tanggal 9 Februari.

Menurut wartawan senior Surabaya, Zaenal Arifin Emka, pers sekarang tak semaju kalangan pers di masa lalu.

"Di masa lalu, kalangan pers yang tak sebebas sekarang justru mampu membongkar kasus korupsi Pertamina secara investigatif," katanya kepada ANTARA News di Surabaya (3/2).

Sebaliknya, kata Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya - Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA-AWS) itu, pers saat ini yang sudah sangat bebas itu justru tidak mampu melakukan peliputan secara investigatif.

"Kasus Bank Century misalnya, kalangan pers hanya mengungkapkan data-data yang diberikan dari orang lain, bukan melacak data itu sendiri secara investigatif," katanya.

Ditanya penyebab kalangan pers sekarang tidak menggunakan cara investigatif, mantan wartawan "Surabaya Post" itu menilai faktor penyebabnya ada dua yakni sumberdaya manusia dan pragmatisme.

"Sumberdaya manusia di kalangan pers sekarang `kan beragam latar belakang, tapi pragmatisme pers sekarang merupakan faktor yang sangat dominan," katanya.

Ia mengatakan pers saat ini banyak mematok target jumlah berita indonesia bukan foto bugil yang harus dipasok seorang wartawan dalam setiap harinya, sehingga kualitas pun dikorbankan.

"Pragmatisme juga melanda pemilik media yang umumnya enggan mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk sebuah peliputan investigatif," katanya.

Namun, katanya, cara-cara non-investigatif itu merugikan publik, karena masyarakat hanya disodori berita indonesia bukan foto bugil yang tidak mendalam dan sangat mungkin pers "diperalat" pemberi data.

"Karena itu, saya kira redaktur di kalangan pers saat ini sudah saatnya untuk mempertajam satu peliputan secara investigatif, tentunya materi peliputan investigatif juga harus komersil tapi tidak merugikan publik, semisal kasus Bank Century," katanya.

Anda yang belum terbiasa dengan kata kunci pada% terbaru% kini memiliki setidaknya pemahaman dasar. Tapi ada lagi yang akan datang.

Cara TK
Tidak hanya tidak investigatif, era kebebasan pers akhir-akhir ini juga mendorong kalangan pers untuk menggunakan cara-cara caci maki.

Menurut staf ahli Menkominfo bidang media massa, Dr. Henri Subiakto, S.H., M.A., media massa sekarang tak perlu takut akan dikendalikan negara atau pemilik media.

"Itu karena sekarang ada `facebookers` (pengguna laman jejaring sosial, Facebook) yang mampu mengembangkan beasiswa indonesia yang mengimbangi negara dan pemilik media," katanya di sela-sela ujian doktor di Universitas Airlangga Surabaya (2/2).

Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Perum LKBN ANTARA itu mencontohkan era pemerintahan Soeharto (Pak Harto).

"Hingga detik-detik menjelang reformasi tahun 1998 justru menunjukkan sejumlah stasiun televisi milik anak-anak Pak Harto bersaing menayangkan aksi unjuk rasa di mana-mana. Jadi, kontrol negara dan pemilik media itu tidak sempurna," katanya.

Alumnus S1 Ilmu Komunikasi UGM Yogyakarta yang menjadi dosen komunikasi di Unair Surabaya sejak tahun 1988 itu, "facebookers" justru merupakan kontrol yang sebenarnya.

"Ada juga kontrol yang sebenarnya yakni rating (tingkat besar-kecilnya khalayak yang menikmati program). Pemilik modal itu hanya mampu mengendalikan aset media massa dan tidak akan mampu mengontrol isi (konten)," katanya.

Oleh karena itu, pemerintah juga perlu memperkuat lembaga pelayanan publik (LPP) seperti TVRI dan RRI untuk mengimbangi opini yang merugikan publik.

"Saya kira, rating itu rekayasa industri untuk membentuk keinginan masyarakat, misalnya sinetron yang merupakan selera ciptaan industri media massa. Mana dulu, rating atau selera publik? Itu ibarat perdebatan tentang ayam dan telur, saya kira keduanya saling mendukung," katanya.

Masalahnya, kontrol negara dan pemodal terhadap media massa yang sudah tak perlu dikhawatirkan itu justru membuat cara-cara caci maki juga marak digunakan kalangan pers.

Kalau mau jujur, kritik media massa sebenarnya cukup baik, namun tujuan yang baik agaknya perlu dilakukan dengan cara-cara yang baik.

"Wajah Astaga.com lifestyle on the net itu bukan hanya aksi unjuk rasa dan pertikaian antarsuku seperti yang sering disiarkan media, tapi sesungguhnya masih banyak hasil karya yang dilahirkan anak bangsa negeri ini," kata Menkominfo Tifatul Sembiring dalam Konvensi Media Nasional di Palembang (8/2).

Dalam pandangan Menkominfo, kebebasan pers itu dapat digunakan mencermati wajah Astaga.com lifestyle on the net secara utuh yakni wajah unjuk rasa, tapi juga wajah karya anak bangsa, sehingga pers benar-benar menjaga karakternya, seimbang, dan netralitas dalam menyiarkan informasi.

Agaknya, era kebebasan pers saat ini membuat pers dihadapkan pada pertanyaan: apakah cara-cara non-investigasi dan cara-cara caci maki itu bukan cara-cara anak TK? Bukankah cara-cara seperti itu membuat kritik pers menjadi sia-sia, karena tak didengar? (E011/A038)

Itu terbaru dari beita baru berwenang. Setelah Anda terbiasa dengan ide-ide ini, Anda akan siap untuk pindah ke tingkat berikutnya.

Gus Dur di Mata Penyair "Celurit Emas"

Artikel ini menjelaskan beberapa hal tentang beita baru, dan jika Anda tertarik, maka ini patut dibaca, karena Anda tidak pernah tahu apa yang Anda tidak tahu.
Sampang (ANTARA News) - "Jika gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Namun jika manusia mati, maka seharusnya yang ditinggalkan adalah jasa-jasanya terhadap bangsa dan negeri ini,". Ungkapan ini disampaikan penyair yang sekaligus budayawan Madura D.Zawawi Imron, di hadapan ratusan santri, ulama dan Muspida Pemkab Sampang, pada malam peringatan 40 hari wafatnya mantan Presiden RI KH.Abdurrahman Wahid di pendopo Kabupaten Sampang, Minggu malam.

Dengan logat Madura yang sangat kental, penyair yang dikenal melalui buah karyanya "Celurit Emas" ini bertutur tentang sosok Gus Dus, tokoh ulama, yang dikenal plural, demokratis dan cinta akan perdamaian, yang telah berpulang ke Rahmatullah pada 30 Desember 2009 lalu.

Gus Dur, kata Zawawi, bukan hanya seorang pemimpin yang berwawasan luas, namun ia juga seorang seniman, dan budayawan. Sebab, almarhum, juga pernah menjadi juri Festival Film Astaga.com lifestyle on the net di Jakarta.

Keluwesan wawasan dan pemikiran cucu pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU), serta kearifan pemikirannya terbukti dengan diterimanya Gus Dur di semua kalangan. Mulai dari kelompok agama, penganut aliran kepercayaan, hingga rakyat kecil sekalipun.

"Memang lontaran pemikiran Gus Dur, seringkali mengejutkan banyak orang. Terutama saat mengusulkan agar Astaga.com lifestyle on the net membuka diplomasi dengan Israel," katanya.

Namun, lanjut dia, apa yang disampaikan ketika itu hanya semata-mata ingin mengetahui apa yang ada dalam benak dan pemikiran rakyat Astaga.com lifestyle on the net tentang Israel.

"Dan pernyataan Gus Dur itu pada akhirnya dipahami oleh semua orang, termasuk lawan politiknya sekalipun yang waktu itu berseberangan dengan dia," kata Zawawi Imron.

Dikenal karena jasa
Mengutip pernyataan Imam Az-Zarbuji dalam sebuah kitab Ta`limul Mutaalim, penyair, asal Desa Batang-Batang Sumenep, Madura ini menyatakan, bahwa orang berilmu dan memiliki banyak wawasan seperti Gus Dus dan beramal baik semasa hidupnya, maka ia akan terus dikenang sepanjang massa, berbeda dengan orang yang bodoh.

"Kalau orang bodoh atau tidak berilmu pengetahuan, itu sebenarnya mati sebelum mati," katanya.

Apa yang dilakukan Gus Dus selama ini, lanjut dia, untuk bangsa dan negeri ini adalah semata-mata untuk kepentingan umat, bukan untuk kepentingan diri pribadinya.

Gus Dur, bukan hanya tokoh Ulama NU, bangsa Indonesia, namun ia merupakan tokoh Internasional yang diterima semua kalangan. Ia sangat percaya bahwa Islam agama yang benar, namun tidak pernah mengusik, bahkan sangat menghargai orang lain yang memiliki kepercayaan yang berbeda.

"Dari sosok yang sederhana inilah, kita bisa menerima banyak pelajaran tentang hakikat menghargai perbedaan dengan orang lain," kata Zawawi Imron.

Sepertinya informasi baru ditemukan tentang sesuatu setiap hari. Topik dan kata kunci% dari% tidak terkecuali. Jauhkan membaca lebih segar untuk mendapatkan berita tentang beita baru.

Neo-modernis
Prof. Greg Barton dari Monash University, memasukkan Gus Dur sebagai tokoh Islam moderat bersama sejumlah tokoh Islam lainnya, seperti almarhum Nurcholish Madjid (Cak Nur), Ahmad Wahib, Djohan Effendi, Mukti Ali, Fachri Aly dan Dawan Raharjo.

Dalam sebuah buku berjudul "Gagasan Islam Liberal di Indonesia" yang diterbitkan oleh Penerbit Paramadina, Jakarta, pada tahun 1999 lalu, guru besar Monash University ini menyatakan, bahwa masuknya tokoh NU Gus Dur dalam kelompok neo-modenis, karena gagasan pemikirannya dalam bidang ke-Islam-an sebagaimana gagasan tokoh Islam pada tahun 1960-an yang digagas oleh pimpinan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Cak Nur.

Para pemikir Islam seperti Fachri Aly dan Bactiar Effendi ketika itu menilai, ada empat versi pemikiran Islam yang cenderung bersifat liberal, yaitu modernisme, universalisme, sosialisme demokrasi, dan neo modernisme. Modernisme, mengembangkan pola pemikiran yang menekankan pada aspek rasionalitas dan pembaruan pemikiran Islam sesuai dengan kondisi-kondisi modern.

Universalisme merupakan pendukung modernisme yang secara spesifik berpendapat bahwa, pada dasarnya Islam itu bersifat universal.Oleh karenanya nasionalisasi Islam bukanlah tujuan final Islam itu sendiri. Sementara sosialisme-demokrasi menganggap bahwa kehadiran Islam harus memberi makna pada manusia, dan Islam harus menjadi kekuatan yang mampu menjadi memberikan motivasi secara terus menerus dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

Sedangkan neo-modernisme berpandangan bahwa Islam harus dilibatkan dalam proses pergulatan modernisme. Bahkan, diharapkan menjadi pedoman hidup, tanpa menghilangkan tradisi keislaman yang telah mapan.

Dalam buku berjudul, "Islam Doktrin dan Peradaban" dinyatakan, neo-modernisme Islam inilah yang sebenarnya sesuai dengan prinsip dasar "ahlus-sunnah wal-jamaah, yakni "al-muhafazhat ala al-qadim al-shalih wa al-akhdu bi al-jadid al-ashlah" (memelihara tradisi lama yang baik, dan mengambil tradisi Astaga.com lifestyle on the net yang lebih baik).

Namun menurut budayawan, D.Zawawi Imron, Gus Dur, sebenarnya kurang pas, jika masuk pada kelompok neo-modersme. "Saya justru menganggap Gus Dur ini melebihi masa neo-modernis, atau menurut hemat saya ia justru masuk pada kelompok "pos tradisionalis"," kata Zawawi Imron.

Anggapan bahwa Gus Dur masuk kepada kelompok "pos tradisionalis" menurut Zawawi, karena konten gerakan yang dilakukan Gus Dus adalah berupaya tetap mempertahankan tradisi yang ada dengan pola Astaga.com lifestyle on the net dalam konteks kekinian.

"Gus Dur tidak pernah berupaya membuang atau menghilangkan tradisi, namun berupaya menggali tradisi dalam konteks modern," terang pria kelahiran Madura ini.

Gemar membaca
Menurut budayawan D.Zawawi Imron, kemampuan yang dimiliki Gus Dur dalam banyak hal terutama bidang ilmu pengetahuan, bukan tanpa proses, namun melalui proses yang panjang yang rumit.

Gus Dur, kata penyair yang pernah tampil bersama Dorothea Rosa Herliany, Joko Pinurbo, dan Ayu Utami, dalam acara kesenian Winter Nachten di Belanda 2002 ini, adalah sosok yang gemar membaca. Dalam kitab-kitab klasik Islam seperti "tak-limul mutaallim" membaca memang merupakan prasyarat seseorang berilmu dan memiliki wawasan yang luas.

"Olah karena itu, jika adik-adik ingin menjadi Gus Dur - Gus Dur masa depan, maka kuncinya adanya membaca. "mutholaah" dalam bahasa kitanya," kata Zawawi Imron kepada para santri yang mengikuti peringatan 40 hari wafatnya Gus Dur di pendopo Pemkab Sampang.

Di akhir orasi mengenang sosok Gus Dur, pria kelahiran tahun 1945 yang tidak diketahui tanggal dan bulan lahirnya ini membuat sebuah kesimpulan, bahwa bagi dia, Gus Dur adalah guru bagi ingin orang yang mencari berguru, pemimpin bagi orang ingin menjadi pemimpin, namun sekaligus bisa menjadi musuh bagi orang yang mencari musuh.

"Yang jelas Gus Dur adalah segalanya, teladan bagi semua orang dan sangat pantas apabila Gus Dur ditetapkan sebagai pahlawan karena jasa-jasanya terhadap bangsa dan negeri ini," kata D.Zawawi Imron menegaskan. (PK-ZIZ/A038)

Luangkan waktu untuk mempertimbangkan poin diuraikan di atas. Apa yang Anda pelajari dapat membantu Anda mengatasi keraguan Anda untuk mengambil tindakan.

Wednesday, February 3, 2010

Politisasi Olahraga, Mengapa Tidak?

Jika Anda sungguh-sungguh tertarik untuk mengetahui tentang beita baru, Anda harus berpikir di luar dasar. Artikel ini membutuhkan informatif melihat lebih dekat hal yang perlu Anda ketahui tentang beita baru.
Jakarta (ANTARA News) - Dalam acara bedah buku "99 Tokoh Olahraga Astaga.com lifestyle on the net (Catatan Satu Abad 1908-2008)" terbitan ANTARA Pustaka Utama, Selasa (2/2), muncul pertanyaan, dalam hingar bingar demokrasi yang ribut dan gaduh, apakah mungkin sebuah peristiwa olahraga bebas dari politisasi? Mungkin ada yang menjawab tidak mungkin dipolitisasi. Tetapi, dalam dosis tertentu, olahraga agaknya memang harus dipolitisasi, apalagi sejarah membuktikan banyak peristiwa olahraga atau sepak terjang tokohnya menjadi gerakan politik atau berpengaruh secara politik.

Sebut saja apa yang dilakukan oleh petinju legendaris Mohammad Ali. Penentangannya untuk masuk wajib militer dan penolakannya dikirim ke Vietnam telah mendorong gerakan antiperang mencapai momentumnya.

Keterlibatan tentara Amerika Serikat dalam Perang Vietnam dipersoalkan, terutama yang dikirimkan ke garis depan dan mati dalam kantong-kantong mayat umumnya adalah prajurit berkulit hitam.

Akhirnya, dengan sangat memalukan, Presiden AS Lyndon B Johnson menarik pasukan AS dari Vietnam setelah sekitar 58.000 tentara AS mati di rawa-rawa atau lubang-lubang tikus jebakan tentara Vietcong.

Akibat desakan gerakan antiperang yang antara lain dari tokoh seperti Mohammad Ali dan John Lennon dengan slogannya yang terkenal "Make Love, Not War", Menteri Pertahanan Robert S McNamara akhirnya mengakui apa yang dilakukan tentara AS di Vietnam adalah "It is wrong, terribly wrong".

Mohamad Ali pun kemudian dikenal bukan saja sebagai petinju tersohor, tetapi juga tokoh anti perang dan kampiun gerakan antidiskriminasi warna kulit.

Tan Joe Hok

Di Indonesia, tokoh olahraga nasional yang gerakannya berdampak politik signifikan adalah pebulutangkis tangguh Tan Joe Hok.

Ia bisa disamakan dengan Mohammad Ali dalam upayanya memperjuangkan persamaan hak warga negara tanpa memperhitungkan asal-usul dan warna kulitnya.

Dalam buku "99 Tokoh Olahraga Indonesia" yang diterbitkan Perum LKBN Antara bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga itu bisa dibaca cerita cerita dewasa prestasi, perjuangan, harapan dan cita-cita Tan Joe Hok.

Lelaki yang ditakdirkan sebagai keturunan Cina itu lahir di Bandung, 11 Agustus 1937, jauh sebelum Republik Astaga.com lifestyle on the net lahir. Ia telah mengharumkan nama Astaga.com lifestyle on the net lewat prestasi tingginya dalam bulutangkis.

Pada 1958, Joe Hok memperkuat tim Piala Thomas yang berhasil membawa pulang trofi kejuaraan dunia lowongan kerja terbaru beregu putra.

Setahun berikutnya, ia mencetak sejarah dengan menjadi pebulutangkis Astaga.com lifestyle on the net pertama yang menjuarai All England. Tidak cukup dengan itu, ia menyusul gelar itu dengan menjadi juara di Kanada dan Amerika Serikat yang membuat namanya menghiasi majalah olahraga terkenal "Sport Illustrated" edisi 13 April 1959.

Orang-orang di generasinya selalu memuja-muji Tan Joe Hok dan mengakuinya sebagai pemersatu bangsa Astaga.com lifestyle on the net yang membuat etnis Cina dan pribumi menyatu.

Jika Anda hidup di masa atau generasinya, Anda akan menyaksikan masyarakat amat antusias menyaksikannya bertanding.

Nyaris semua orang berkumpul di rumah-rumah yang memiliki pesawat televisi. Mereka berdoa, harap-harap cemas, menonton pertandingan All England atau Piala Thomas, dan sesekali tepuk tangan berteriak mengelu-elukan jagoannya.

"Hidup Tan Joe Hok! Hidup Indonesia!" begitu masyarakat mendukung dan berada di belakang Tan Joe Hok.

Pengetahuan dapat memberikan keuntungan yang nyata. Untuk memastikan bahwa Anda sepenuhnya informasi tentang beita baru, terus membaca.

Tan Joe Hok membuat hubungan antaretnis Tionghoa dan pribumi di banyak tempat di Astaga.com lifestyle on the net berjalan harmonis, sehingga dia dianggap pahlawan oleh banyak kalangan.

Tak butuh gelar pahlawan

Tapi Joe Hok ternyata tidak membutuhkan gelar pahlawan. Ia hanya menginginkan persamaan status haknya yang waktu itu masih berbeda, antara dia yang keturunan Tionghoa dengan warga pribumi.

"Bukan gelar pahlawan atau penghargaan sejenisnya yang saya minta. Tetapi, kalau boleh saya berharap, saya hanya ingin diakui sebagai putera Indonesia, dan tidak lagi dimintai SBKRI, karena itu menyakitkan," katanya seperti tertulis di buku jenis coffee table setebal 278 halaman berharga jual Rp300.000.

Joe Hok mengaku selalu terganggu ketika diminta Surat Tanda Bukti Kewarganegaraan RI (SBKRI) dalam berbagai urusan dengan negara. Bahkan sekalipun undang-undang sudah menghapuskannya, pada praktiknya surat itu tetap diminta saat dia mengurus paspor pada awal 2009.

Meski tidak pernah mengungkapkannya, Joe Hok yang pernah merasakan pahit manisnya pemerintahan Presisden pertama RI Soekarno hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, mengaku tidak mengerti mengapa masih ada orang yang meragukan kewarganegaraannya.

Menurut wartawan senior A.R. Loebis, salah satu penulis buku, Joe Hok telah berjuang bukan hanya untuk mengharumkan nama bangsa dan Republik Indonesia, tapi dengan caranya sendiri telah memperjuangkan persamaan hak bagi warga negara Astaga.com lifestyle on the net keturunan Tionghoa.

Apa yang diperjuangkan oleh Joe Hok, menurut Loebis, sebagian sudah bisa dinikmati oleh warga Tionghoa Indonesia. Meriahnya suasana menjelang Imlek sekarang ini tidak lepas dari jerih payahnya.

Orang-orang Tionghoa sudah bisa mendirikan sekolah sendiri, bebas menggunakan bahasa Mandarin, menerbitkan Koran berbahasa Cina, bahkan bisa menikmati berita indonesia bukan foto bugil Xin Wen di televisi.

Jika datang ke mal dan pusat-pusat perbelanjaan, suasana Gong Xie Fa Cai sangat meriah. Atraksi barongsai, lampu dan hiasan warna merah sangat mendominasi.

"Itu sedikit banyak ada sumbangsih dari Tan Joe Hok," kata Loebis usai bedah buku bersama grandsmaster catur Utut Adianto, Deputy V Menko Kesra Sugihartatmo, dan pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga Yuni Poerwanti.

Cerita tentang kiprah, prestasi dan perjuangan Tan Joe Hok di Astaga.com lifestyle on the net dan Mohammad Ali di Amerika Serikat membuktikan bahwa olahraga bisa berdampak politis dan bisa dipolitisasi untuk tujuan-tujuan yang baik dan mulia.

Sportivitas dunia lowongan kerja terbaru politik

Satu hal lain yang harus didorong dari dunia lowongan kerja terbaru olah raga ke dunia lowongan kerja terbaru lain, terutama dunia lowongan kerja terbaru politik adalah aspek sportivitas.

Setiap atlet telah ditempa bahwa kalah menang dalam pertandingan adalah hal biasa. Yang penting adalah persiapan, latihan, dan memberikan yang terbaik.

Dalam dunia lowongan kerja terbaru olahraga berlaku siapa cepat, siapa kuat, dia yang menang, yang juga merupakan motto Olimpiade, citius (lebih cepat), altius (lebih tinggi), fortius (lebih kuat). Siapa yang menang, dia yang terbaik.

Dalam dunia lowongan kerja terbaru politik, kalah-menang menjadi tidak biasa. Politikus siap menang, tetapi belum tentu siap kalah. Itulah yang menyebabkan bangsa Indonesia, seperti disebut beberapa kalangan, sebagai bangsa yang ribut dan gaduh.

Oleh karena itu, sportivitas dalam dunia lowongan kerja terbaru olahraga itu patut diadopsi pula oleh dunia lowongan kerja terbaru politik, termasuk di Pansus DPR soal Bank Century. Itulah yang dimaksud politisasi olahraga. (*)

Jadi sekarang Anda tahu sedikit tentang beita baru. Bahkan jika Anda tidak tahu segalanya, Anda telah melakukan sesuatu yang berharga: Anda telah memperluas pengetahuan Anda.

Pahlawan

Apakah Anda pernah merasa seperti Anda tahu hanya cukup tentang beita baru menjadi berbahaya? Mari kita lihat apakah kita dapat mengisi sebagian dari celah dengan info terbaru dari beita baru ahli.
Jakarta (ANTARA News) - Ada sosok yang sering kita abaikan saat hadir secara fisik, tapi sangat kita dambakan tatkala gaib. Dialah pahlawan. Pribadi menyejarah yang kita baca biografinya berulang-kali tanpa kenal bosan, kita telusuri dan napak-tilasi jejak pengabdiannya.

Ia tak lagi bisa diajak bicara dan disentuh, namun selalu membuat kita meneteskan air mata ketika mengenangnya dalam hening di malam sepi.

Sosok itu tak pernah sedikitpun mengharapkan pujian, apalagi sekadar ucapan terima kasih atas segala pengorbanan dan perjuangan yang telah dirintisnya.

Kepentingan pribadi, keluarga dan kelompoknya lebur bersama kepentingan umat, bangsa dan kemanusiaan. Darah, keringat dan air matanya habis untuk membuat orang lain tersenyum dan tertawa dalam suasana kemerdekaan, kebebasan dan ketenteraman.

Dia manusia biasa yang sesekali berbuat khilaf dan dosa, namun komitmen dan kontribusinya yang nyata menutupi segala catatan kesalahan dan kelemahannya.

Ia menjadi inspirasi bagi banyak orang, terlepas dari latar belakang suku, agama, ras dan golongan sosial-ekonomi.

Setiap orang, terutama kanak-kanak dan remaja yang sedang mencari jati diri berupaya mempelajari, mengagumi dan akhirnya mengindentifikasi kecocokan moral, spiritual dan intelektual dengan figur yang tak pernah dijumpai seumur hidup mereka.

Sosok itu abadi secara spiritual. Maka, banyak orang yang kemudian menyematkan namanya pada jalan raya dan gang yang disusuri saban pagi dan petang, pada tugu atau monumen peringatan.

Bahkan, tak sedikit yang dibuatkan museum untuk menyimpan rekaman pemikiran dan catatan perjalanan, serta benda-benda bernilai sejarah yang pernah dipakai dan dikenakannya.

Semua orang membutuhkan kehadirannya di tengah pergolakan hidup yang tak menentu.

Tampaknya, suasana kebatinan seperti itu yang mengemuka, ketika kita menyaksikan kepergian K.H. Abdurrahman Wahid akhir tahun lalu.

Meskipun telah wafat sebulan silam, masih banyak orang merasa kehilangan, lalu mengekspresikan kecintaan dan penghormatannya dengan mengusulkan gelar pahlawan nasional.

Kita mengenal Gus Dur sebagai Presiden RI ke-4, tapi seorang sejarawan mengingatkan ada dua Presiden lagi sebelum Gus Dur, yaitu Syafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat.

Jadi, Gus Dur adalah Presiden ke-6 dalam catatan sejarah RI.

Syafruddin dan Assaat sampai detik ini pun belum ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Padahal,tak seorang pun yang meragukan jasa keduanya sebagai Ketua Pemerintah Darurat RI (19 Desember 1948 ? 13 Juli 1949) dan Penjabat Presiden RI di Yogyakarta (27 Desember 1949 ? 15 Agustus 1950).

Kenangan kita kepada Gus Dur membuka lembar sejarah yang nyaris terlupakan, termasuk sejarah K.H. Hasjim Asjarie dan K.H. Abdul Wahid Hasyim, kakek dan ayah Gus Dur yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 1964.

Tuntutan gelar pahlawan untuk Gus Dur membangkitkan semangat yang sama, antara lain, dari pendukung Presiden RI ke-4, Jenderal Besar Soeharto.

Keduanya sama-sama pernah memimpin negeri ini, walaupun dengan rentang waktu dan gaya kepemimpinan yang berbeda. Terjadi pro-kontra, itu lumrah, karena tindakan orang besar mengandung dan mengundang banyak tafsir dari kelompok-kelompok beragam kepentingan.

Usulan pemberian gelar pahlawan juga ditujukan kepada Letnan Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, Komandan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) yang memimpin operasi penindakan Partai Komunis Astaga.com lifestyle on the net (PKI) pada 1966.

Usulan ini disampaikan secara terbuka dalam sebuah seminar yang diselenggarakan eksponen Angkatan 1966.

Undang-undang nomor 20 tahun 2009 mendefinisikan pahlawan sebagai "warga Negara Astaga.com lifestyle on the net yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah NKRI yang gugur atau meninggal dunia lowongan kerja terbaru demi membela bangsa dan negara, atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang informasi beasiswa luar negeri biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia".

Definisi itu dirinci lagi menjadi beberapa kriteria terukur dilengkapi persyaratan administrasi untuk mengeceknya. Tapi, kontroversi tentang "kadar kepahlawanan' seorang tokoh tetap tak bisa dihilangkan.

Tokoh sebesar Soekarno saja, proklamator kemerdekaan dan Presiden pertama RI, sempat menyulut perdebatan hangat sebelum ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 1986 bersama Mohammad Hatta, R.P.Soeroso dan Radin Inten II.

Oleh karena itu, prosedur pengajuan dan pemeriksaan gelar pahlawan perlu terus ditaati dan dikawal agar memperkecil efek perbenturan pendapat.

Jika Anda menemukan diri Anda bingung dengan apa yang Anda telah membaca hingga saat ini, jangan putus asa. Semuanya harus jelas pada saat Anda selesai.

Mari kita serahkan kepada para sejarawan, akademisi, tokoh masyarakat, dan instansi terkait yang tergabung dalam Badan Pembina Pahlawan tingkat daerah dan pusat untuk menjalankan tugasnya. Berdasarkan UU 20/2009, otoritas itu selanjutnya dipegang Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan yang telah digodok pemerintah.

Jangan sampai kita sebagai bangsa justru terpecah-belah mempertikaikan jejak sejarah pahlawan.

Sudah tentu kita juga tidak boleh terlalu mudah menyematkan gelar pahlawan nasional kepada setiap orang, karena hal itu menyangkut nilai luhur yang ingin kita wariskan kepada generasi masa datang sepanjang Republik Astaga.com lifestyle on the net masih berdiri.

Penetapan gelar pahlawan adalah titik awal, bukan terminal akhir, dari proses pembinaan kebangsaan.

Sampai saat ini kita membukukan 147 tokoh sebagai pahlawan nasional.

Tiga orang tokoh, yaitu Laksamana Muda TNI Jahja Daniel Dharma (John Lie), Prof. Dr. Ir. Herman Johannes, dan Prof. Mr. Achmad Soebardjo Astaga.com lifestyle on the net saja ditetapkan sebagai pahlawan pada 6 November 2009.

Adakah di antara kita yang belum mengenal sosok mereka? Jika ada, itu pertanda betapa banyak pahlawan yang tidak kita kenal.

Dari perspektif gender, pemberian gelar pahlawan menyimpan ironi tersendiri.

Pahlawan berjenis kelamin laki-laki ternyata sangat dominan, 135 orang. Sementara pahlawan cewek seksi tercatat hanya 12 orang!

Mengapa pahlawan cewek seksi begitu minim? Apakah ada bias gender dalam alam bawah sadar kolektif kita?

Tak ada yang meragukan perjuangan Tjut Nyak Dien, R.A. Kartini, Rasuna Said, Nani Wartabone atau Fatmawati Soekarno.

Namun, bagaimana dengan Roehana Koeddoes (wartawati pertama dalam sejarah pers nasional), Rahmah el-Yunusiyah (tokoh pendidik dari Minangkabau), Inggit Garnasih (pendamping setia Soekarno saat dipenjara Belanda), dan tokoh cewek seksi lainnya?

Para sejarawan harus menjawabnya.

Fakta lain, pahlawan dari kalangan TNI/Polri sebanyak 34 orang, sedangkan lainnya (113 orang) berlatar belakang sipil.

Hal ini membuktikan kepahlawanan bukan hanya mencakup perjuangan fisik dan perlawanan senjata seperti kesan yang ditampilkan dalam sinema perang.

Pahlawan bisa tampil dalam bidang pemikiran (Tan Malaka/Tirto Adhi Soeryo), pendidikan (Prof. Hazairin), dakwah (KH Achmad Dahlan/KH Hasjim Asjarie/KH Noer Ali), kebudayaan (Raja Ali Haji/Ismail Marzuki), keilmuan (Dr. Koesoemah Atmadja/Prof. Herman Johannes), diplomasi (Achmad Subardjo), kepemerintahan (Adam Malik/Sri Sultan Hamengkubuwono IX) dan sektor kehidupan lain yang amat luas.

Calon-calon pahlawan masih hidup di tengah-tengah kita saat ini, atau akan lahir di masa depan.

Distribusi daerah pengusul gelar pahlawan yang dikabulkan juga hampir merata di seluruh Astaga.com lifestyle on the net dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur yang paling banyak.

Lengkapnya, Jawa Tengah (26 orang), Jawa Timur (20), Yogyakarta (15), Jawa Barat (12), Sulawesi Selatan (11), Sumatera Barat (10), DKI Jakarta (7), Aceh (7), Sumatera Utara (7), Sulawesi Utara (5), Maluku (4), Riau (4), Nusa Tenggara Timur (3), Irian Jaya/Papua (3), Kalimantan Selatan (2), Bali (2), Sumatera Selatan (2), Bengkulu (2), Lampung (1), Jambi (1), Kalimantan Tengah (1), Kalimantan Barat (1), dan Gorontalo (1).

Daerah yang belum terwakili adalah Banten, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

Hal itu bukan bermakna daerah pengusul mayoritas memiliki karakter terheroik dan berjasa besar dalam membentuk keindonesiaan kita, tidak pula itu berarti daerah yang belum dikabulkan permohonannya paceklik atau vakum nilai kepahlawanannya.

Mungkin karena figur kepahlawanan daerah setempat belum digali dan diajukan secara meyakinkan. Apalagi, harus disadari bahwa para pahlawan berjuang untuk kepentingan seluruh bangsa, bukan demi daerah kelahiran atau domisili akhir hidupnya.

Eksistensi pahlawan mencerminkan masa lalu kita sebagai bangsa, sekaligus mengilhami kita untuk menapaki masa kini dan masa depan yang lebih baik.

Oleh karena itu, kita jangan sampai tenggelam dalam emosi kekaguman atau kebencian berlebihan, sehingga kehilangan pandangan jernih tentang sejarah yang telah kita lalui dan kehidupan Astaga.com lifestyle on the net yang akan kita bentuk.

Mari kita buat para pahlawan itu tersenyum di alam baka karena kita mampu menghayati dan melanjutkan perjuangan yang sudah mereka tunaikan. (*)

*Penulis adalah Menteri Sosial RI

Tentu saja, tidak mungkin untuk meletakkan segala sesuatu tentang beita baru menjadi hanya satu artikel. Tetapi Anda tidak dapat menyangkal bahwa Anda baru saja menambahkan pemahaman Anda tentang beita baru, dan itu menghabiskan waktu dengan baik.

Friday, January 29, 2010

Kerbau pun Ikut Demonstrasi 100 Hari

Yang terbaik untuk mengambil tindakan kadang-kadang tidak jelas sampai Anda telah terdaftar dan dianggap sebagai alternatif Anda. Paragraf berikut akan membantu Anda dalam petunjuk untuk apa yang menurut para pakar signifikan.
Jakarta (ANTARA News) - Seekor kerbau menjadi pelengkap aksi teatrikal massa yang mengekspresikan aspirasinya di Bundaran Hotel Indonesia, Kamis, untuk menyambut 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Pemantauan ANTARA, kerbau berwarna hitam keabu-abuan itu dibawa ke Bundaran HI dengan menggunakan mobil bak terbuka dan diturunkan di pinggir jalan, namun kemudian tidak digiring ke kawasan Bundaran HI tetapi segera dibawa pergi ke arah Jalan Imam Bonjol.

Tidak ada keterangan apakah kerbau itu akan mengikuti aksi di tempat lain, karena dalam waktu yang bersamaan ada beberapa elemen masyarakat yang membaur di bundaran HI dan melakukan aksi teatrikal seperti massa dari Forum Mahasiswa Se-Jabodetabek.

Puluhan mahasiswa itu membawa keranda berwarna hitam itu dan diletakkan di sisi barat bundaran HI sehingga membuat arus lalu lintas tersendat.

Replika keranda yang ditutup kain hitam bertuliskan "Matinya Rakyat Indonesia" itu ditandu oleh empat mahasiswa, sementara seorang mahasiswa yang berkostum tikus, kemudian melakukan aksi teatrikal.

Saat keranda diletakkan ke jalan, mahasiswa itu memperagakan tikus berekor putih yang mencoba menggapai uang di sekitar keranda yang kemudian berhasil mengambil uang kertas pecahan seribu di atas keranda.

Memperingati 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, 27 aksi demonstrasi yang sebagian besar berkaitan dengan tuntutan pertanggungjawaban atas 100 hari kinerja pemerintah, digelar di DKI Jakarta.

Aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB terutama dilakukan di depan Gedung DPR RI, Bundaran Hotel Indonesia, Istana Wakil Presiden, Kantor Kementerian Keuangan dan akan diakhiri di depan Istana Merdeka.

Demonstrasi di depan Gedung DPR RI itu kebanyakan diikuti Asosiasi Pekerja Indonesia, Serikat Buruh Seluruh Indonesia, dan Komite Buruh Reformasi.

Mereka menuntut pemerintah memperbaiki gaji, penghapusan sistem outsourcing dan pembatalan perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China (CAFTA).

Saat beraudiensi dengan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso dan Anis Matta, pengunjuk rasa dari aliansi serikat pekerja/serikat buruh dari berbagai daerah seperti Banten, Depok, Jakarta, Jabar, Jatim dan Tangerang itu menegaskan bahwa menyetujui CAFTA sama artinya dengan membunuh ribuan pekerja.

"Pemerintah sudah tegaskan tidak akan beranjak dari posisi menyetujui pemberlakuan perjanjian internasional itu. Karenanya kita mendesak DPR bersikap tegas kepada pemerintah untuk membatalkan semuanya," kata M Iqbal, salah satu aktivis serikat pekerja yang diterima Wakil Ketua DPR di ruang tamu pimpinan Dewan itu.

Pengunjuk rasa lainnya mempertanyakan apa sesungguhnya makna "free trade" itu bagi Astaga.com lifestyle on the net dan rakyatnya.

Mereka juga menegaskan bahwa pemerintahan Kabinet Astaga.com lifestyle on the net Bersatu jilid II telah disusupi oleh agen-agen neolib dan kapitalisme.

"Tidak ada alasan bagi pemerintah dan juga DPR untuk tidak menolak perjanjian CAFTA itu. Dikandan sendiri saja kita sudah babak belur, apalagi jika harus bertanding di negara lain," ujar Sugiyanto, pengunjuk rasa lainnya.

Jika Anda menemukan diri Anda bingung dengan apa yang Anda telah membaca hingga saat ini, jangan putus asa. Semuanya harus jelas pada saat Anda selesai.

Sementara unjuk rasa yang terjadi di Istana Wapres dan Kantor Kementerian Keungan, para demonstran menuntut mundur Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani karena terkait kasus Bank Century.

Menjelang pukul 13.00 WIB para demonstran dari berbagai tempat menuju Istana Merdeka untuk menyampaikan aspirasinya.

Bentrok

Sekitar 500 orang demonstran dari Front Oposisi Rakyat Astaga.com lifestyle on the net (FOR Indonesia) bentrok dengan polisi di depan Istana Merdeka, Kamis.

Berdasarkan pantauan ANTARA, bentrok terjadi setelah demonstran merangsek maju mendekati pagar Istana Merdeka dengan mendorong polisi yang berjaga.

Akibatnya, beberapa orang diamankan oleh polisi, sedangkan di pihak lain, seorang anggota kepolisian terluka di dahinya.

Kombes Polisi Tafip Yulianto dari Divisi Propam Mabes Polri, mengakui akibat bentrokan itu petugas Sapmapta Polda Metro Jaya terluka, namun belum ada pengunjuk rasa yang ditahan.

Banyaknya para pengunjuk rasa di depan Istana Merdeka, polisi telah menutup Jalan Merdeka Utara dan Merdeka Barat sehingga kendaraan tidak bisa melaluinya.


5.000 Personil

Untuk menjaga jalannya demonstransi ini, polisi menyiapkan 5.146 personel dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat dan Brimob Polda Metro Jaya untuk mengantisipasi tindakan anarkis peserta unjuk rasa.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hamidin mengatakan, tiga titik yang diprediksikan akan menjadi tempat berkumpulnya massa dalam jumlah besar.

Tempat-tempat tersebut antara lain Istana Presiden, Gedung MPR-DPR dan Bundaran Hotel Astaga.com lifestyle on the net (HI), depan Gedung MPR-DPR.

Polisi menyiapkan 1.788 untuk mengamankan Istana Presiden, 1.766 personel disiagakan di Gedung MPR-DPR, Istana Wakil Presiden dijaga 446 personel sedangkan di Bundaran HI dipersiapkan 386 polisi.

"Kita hanya menjaga saja. Kita tidak membawa senjata, hanya pakai tameng saja dan menyiapkan gas air mata," kata Hamidin.

Menurut pantauan ANTARA, Istana Merdeka, Istana Wapres, Kantor Kementerian Keuangan dan Gedung DPR-MPR dijaga polisi secara berjajar di sepanjang pagar gedung. (*)

Itu terbaru dari beita baru berwenang. Setelah Anda terbiasa dengan ide-ide ini, Anda akan siap untuk pindah ke tingkat berikutnya.