Friday, November 20, 2009

Nilai-nilai Moral Film 2012

Ketika kebanyakan orang berpikir dari beita baru, apa yang muncul dalam pikiran adalah dasar biasanya informasi yang tidak terlalu menarik atau menguntungkan. Tapi ada lebih banyak ke beita baru dari sekadar dasar.
Surabaya (ANTARA News) - Kendati film "2012" banyak mengundang polemik, agaknya sutradara film Hollywood, Roland Emmerich, sudah berpikir dua kali untuk meluluhlantakkan dunia. Buktinya, sutradara spesialis pembuat kehancuran itu hanya berani "membalikkan" Patung Liberty, Gedung Putih, Empire State Building, dan Patung Yesus Sang Penebus yang semuanya di Amerika, bahkan Basilika Santa Peter di Vatikan.

Namun, sutradara film "Independence Day" dan "The Day After Tomorrow" itu tampaknya tidak berani "menghabisi" Ka`bah di Mekkah, Arab Saudi, kecuali menampakkan ribuan Muslim yang menziarahi "Rumah Allah" (Baitullah) saat itu, lalu ada kehancuran di lokasi lain.

Barangkali, sutradara kelahiran Jerman itu belajar dari "kehancuran" WTC di New York, Amerika pada 11 September 2001 dan serangkaian "ledakan" di banyak negara, termasuk "ledakan" di Bali dan Jakarta (Indonesia).

Sikap hati-hati Emmerich terhadap Ka`bah itu agaknya tidak menyurutkan perlawanan terhadap film "2012", bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Malang dan Situbondo (Jawa Timur) mendesak film itu dihentikan peredarannya.

MUI Kabupaten Malang "melarang" film itu. "Mengenai kapan terjadinya hari kiamat merupakan kuasa dari Sang Pencipta. Jadi, kita tidak boleh menentukan hari ataupun tahunnya. Jika hal itu terjadi maka bisa menyesatkan," kata Ketua MUI Kabupaten Malang, K.H. Mahmud Zubaidi di Malang (16/11).

Idem dengan itu, MUI Kabupaten Situbondo juga melakukan razia peredaran film "2012" di sejumlah warung internet (warnet), karena film itu dinilai mempengaruhi akidah umat Islam dan meresahkan masyarakat setempat.

"Setiap orang bisa mengunduh film 2012 itu melalui internet dengan mudah sehingga penyebaran yang semakin luas dikhawatirkan akan meresahkan umat Islam," kata Ketua MUI Situbondo KH Abdullah Faqih Gufron di Situbondo (17/11).

Meski diprotes, film yang juga "mematikan" Presiden Amerika dalam kerumunan barak pengungsian akibat bencana yang "mencampakkan" negara adikuasa itu agaknya tidak sepi dari nilai-nilai moral.

Tentang tahun 2012, film berakhirnya dunia itu tidak memastikan angka tahun seperti itu, namun bersandar dari kearifan lokal dari peradaban bangsa Maya di Guatemala dari masa pra-Colombus atau mulai dari abad ke-6 Sebelum Masehi (SM) hingga abad ke-9 Masehi.

Konon, lenyapnya bangsa Maya itu masih menyisakan sekitar satu juta generasi terakhir mereka dan di antaranya ada yang menjadi ahli geologi.

Ahli geologi yang keturunan bangsa Maya itu bersahabat dengan peneliti Amerika, sehingga taksiran Bangsa Maya bahwa umur dunia akan berakhir pada habisnya penanggalan mereka pada 21 Desember 2012 itu pun terdengar di Amerika.

Lihat berapa banyak Anda dapat mempelajari tentang beita baru ketika Anda mengambil sedikit waktu untuk membaca sebuah artikel diteliti baik? Jangan lewatkan pada seluruh informasi yang besar ini.

Nilai moral Amerika

Kisah dalam film "2012" itu bermula dari dua orang sahabat yakni Dr Adrian Helmsley (peneliti Amerika) dan seorang ahli geologi India yang keturunan Bangsa Maya.

Keduanya menemukan bahwa inti bumi mulai mencair dan hal itu diperkirakan akan memicu bencana alam maha dahsyat, kemudian peneliti muda Dr Adrian pun membocorkan fenomena alam itu kepada pemerintah.

Akhirnya, pemerintah Amerika secara diam-diam menggalang dana dari orang-orang kaya di dunia untuk membiayai pembangunan "kapal selam" raksasa demi menyelamatkan peradaban manusia dari kehancuran pada 2012 itu.

Dalam film itu, Emmerich menampilkan banyak tokoh yang menyikapi "2012" secara pro dan kontra yakni Jackson Curtis (penulis novel fiksi ilmiah) yang kontra, kemudian Jakson Curtis bertemu dengan Charlie Frost (penyiar radio) yang pro atau memercayai kiamat pada tahun 2012.

Namun, kepercayaan Charlie yang terbukti, karena di berbagai belahan Amerika terjadi tanah yang mulai retak, gempa-gempa di mana-mana, bangunan hancur, tsunami di mana-mana, mobil-mobil remuk, meteor-meteor yang berapi pun menghunjam bumi, dan manusia-manusia pun lari berhamburan.

Alur cerita dalam film itu tidak banyak berbeda dengan kisah Nabi Nuh dalam Al Quran. Nabi Nuh membangun kapal raksasa untuk menyelamatkan peradaban saat serangan air bah terjadi, bahkan "kapal selam" ala Emmerich dan kapal raksasa buatan Nabi Nuh itu sama-sama mengangkut berbagai spesies binatang dan berbagai etnis manusia.

Bahkan, film yang menonjolkan kepemimpinan Amerika dalam mengordinir pembuatan "kapal selam" dan mengordinir "isi" dari kapal dari berbagai etnis manusia di bumi itu, memunculkan nilai-nilai moral ala Amerika.

Nilai-nilai yang muncul antara lain Presiden Amerika yang tidak mau "dievakuasi" dalam kapal selam itu dan justru menemani rakyatnya yang mengungsi akibat serangkaian bencana yang melanda, sehingga Presiden Amerika itu pun "mati" dalam "kiamat" itu.

Selain itu, tokoh Dr Adrian Helmsley (peneliti muda Amerika) yang mementingkan rakyat kecil untuk diiikutkan dalam kapal selam itu dan bukan hanya kalangan elite seperti presiden dan menteri dari berbagai belahan dunia.

"Kita tidak hanya membangun peradaban dengan segelintir manusia, tapi kita akan membangun kehidupan baru dengan peradaban kemanusiaan yang baru pula," kata Andrian kepada para elite yang menumpang `kapal selam` itu.

Pandangan itu dibenarkan sosiolog Islam Prof Dr H Nur Syam MA. "Film itu hanya fiksi untuk memenuhi rasa ingin tahu, apalagi media massa memberi imbas yang mempengaruhi rasa penasaran itu, karena itu tak perlu dilarang.

Agaknya, film "2012" itu tidak akan menduniawikan kiamat atau mendangkalkan akidah, sebab masyarakat yang menonton film itu sudah tahu bahwa film itu hanya fiksi, bahkan film itu bermanfaat dengan adanya nilai-nilai moral yang diselipkan, seperti mengakui kearifan lokal, mementingkan rakyat, dan mengutamakan kemanusiaan.  (*)

Anda tidak dapat memprediksi kapan mengetahui sesuatu yang ekstra tentang beita baru akan berguna. Jika Anda belajar sesuatu yang baru tentang beita baru dalam artikel ini, Anda harus mengajukan artikel di mana Anda dapat menemukannya lagi.

Tiga Butir Kakao Membawa Minah ke Pengadilan

Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah apa yang Anda ketahui tentang beita baru akurat? Perhatikan paragraf berikut dan bandingkan apa yang Anda ketahui untuk info terbaru pada beita baru.
Purwokerto (ANTARA News) - Nenek bernama Minah (55) itu tampak terdiam menghadapi meja hijau Pengadilan Negeri Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/11), tanpa didampingi seorang penasihat hukum. Hari itu merupakan sidang yang ketiga kalinya dia jalani atas dakwaan terhadap dirinya, yakni mencuri tiga butir buah kakao seberat tiga kilogram.

Warga Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang ini berusaha tetap tegar saat menyampaikan pembelaan atas dakwaan tersebut karena dia merasa tidak mencuri buah kakao sebanyak tiga kilogram di kebun milik PT Rumpun Sari Antan (RSA) 4 pada pertengahan Agustus silam seperti yang dituduhkan.

"Saya `namung` (hanya, red.) memetik tiga butir buah kakao," kata dia dalam bahasa Banyumasan bercampur Indonesia.

Dia pun meminta Hakim PN Purwokerto Muslich Bambang Luqmono untuk tidak menghukumnya. "Inyong (saya, red.) tidak mau dihukum, Pak Hakim," katanya.

Kendati demikian, majelis hakim tetap menjatuhkan vonis kepada Minah karena mencuri tiga butir buah kakao.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama satu bulan 15 hari dengan ketentuan tidak usah terdakwa jalani kecuali jika terdakwa dijatuhi pidana lain selama tiga bulan masa percobaan," kata Hakim PN Purwokerto Muslich Bambang Luqmono yang terlihat meneteskan air mata.

Menurut hakim, hal-hal yang meringankan terdakwa antara lain Aminah telah lanjut usia.

Selain itu, kata dia, terdakwa merupakan petani kakao yang tidak punya apa-apa.

"Tiga butir buah kakao sangat berarti bagi petani untuk dijadikan bibit dan bagi perusahaan jumlah tersebut tak berarti," kata dia yang tampak terharu dan menahan tangis.

Dia mengaku tersentuh dengan yang dialami Minah karena teringat kehidupan orang tuanya yang juga petani. Bahkan menurut dia, perkara nenek Minah yang dinilai kecil tersebut sudah melukai banyak orang.

Mendengar putusan hakim ini, para pengunjung sidang yang sengaja datang untuk memberi dukungan dan semangat kepada Minah pun menyambutnya dengan bersorak gembira.

Pengunjung pun segera mengumpulkan uang menggunakan kardus untuk diberikan kepada Minah.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Noor Haniah hanya memandang ke arah Minah dan mengaku pikir-pikir.

Sebuah kejadian menarik pun muncul seusai persidangan karena Muslich menyempatkan diri bersalaman dan mencium tangan Minah.


Kakao Pembawa Petaka

Kisah sedih Minah ini berawal dari pencurian tiga butir buah kakao seberat tiga kilogram di kebun PT RSA 4 yang dituduhkan kepadanya.

Saat itu Minah berkeinginan menambah tanaman kakao miliknya yang berjumlah 200 batang sehingga dia memetik tiga butir kakao di kebun PT RSA dan meletakkannya di atas tanah.

Akan tetapi, apa yang dilakukan Minah diketahui mandor PT RSA 4, Tarno alias Nono. Dia pun menegur Minah dan menanyakan perihal kakao yang dicurinya.



Minah pun mengatakan jika buah kakao yang dipetiknya akan dijadikan bibit.

Setelah mendengar penjelasan Minah, Tarno mengatakan, kakao di kebun PT RSA 4 dilarang dipetik oleh masyarakat. Dia juga menunjukkan papan peringatan yang terpasang pada jalan masuk perkebunan.

Dalam papan tersebut tertulis petikan Pasal 21 dan Pasal 47 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 Tentang Perkebunan, yang menyatakan bahwa setiap orang tidak boleh merusak kebun maupun menggunakan lahan kebun hingga mengganggu produksi usaha perkebunan.

Minah yang buta huruf itupun segera meminta maaf kepada Tarno sembari menyerahkan tiga butir buah kakao tersebut untuk dibawa mandor itu.

Kendati telah meminta maaf, dia sama sekali tidak menyangka jika perbuatannya justru berujung ke pengadilan.

Akhir Agustus 2009, Minah dipanggil Kepolisian Sektor Ajibarang untuk menjalani pemeriksaan terkait tiga butir buah kakao yang dipetiknya di kebun PT RSA 4.

Atas tuduhan tersebut, Minah dijerat Pasal 362 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman enam bulan penjara.

Terhitung sejak 19 Oktober 2009, kasus itu ditangani Kejaksaan Negeri Purwokerto setelah dilimpahkan oleh kepolisian dan Minah pun ditetapkan sebagai tahanan rumah.

Sejak saat itu pula, Minah harus mondar-mandir dari rumahnya di Dusun Sidoharjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, untuk menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Purwokerto.

Setiap kali menjalani pemeriksaan, Minah harus mengeluarkan ongkos hingga Rp50 ribu untuk ojek dan angkutan umum dari rumahnya menuju Purwokerto yang berjarak sekitar 40 kilometer tersebut.

Dia mengaku kesulitan mencari uang untuk ongkos karena kehidupannya sebagai petani sangat pas-pasan.

"Kadang anak saya memberi ongkos ke Purwokerto. Bahkan, Bu Jaksa juga pernah `nyangoni` (memberi uang saku, red.) saya sebesar Rp50 ribu," kata nenek tujuh anak dan belasan cucu ini.

Kendati demikian, hal itu bukan penghalang bagi Minah untuk menjalani pemeriksaan hingga persidangan di pengadilan karena hal itu demi melepaskan diri dari jeratan hukum.

Kasus yang dihadapi Minah hanya segelintir permasalahan hukum yang dihadapi rakyat kecil. Hanya karena tiga butir buah kakao, Minah harus menghadapi vonis pengadilan.

Vonis yang dihadapi Minah tak sebanding dengan harga kakao yang konon dicurinya.

Harga satu kilogram kakao basah saat ini sekitar Rp7.500. "Itu kalau biji kakao telah dikerok dari buahnya," kata Amanah (70), kakak Minah.

Menurut dia, dari tiga butir buah kakao hanya menghasilka tiga ons biji kakao basah. "Jika dijual, harganya sekitar Rp2.000," katanya.

Akan tetapi dalam dakwaan yang ditujukan kepada Minah, jumlah kerugiannya mencapai Rp30 ribu atau Rp10 ribu per butir.

Dia mengaku heran terhadap dakwaan yang ditujukan kepada adiknya karena selama ini dalam pemberitaan di televisi, banyak pelaku tindak pidana korupsi yang menggerogoti keuangan negara ratusan juta hingga miliaran rupiah, hanya dituntut hukuman maupun vonis yang ringan. (*)

Itulah keadaan berdiri sekarang. Perlu diketahui bahwa setiap subjek dapat berubah sepanjang waktu, jadi pastikan Anda mengikuti berita terbaru.

Thursday, November 19, 2009

Suratno Mengkliping Berita Korupsi Selama 28 Tahun

Artikel ini menjelaskan beberapa hal tentang beita baru, dan jika Anda tertarik, maka ini patut dibaca, karena Anda tidak pernah tahu apa yang Anda tidak tahu.
Samarinda (ANTARA News) - Mungkin bagi kebanyakan orang, apa yang dlakukan Suratno, pengantar surat KONI Kalimantan Timur (Kaltim), mengkliping koran adalah tidak aneh. Namun, mengumpulkan koran setiap hari bagi pria berusia 63 tahun itu memiliki arti tersendiri.

"Saya megumpulkan koran sejak 1981. Saat itu, saya masih berstatus pegawai di bagian `cleaning service` di kantor KONI Kaltim," kenang Suratno.

Walaupun hanya tukang bersih-bersih, namun tekad Suratno untuk terus menambah pengetahuan dengan membaca koran, tidak pernah surut.

"Dengan membaca, kita jadi tahu dan dari tahu itulah, kita tidak mudah dibodohi orang," katanya.

Bagi staf pengantar surat KONI Kaltim itu, mengumpulkan koran setiap hari, sudah menjadi kebutuhan.

"Rasaya seperti ketinggalan informasi jika tidak membaca berita setiap hari. Karena belum mampu beli koran, saya hanya mengumpulkan koran dari kantor KONI setelah dibaca oleh para pengurus," ungkap Suratno.

Bahkan saking tekunnya ada beberapa berita korupsi yang digunting kemudian `dilaminating` (dibungkus dengan plastik).

"Semua berita korupsi yang ditulis pak Silaban (redaktur sebuah koran harian di Samarinda) saya laminating. Pokoknya, saya tidak pernah ketinggalan dengan berita-berita-berita yang dibuat beliau," ungkap Suratno.

Pada 1996 silam, Suratno mengaku sempat menolak bayar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) setelah membaca dari sebuah koran lokal bahwa terjadi korupsi atas uang PBB itu,

"Bapak terkena denda karena menunggak pembayaran PBB," ungkap Suratno, menirukan kata-kata seorang petugas kantor PBB kala itu.

"Lha, bukan saya menunggak, tetapi saya memang sengaja tidak mau membayar PBB," ungkapnya kepada petugas PBB tersebut.

"Kenapa pak? Itu khan menjadi kewajiban setiap warga negara," ujar petugas itu.

Kadang-kadang aspek yang paling penting dari suatu subjek tidak segera jelas. Jauhkan membaca untuk mendapatkan gambaran yang lengkap.

"Jika uang itu jelas masuk ke negara, tidak masalah.Tapi, ternyata setelah saya baca di koran uang itu dikorupsi. Jadi buat apa saya bayar pajak kalau uang saya hanya untuk dinikmati para pejabat," kata Suratno seraya meninggalkan kantor PBB Samarinda.

Kasus korupsi di Indonesia bagi Suratno ibarat penyakit yang sudah `akut` (parah).

"Saya ini masyarakat kecil. Jadi, apa yang saya lihat terkait kasus korupsi, hanya pendapat saja dan tidak akan memberi pengaruh kepada orang-orang di atas (pejabat). Kalau saya lihat, korupsi yang terjadi di negeri kita ini sudah sangat parah dan kalau diibaratkan penyakit sulit lagi disembuhkan," katanya.

"Bagi saya, korupsi itu menular. Susah bukan rahasia, jika seseorang mau masuk pegawai apalagi mau menduduki suatu jabatan harus menyetor sejumlah uang. Jadi, ketika dia bekerja yang dipikirkan bagaimana mengembalikan uangnya itu. Tapi sekail lagi, itu hanya suara rakyak kecil seperti saya ini," ujar Suratno.

Toh, hobi mengkilping koran tersebut ternyata tidak seirama dengan istrinya.

"Banyak koran hasil klipingan koran yang menumpuk di rumah sudah dibuang istri saya. Tapi, sebagian masih tersimpan, khususnya semua berita tentang korupsi," ujarnya.

Guratan di wajah Suratno menyiratkan perjalanan hidup yang dilaluinya cukup keras. Hampir seluruh alis matanya sudah terlihat memutih, namun lekuk ototnya menggambarkan semangatnya yang terus menggelora.

"Lebih sepuluh tahun saya mengayuh sepeda untuk menggatar surat ke berbagai instansi, termasuk surat-surat untuk pengurus KONI Kaltim," kata Suratno.

Dari kedekatannya dengan dunia olah raga itulah Suratno berhasil mewujudkan obsisinya.

"Alhamdulilah, dua anak saya berhasil menjadi atlet bahkan salah satunya yakni Suhartini sempat meraih medali emas pada PON 1996 silam," ujar pria kelahiran Magetan, Madiun, Jawa Timur tersebut.

Di kalangan pengurus KONI Kaltim, Suratno yang kerap dipanggil Pakle (paman) dikenal sangat rajin dan memiliki loyalitas yang tinggi.

"Pakle sangat rajin dan memiliki dedikasi tinggi pada pekerjaannya. Sejak awal berdirinya KONI Kaltim sampai sekarang, pakle sudah mengabdi sebagai pegawai cleaning service," ungkap salah seorang pengurus KONI Kaltim, Muslimin.

Selain rajin, kata Muslimin yang juga Sekretaris Ikasi (Ikatan Anggar Seluruh Indonesia) Pengda Kaltim itu mangatakan, Suratno tak pernah luput membaca koran.

"Saya salut sebab setiap hari saya melihat pakle membaca koran. Sangat jarang orang seperti dia yang rajin membaca koran," kata Muslimin .(*)

Mereka yang hanya mengenal satu atau dua fakta-fakta mengenai beita baru bisa bingung dengan informasi yang menyesatkan. Cara terbaik untuk membantu mereka yang menyesatkan adalah dengan lembut benar mereka dengan kebenaran yang Anda pelajari di sini.

Pejalan Lambat Lebih Mungkin Meninggal Akibat Sakit Jantung

Semakin Anda memahami tentang subjek apapun, yang lebih menarik menjadi. Ketika Anda membaca artikel ini Anda akan menemukan bahwa subjek dari beita baru jelas bukan pengecualian.
Jakarta (ANTARA News) - Berjalan lambat bisa jadi bukan hanya berarti orang tiba di tempat tujuan lebih lama tapi itu juga merenggut korban berupa kesehatan manusia, demikian temuan satu studi di Prancis. Para ilmuwan dari lembaga penelitian medis yang berpusat di Paris, Inserm, mendapati bahwa orang yang berusia lebih tua dan berjalan lambat hampir tiga kali lebih mungkin untuk meninggal akibat sakit jantung dan penyebab lain yang berkaitan dibandingkan dengan orang yang berusia lebih tua dan berjalan lebih cepat.

"Pesan utama buat masyarakat umum ialah mempertahankan kebugaran pada usia lanjut mungkin memiliki konsekuensi penting dan membantu memelihara hidup serta fungsi otot," kata peneliti Alexis Elbaz, Direktur Penelitian Inserm, kepada Reuters Health.

Ia mengatakan studi tersebut, yang disiarkan di dalam jurnal BMJ, juga menunjukkan bahwa pemeriksaan kecepatan orang berjalan mungkin dapat digunakan untuk memeriksa kesehatan pasien yang berusia lanjut.

Beberapa kajian terdahulu telah mengaitkan lambatnya orang berjalan dengan peningkatan resiko kematian selama masa tertentu, serta dengan hasil lain mengenai kesehatan buruk, tapi tidak memperlihatkan apakah itu adalah sakit jantung atau penyebab lain yang bertanggung jawab atas resiko yang lebih besar itu.

Studi selama lima tahun tersebut, bagian dari Studi Tiga Kota, yang sedang dilakukan oleh Inserm, melibatkan lebih dari 3.200 laki-laki dan perempuan yang relatif sehat dan berusia 65 sampai 85 tahun. Mereka tinggal di tiga kota di Prancis.

Pada awal studi itu pada 1999, para ilmuwan tersebut menilai kesehatan masing-masing peserta dan menghitung kecepatan para peserta sewaktu mereka berjalan di koridor secepat mungkin.

Sebagian besar informasi ini datang langsung dari kata kunci%% pro. Hati-hati membaca sampai akhir benar-benar menjamin bahwa Anda akan tahu apa yang mereka ketahui.

Selama lima tahun berikutnya, 209 peserta meninggal --99 persen akibat kanker, 59 akibat sakit jantung, dan 53 akibat penyakit menular dan penyebab lain-- dan angka kematian secara keseluruhan hampir 7 persen.

Angka kematian di kalangan sepertiga peserta yang berjalan paling lambat, laki-laki yang berjalan sama dengan sekitar 3,4 mil per jam atau lebih lambat lagi dan perempuan yang berjalan sekitar tiga mil per jam atau lebih lambat, ialah 44 perser lebih tinggi dibandingkan dengan di kalangan dua pertiga peserta yang telah berjalan lebih cepat.

Kematian akibat serangan jantung, stroke dan penyebab lain yang berkaitan ialah 2,9 kali lebih umum di kalangan sepertiga peserta yang berjalan paling lambat dibandingkan dengan peserta yang berjalan paling cepat.

Kenaikan angka kematian akibat sakit jantung terlihat pada laki-laki dan perempuan dan tak berkaitan dengan usia peserta atau seberapa aktif mereka secara fisik.

Para peneliti itu tak menemukan hubungan antara berjalan cepat dan penyebab lain kematian, termasuk kanker.

Apa yang menjelaskan kaitan antara berjalan lambat dan kematian akibat penyakit jantung?

Elbaz mengatakan satu kemungkinan ialah faktor resiko yang sama yang menaikkan resiko sakit jantung --tekanan darah tinggi dan diabetes-- juga mengakibatkan "stroke diam-diam", yang membuat orang kesulitan untuk jalan cepat. Gagasan itu "layak diikuti oleh studi lebih lanjut untuk mengukuhkannya", katanya. (*)

Ketika kabar tersiar tentang perintah dari beita baru fakta, orang lain yang perlu Anda ketahui tentang beita baru akan mulai untuk secara aktif mencari Anda.

Sunday, October 25, 2009

adopsi

Untuk saat ini, adopsi di Rusia masih terperosok dalam proses akreditasi birokrasi. Pemerintah Rusia dan Departemen Pendidikan tidak dapat mengatakan bila pemeriksaan mungkin akan berakhir dan adopsi akan kembali ke kecepatan. Bagi mereka yang ingin mengadopsi anak Rusia, masih mungkin untuk melakukannya, tetapi harus siap untuk cuaca yang signifikan masa tunggu. Jika proses abadi tidak layak, ada banyak negara-negara lain dengan anak-anak yang tersedia untuk dipertimbangkan. Beberapa pilihan yang lain termasuk Cina, Korea Selatan, Guatemala, dan banyak negara di Afrika. Berita dan pembaruan pada proses adopsi Rusia tersedia dari Kedutaan Besar AS di Moskow website

malam dingin, miyabi, ozawa, miyabi bokep , film bokep miyabi , miyabi full , film terbaru miyabi , miyabi 3gp , miyabi wmv , miyabi jpg , gosip miyabi , berita miyabi , www miyabi com , miyabi uncensored,

Tuesday, September 8, 2009

Materi layanan informasi, antara lain:

Materi layanan informasi, antara lain:
1) Informasi pengembangan pribadi
2) Usaha yang dapat dilakukan dalam mengenal bakat, minat.
3) Tata tertib sekolah, cara bertingkah laku, tata krama dan sopan santun.
4) Mata pelajaran dan pembidangannya seperti program inti, program khusus dan tambahan.
5) Sistem penjurusan, kenaikan kelas, syarat-syarat mengikuti EBTA/ EBTANAS.
6) Informasi pendidikan tinggi.
c) Layanan penempatan dan penyaluran
Yaitu layanan bimbingan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat (misalnya penempatan dan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan atau program studi, program latihan, magang, kegiatan co-ekstra kurikuler) sesuai dengan potensi, bakat dan minat serta kondisi pribadi.
Materi layanan penempatan dan penyaluran, antara lain:
1) Penempatan di dalam kelas, program studi atau jurusan dan pilihan ekstrakulikuler yang dapat menunjang pengembangan sikap, kebiasaan, kemampuan bakat dan minat.

cewek bispak harga hp

Saturday, July 4, 2009

Metode Observasi

1. Metode Observasi
Yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena yang diteliti. Dalam metode ini pengamatan merupakan teknik yang paling efektif sebelum melakukan penelitian untuk memperoleh suatu data, dengan metode observasi hasil yang diperoleh peneliti lebih jelas dan terarah sesuai dengan apa adanya. Dengan melakukan pengamatan peneliti mengetahui dan memahami gambaran yang utuh tentang obyek penelitian. Agar diperoleh pengamatan yang jelas untuk menghindari kesalahfahaman dengan obyek, maka penulis mengamati secara langsung untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya. Adapun hal yang di observasi penulis mengenai bentuk perilaku anak autis, penerapan konselingnya, dan proses pemberian terapi behaviour.